|
Page 1 of 4 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Mereka memiliki banyak keunggulan dibandingkan makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan. Manusia memiliki akal budi dan pikiran yang membuat mereka begitu istimewa. Di dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia harus bekerja untuk memperoleh nafkah. Setiap manusia perlu bekerja untuk memperoleh makan. Untuk itulah, dunia kerja sangat banyak dicari oleh manusia.
Di zaman globalisasi ini, banyak perubahan yang telah terjadi. Semua jadi serba modern dan praktis. Teknologi juga semakin bertambah maju dikarenakan ada banyak penemuan baru. Semua pekerjaan yang manusia lakukan semakin terasa mudah dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi. Selain itu, era globalisasi telah menimbulkan perdagangan bebas dimana antar Negara bisa saling melakukan kerja sama di segala bidang seperti ekonomi, politik, social budaya, dan lain- lain.
Kerja sama antar Negara telah membuat banyak perusahaan asing masuk di suatu Negara. Seperti di Indonesia, ada banyak perusahaan asing yang telah masuk. Selain itu, semakin banyak perusahaan, maka jumlah lapangan pekerjaan pun nuga bertambah dan akan menyerap banyak tenaga kerja
Oleh sebab itu, telah muncul istilah kewirausahaan. Kewirausahaan memiliki hubungan dengan suatu bisnis atau usaha baru. Semakin banyak bisnis atau usaha baru yang berkembang, maka akan membuat Negara tersebut semakin maju seperti di Singapura. Hal ini dikarenakan bisnis yang baru telah mengurangi pengangguran dan menambah Pendapatan Nasional Negara tersebut.
Akan tetapi, di dalam menjalankan suatu usaha, akan banyak ditemukan resiko yang dihadapi. Untuk itu, diperlukan manajemen resiko untuk menghadapi resiko- resiko yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, dalam makalah yang berjudul “Business Problem” akan dibahas mengenai resiko dan cara menghadapinya.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan jurnal ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan manajemen resiko dan resiko yang dihadapi oleh entrepreneur. Selain itu tujuan pembuatan jurnal ilmiah ini juga sebagai tugas akhir dari Kewirausahaan.
1.3 Manfaat Penulisan
1. Agar kita dapat mengetahui apa saja yang dihadapi seorang entrepreneur.
2. Agar kita mengetahui apa itu manajemen resiko.
3. Agar kita dapat mengetahui kerangka kerja manajemen resiko.
4. Agar kita dapat mengetahui exit dan entry strategi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Entrepreneurship
· Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
· Thomas W Zimmerer
Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.
· Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
· Robbin & Coulter
Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang saat ini dikendalikan.
· Dan Steinhoff dan John F. Burgess
Entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
· Acmad Sanusi
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
· Drucker
Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
· Zimmerer
Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
· Soeharto Prawiro
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth).
2.2 Definisi Resiko
Resiko adalah adanya deviasi dari hasil yang diinginkan. Kemungkinan kerugian yang dihubungkan dengan asset dan potensial pendapatan dari perusahaan akibat ketidakpastian.
Resiko dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Resiko Pasar
Ketidakpastian yang dihubungkan dengan keputusan investasi.
2. Resiko Murni
Situasi dimana tidak ada kerugian atau tidak ada kerugian yang dapat terjadi
3. Resiko Pribadi
Risiko yang timbul akibat anda menerima tanggung jawab atas keputusan dan tindakan anda sendiri.
2.3 Definisi Manajemen Resiko
· Smith, 1990
Proses identifikasi, pengukuran,dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut.
· Clough and Sears, 1994
Suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian.
· William
Suatu aplikasi dari manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi.
· Dorfman, 1998
Suatu proses logis dalam usahanya untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian.
· Bank Indonesia
Serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha bank.
· William T. Thornhill
Sebuah disiplin pengelolaan yang tujuannya adalah untuk memproteksi asset dan laba sebuah organisasi dengan mengurangi potensi kerugian sebelum hal tersebut terjadi, dan pembiayaan melalui asuransi atau cara lain atas kemungkinan rugi besar karena bencana alam, keteledoran manusia, atau karena keputusan pengadilan. Dalam prakteknya, proses ini mencakup langkah-langkah logis seperti pengidentifikasian risiko, pengukuran dan penelitian atas ancaman (exposures) yang telah diidentifikasi, pengendalian ancaman tersebut melalui eliminasi atau pengurangan; dan pembiayaan ancaman yang tersisa agar apabila kerugian tetap terjadi, organisasi dapat terus menjalankan usahanya tanpa terganggu stabilitas keuangannya.
