Home Man.Keu. Internasional MNC dan Kebijakan Internasional Hal – hal yang berhubungan dengan resiko Multinational Corporate (MNC)
Hal – hal yang berhubungan dengan resiko Multinational Corporate (MNC) PDF Print E-mail
Written by boy pusaka   
Friday, 03 June 2011 04:37

1.      Fluktuasi nilai tukar

 

Suatu perusahaan MNC atau perusahaan yang melakukan transaksi internasional (ekspor dan impor) tentu arus kas (cash flow nya) akan terpengaruh secara langsung oleh fluktuasi kurs valas. Misalnya jika terjadi depresiasi domestic currency atau rupiah terhadap USD dan JPY, tentu beban impor akan semakin meningkat, tetapi sebaliknya penerimaan ekspor dapat pula meningkat.

Bahkan, perusahaan yang tidak melakukan transaksi internasional pun secara tidak langsung akan terpengaruh dengan fluktuasi kurs valas. Adanya perubahan kurs valas tentu akan mempengaruhi supply dan demand di dalam negeri sehingga akan berpengaruh pula pada cash flow perusahaan. Pada dasarnya, pengaruh fluktuasi kurs valas tidak hanya terjadi terhadap transaksi perusahaan, tetapi juga berpengaruh terhadap nilai sekarang (present value) dari transaksi yang dilakukan dan neraca serta laporan laba rugi perusahaan. Secara umum, pengaruh fluktuasi kurs valas terhadap perusahaan dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu:

·         Transaction Exposure

·         Economic/operating Exposure

·         Translation/accounting Exposure

Ada juga buku yang menambahkan exposure keempat, yaitu tax exposure. Pada dasarnya tax exposure merupakan bagian dari translation exposure.

2.      Politik suatu negara

 

Perlu diketahui bersama bahwa MNC merupakan subjek swasta dan merupakan kesatuan non-governmental sehingga tidak dapat disebut sebagai international legal person dan berdampak pada ia tidak memiliki hak dan kewajiban sebagaimana dimiliki Negara dalam hubungannya dengan hukum internasional. Tetapi dalam beberapa hal MNC dapat bekerja sama dengan pemerintah suatu Negara dengan membuat perjanjian dimana items perjanjian memberlakukan prinsip-prinsip hukum internasional bukannya hukum nasional Negara dimana MNC tersebut berada, dimana peristiwa ini oleh Boer Mauna disebut internationalized contracts. Hal ini semakin membuat MNC dapat leluasa bergerak dan akibatnya dengan kekuatan ekonominya tersebut terkadang MNC menjadi semacam “negara” di dalam Negara. Ia dapat menjadi pemain di balik layar dalam kontestasi politik domestik suatu Negara atau kalau tidak Negara tersebut akan mengalami gangguan ekonomi nasional. Di sinilah kemudian menjadi kebingungan tersendiri siapakah kemudian yang sebenarnya memerintah dalam Negara tersebut. MNC telah menjalankan Negara dengan meminjam tangan para elit politik internal.

 

3.      Inflasi

 

Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produknya di dua negara atau lebih sehingga dalam aktivitasnya melibatkan dua mata uang atau lebih yang berbeda. Pada umumnya MNC memiliki kantor pusat disuatu negara dan didukung oleh beberapa anak perusahaan dinegara lain yang pengoperasiannya dengan telekomunikasi. Kondisi ini menggugurkan teori perdagangan internasional oleh Adam Smith dan Davd ricardo yang mengatakan bahwa 1) faktor-faktor produksi  tidak daat dipindahkan/mobilitasnya sangat rendah, 2) kunci sukses perdagangan internasional tidak lagi mengandalkan keunggulan komperatif akan tetapi keunggulan kompetitif disamping itu adanya artifcial material menggantikan SDA dan kesadarang suatu negara akan hak-hak minimum pekerja membuat keunggulan komperatif tidak lagi dapat diandalkan.

