Home Statistika Hipotesis Pengertian regresi sederhana
Pengertian regresi sederhana PDF Print E-mail
Written by Riri Melati   
Thursday, 19 May 2011 14:06

Regresi merupakan suatu alat ukur yang juga dapat digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antarvariabel. Jika kita memiliki dua buah variabel atau lebih maka sudah selayaknya apabila kita ingin mempelajari bagaimana variabel-variabel itu berhubungan atau dapat diramalkan.

Analisis regresi lebih akurat dalam melakukan analisis korelasi, karena pada analisis itu kesulitan dalam menunjukkan slop (tingkat perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnya dapat ditentukan). Dengan demikian maka melalui analisis regresi, peramalan nilai variabel terikat pada nilai variabel bebas lebih akurat pula.

Model kelayakan  regresi linear didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:

 

a.         Model regresi dikatakan layak  jika angka signifikansi pada ANOVA sebesar < 0.05

b.         Predictor yang digunakan sebagai variabel bebas harus layak. Kelayakan ini diketahui jika angka Standard Error of Estimate < Standard Deviation

c.          Koefesien regresi harus signifikan. Pengujian dilakukan dengan Uji T. Koefesien regresi signifikan jika T hitung > T table (nilai kritis)

 

d.         Tidak boleh terjadi multikolinieritas, artinya tidak boleh terjadi korelasi yang sangat tinggi atau sangat rendah antar variabel bebas. Syarat ini hanya berlaku untuk regresi linier berganda dengan variabel bebas lebih dari satu.

 

e.         Tidak terjadi otokorelasi. Terjadi otokorelasi jika angka Durbin dan Watson (DB) sebesar 3

f.          Keselerasan model regresi dapat diterangkan dengan menggunakan nilai r2 semakin besar nilai tersebut maka model semakin baik. Jika nilai mendekati 1 maka model regresi semakin baik. Nilai r2 mempunyai karakteristik diantaranya: 1) selalu positif, 2) Nilai r2 maksimal sebesar 1. Jika Nilai r2 sebesar 1 akan mempunyai arti kesesuaian yang sempurna. Maksudnya seluruh variasi dalam variabel Y dapat diterangkan oleh model regresi. Sebaliknya jika r2 sama dengan 0, maka tidak ada hubungan linier antara X dan Y.

g.          Terdapat hubungan linier antara variabel bebas (X) dan variabel tergantung (Y)

h.         Data harus berdistribusi normal

i.           Data berskala interval atau rasio

j.           Kedua variabel bersifat dependen, artinya satu variabel merupakan variabel bebas (disebut juga sebagai variabel predictor) sedang variabel lainnya variabel tergantung (disebut juga sebagai variabel response)

 

 

Persamaan Regresi Linier dari Y terhadap X

Persamaan regresi linier dari Y terhadap X dirumuskan sebagai berikut:

Y = a + b X


Keterangan:

Y = variabel terikat

X = variabel bebas

a = intersep

b = koefisien regresi/slop

Pada persamaan tersebut di atas, nilai a dan b dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut:

rumus regresi sederhana

Contoh latihan soal regresi sederhana

Berikut ini adalah data pengalaman kerja dan omzet penjualan dari 8 marketing pada PT MAKMUR

contoh latihan soal regresi sederhana

Pertanyaan:

1.       Tentukan nilai a dan b

2.       Buatkan persamaan garis regresinya

3.       Berapa perkiraan omzet penjualan dari seorang marketing yang memiliki pengalaman kerjanya 3,5 tahun?

Penyelesaian:

tabel penolong regresiregresi linier sederhana

Dijawab:

1. nilai a = 3,25 dan b = 1,25

2. Persamaan regresi liniernya adalah

Y = a + bX

= 3,25 + 1,25X

1. Nilai duga Y , jika X = 3,5

Y = a + bX

= 3,25 + 1,25X

= 3,25 + 1,25 (3,5)

= 7,625

 

Pengujian regresi dilakuan dengan 2 cara, yaitu :

1.       T – test

Uji-t (t-test) merupakan statistik uji yang sering kali ditemui dalam masalah-masalah praktis statistika. Uji-t termasuk dalam golongan statistika parametrik. Statistik uji ini digunakan dalam pengujian hipotesis. Seperti yang telah dibahas dalam tulisan (post) lain di weblog ini, uji-t digunakan ketika informasi mengenai nilai variance (ragam) populasi tidak diketahui.
Uji-t dapat dibagi menjadi 2, yaitu uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 1-sampel dan uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 2-sampel. Bila dihubungkan dengan kebebasan (independency) sampel yang digunakan (khusus bagi uji-t dengan 2-sampel), maka uji-t dibagi lagi menjadi 2, yaitu uji-t untuk sampel bebas (independent) dan uji-t untuk sampel berpasangan (paired).