Definisi Manajemen Risiko versi Bank Indonesia menekankan pada mekanisme dari Manajemen Risiko itu sendiri. Definisi yang diberikan Widigdo Sukarman lebih focus pada tujuan Manajemen Risiko, dimana dibutuhkan proses dan pemberdayaan seluruh perangkat kerja yang ada untuk mengelola dan mengendalikan risiko, demi memelihara tingkat profitabilitas dan kesehatan bank sebagai mana telah ditetapkan dalam Corporate Plan atau Rencana Strategik Bank.
Definisi yang dikemukakan oleh Thornhill mau menekankan akan adanya disiplin dari manajemen dalam bentuk langkah-langkah yang logis. Hanya dengan mengelola risiko secara sistematis sebuah Bank dimungkinkan untuk menghasilkan uang secara sistematis pula pada pasar uang.
Beberapa penjelasan yang perlu ditambahkan melengkapi definisi Manajemen Risiko diatas, yaitu :
1. Manajemen Risiko merupakan titik sentral dari manajemen strategic bank. Manajemen risiko merupakan proses dimana sebuah bank secara metodik menghubungkan risiko yang melekat pada kegiatannya dengan tujuan untuk mempertahankan/ memperbesar keuntungan dari setiap aktivitas dan lintas portofolio dari semua kegiatan.
2. Fokus Manajemen Risiko yang baik adalah mengidentifikasi, mengelola, dan mengendalikan risiko dengan sebaik-baiknya. Tujuannya untuk menambah value dari semua aktivitas ke arah yang paling maksimal. Proses ini akan memimpin kita terhadap pemahaman mengenai factor-faktor yang berpotensi memiliki dampak keatas (upside) yaitu yang menguntukngkan organisasi, dan dampak kebawah (downside) yaitu yang merugikan organisasi. Hal ini akan meningkatkan peluang untuk sukses, dan mengurangi kemungkinan gagal maupun ketidakpastian dalam mencapai tujuan perusahaan.
3. Manajemen Risiko adalah sebuah kegiatan atau proses manajemen yang terarah dan bersifat proaktif, yang ditujukan untuk mengakomodasi kemungkinan gagal pada salah satu, atau sebagian dari sebuah transaksi atau instrument. Karena itu Manajemen Risiko haruslah merupakan sebuah proses yang dinamis, tidak statis dan berubah sejalan dengan perubahan kebutuhan dan Risiko usaha.
4. Manajemen Risiko haruslah merupakan proses yang terus bertumbuh dan berkelanjutan, mulai dari penyusunan strategi bank sampai pada penerapan strategi dimaksud. Kegiatan ini haruslah pula secara metodik mengidentifikasi semua risiko yang ada disekitar kegiatan Bank dimasalalu, masakini dan terlebih lagi dimasa yang akan datang.
5. Esensi dari manajemen risiko yaitu adanya persetujuan bersama (komite atau korporat) atas tingkat risiko yang dapat diterima atau ditolerir dan seberapa jauh program pengendalian risiko yang telah disusun untuk mengurangi dampak negative dari risiko yang akan diambil tersebut.
6. Manajemen risiko harus diintegrasikan ke dalam budaya organisasi melalui sebuah kebijakan dan sebuah program yang efektif karena diarahkan oleh semua manajemen puncak. Manajemen risiko harus menerjemahkan strategi ke dalam taktik dan tujuan-tujuan operasi, menetapkan tanggung jawab keseluruh organisasi dimana setiap manajer dan pegawai bertanggung jawab dalam mengelola risiko sebagai bagian dari deskripsi jabatannya. Proses manajemen risiko ini harus mendukung akuntabilitas, pengukuran kinerja, dan pemberian penghargaan (reward), yang pada giliran berikutnya akan meningkatkan efisiensi pada operasional dari semua satuan kerja.
2.4 Kategori Resiko
Resiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
1. Resiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.
Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.
2. Risiko Murni
Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
|