Beranda Berita Seratus Lebih Narasumber Nasional Telah Tamat Bimbing 761 Pelatih Nasional Kurikulum 2013

Seratus Lebih Narasumber Nasional Telah Tamat Bimbing 761 Pelatih Nasional Kurikulum 2013

76
0
BERBAGI

Revisi kurikulum 2013 telah resmi selesai dilakukan. Perjalanan Kurikulum 2013 pascarevisi sudah hingga di tahap training Instruktur Nasional (IN) yang akan bertugas untuk menyosialisasikan hasil revisi Kurikulum 2013 kepada pelatih provinsi, kabupaten dan kota, hingga jadinya hingga kepada guru sasaran. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun mengukuhkan 153 Narasumber Nasional untuk memberi training kepada 761 Instruktur Nasional.

Pada Minggu pagi (20/03/2016) ratifikasi 153 Narasumber Nasional Kurikulum 2013 berlangsung di Gedung Garuda, Pusdiklat Kemendikbud, Depok. Pada hari yang sama pula, telah dimulai Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 angkatan pertama tahun 2016, yang telah selesai dilangsungkan hingga tanggal 24 Maret 2016 kemarin.

Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 berlangsung selama empat hari, yaitu 20 s.d 24 Maret 2016 di Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat. Para Narasumber Nasional yang akan melatih Instruktur Nasional itu telah mengikuti training sendiri pada 10 s.d 12 Maret 2016. Pemilihan Narasumber Nasional dilakukan oleh direktorat-direktorat di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) menurut jenjangnya, yaitu SD, SMP, SMA, dan SMK. Narasumber Nasional terdiri dari guru, pengawas, penulis buku, dan pejabat Kemendikbud yang terlibat dalam penyusunan Kurikulum 2013, yang ditunjuk dan ditetapkan direktorat-direktorat di Ditjen Dikdasmen.

Narasumber Nasional merupakan orang-orang terpilih dan istimewa. Mereka yaitu para guru, komponen akademisi, tim penyusun kurikulum, penulis buku, dan penyusun assessment, yang dituntut mempunyai pemahaman lengkap, komprehensif dan substantif ihwal Kurikulum 2013,” kata Mendikbud pada program pengukuhan.

“Bapak dan Ibu sebagai Narasumber Nasional harus dapat membayangkan bagaimana paparan klarifikasi bahan yang Bapak/Ibu sampaikan akan hingga pula secara berjenjang hingga ke tingkat sekolah. Dalam seluruh proses itu, perhitungkan potensi deviasi. Perhitungkan potensi pemahaman yang berbeda. Pastikan semua pemahaman itu benar,” tambah Mendikbud lagi.



Sumber http://www.informasiguru.com/