Dalam lingkup uji-t untuk pengujian hipotesis 2-sampel bebas, maka ada 1 hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu apakah ragam populasi (ingat: ragam populasi, bukan ragam sampel) diasumsikan homogen (sama) atau tidak. Bila ragam populasi diasumsikan sama, maka uji-t yang digunakan adalah uji-t dengan asumsi ragam homogen, sedangkan bila ragam populasi dari 2-sampel tersebut tidak diasumsikan homogen, maka yang lebih tepat adalah menggunakan uji-t dengan asumsi ragam tidak homogen. Uji-t dengan ragam homogen dan tidak homogen memiliki rumus hitung yang berbeda. Oleh karena itulah, apabila uji-t hendak digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis terhadap 2-sampel, maka harus dilakukan pengujian mengenai asumsi kehomogenan ragam populasi terlebih dahulu dengan menggunakan uji-F.

2.       Anova

ANOVA merupakan lanjutan dari uji-t independen dimana kita memiliki dua kelompok percobaan atau lebih. ANOVA biasa digunakan untuk membandingkan mean dari dua kelompok sampel independen (bebas). Uji ANOVAOne Way Analysis of Variance. ini juga biasa disebut sebagai

Asumsi yang digunakan adalah subjek diambil secara acak menjadi satu kelompok n. Distribusi mean berdasarkan kelompok normal dengan keragaman yang sama. Ukuran sampel antara masing-masing kelompok sampel tidak harus sama, tetapi perbedaan ukuran kelompok sampel yang besar dapat mempengaruhi hasil uji perbandingan keragaman.

Hipotesis yang digunakan adalah:

H0: µ1 = µ2 … = µk (mean dari semua kelompok sama)

Ha: µi µj (terdapat mean dari dua atau lebih kelompok tidak sama)

Riri Melati

 

Last Updated on Friday, 20 May 2011 01:24
 

Comments  

 
0 #6 rita Wednesday, 24 April 2013
bagus banget,,,,,sang at bermamfaat
Quote
 
 
0 #5 rita Wednesday, 24 April 2013
:D :lol: :-)
Quote
 
 
0 #4 fhias Tuesday, 26 February 2013
Sangat bermanfaat.....
Quote
 
 
0 #3 Estuti Friday, 26 October 2012
Terus terang dari keterangan diatas sy masih kesulitan menerapkannya dalam menjawab tugas kuliah seeperti dibawah, mungkin ada teman2 yg mau ngebantuin..thanks.

Hitunglah berapa x jika diketahui y =9 dan a = 4 dan b =2. hitung pula untuk persamaan garis regresi tersebut nila y untuk x =12.
Untuk persamaan regresi berganda hintung lah berapa y untuk x1 =8 dan x2 =2 jika diketahui a = 8, b1=4, b2 = 5 dan berapa x1 untuk persamaan yang sama jika diketahui y = 2 dan x2 = 6.
Quote
 
 
0 #2 uly Monday, 04 June 2012
:lol: ;-) 8) :-* :oops: :cry: :eek: :zzz :P :roll: :D :lol: ;-) 8) :-| :-* :oops: :sad: :o :cry: :-? :-x :eek: :zzz :P :roll: :sigh:
Quote
 
 
+2 #1 esensil Monday, 21 May 2012
kerennnnnn...
sangat membantu aq nyelesaiin laporan,,
wkwkwk :lol: :lol: :P :roll:
Quote
 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

Banner
Situs Edukasi Entrepreneur Muda
Banner
Situs Ekonomi Pertahanan
Copyright © 2013 eLearning KuliahPedia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.