 

4.      Ekonomi negara lain yang berhubungan

 

MNC dapat diketahui sebagai perusahaan yang melibatkan 2 negara atau lebih, sehingga dalam transaksi perdagangannya pun kedua belah pihak terlibat. Saat negara A mengekspor produknya ke negara B maka harus terjadi kesepakatan diantaranya. Namun apabila negara B tak dapat memenuhi harga, maka transaksi batal.

 

5.      Pendapatan suatu negara

 

Membangun pabrik di suatu negara yang menjadi sumber bahan produksi dapat menjadi alternative dan kebijakan dari MNC untuk memaksimalkan efisiensi pengadaan bahan baku dan aliran barang.

 

6.      Kebijakan ekonomi

 

Teori yang berhubungan dengan keberadaan MNC dalam perekonomian internasional adalah teori dependensi. Berakar dari pandangan Marxis, teori dependensi cenderung tidak memandang keberadaanMNC sebagai hal yang positif dalam perdagangan internasional. Menurut teori ini, perusahaan luar negeridipandang sebagai perwujudan organisasional dari modal internasional, yang beroperasi denganmemanfaatkan dominasi modal dari negara-negara inti (negara-negara maju/core) pada negara periferi dansemi-periferi (negara-negara miskin dan sedang berkembang). Teori dependensi juga mengatakan bahwaMNC akan mengakibatkan distorsi pada perekonomian nasional dengan mendorong produsen lokal keluardari perekonomian domestik sambil terus menghisap modal domestik. MNC juga dinilai bertanggung jawabdalam merusak otonomi nasional dari negara berkembang, karena MNC mampu menjalin aliansi denganelit-elit lokal dan para teknokrat untuk kemudian menuntut pemerintah demi mewujudkan kepentinganpribadinya. Kapabilitas MNC yang superior juga dinilai mampu memberikan MNC posisi tawar yang tinggisaat berhadapan dengan pemerintah lokal. Sebagai akibatnya, pemerintahan negara berkembang cenderungtidak dapat bernegosiasi pada kedudukan yang sama dengan MNC, dan karenanya pemerintahan lokal akancenderung menuruti kepentingan MNC.

 

7.      Budaya

 

Jika MNC berdiri di suatu negara yang tingkat konsumtifnya rendah maka perusahaan tersebut tidak akan berkembang. Sebagai contoh adalah pendirian pabrik roller blade di Indonesia. Saat ini roller blade tidak booming di Indonesia, jika ada suatu perusahaan MNC yang mengeluarkan produk roller blade sudah dapat dipastikan bahwa penjualannya tidak akan menguntungkan.

 

8.      Pertumbuhan ekonomi

Sama seperti point 5 di atas bahwa suatu negara miskin menjadi faktor saat akan mendirikan pabrik.

 

9.      Situasi keamanan

 

10.  Hutang luar negeri

 

11.  Neraca perdagangan

 

 

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Internasional :

 

1.      Lingkungan keuangan internasional

Keuangan internasional otomatis akan melibatkan transaksi lebih dari sekedar keuangan domestic.

2.      Pembelajaran operasi internasional

3.      Investasi di luar negeri

 

 

Metode Menjalankan Bisnis Internasional :

 

1.      Membangun pabrik dan atau akuisisi

Pembukaan cabang perusahaan di luar negeri memiliki beberapa dampak diantaranya :

Kelebihan :

·         Perusahaan memiliki control penuh terhadap pemasaran, penentuan harga, keputusan produksi, dan mempertahankan kelebihan teknologi.

·         100% laba menjadi hak perusahaan

Kekurangan :

·         Resiko lebih besar, diantaranya menyangkut fluktuasi kurs mata uang negara bersangkutan, kebijakan politik dan lain – lain yang telah disebutkan dalam resiko MNC.

 

2.      Lisensi – royalty

Lisensi adalah pemebrian hak (intangible rights) kepada perusahaan asing, yang meliputi pemberian hak untuk memproses, hak paten, program, merk, hak cipta atas keahlian.

Kelebihan :

·         Pemberi lisensi menerima tambahan keuntungan disbanding hanya terpaku pada suatu proses/metode di dalam negeri

·         Dapat memperluas siklus hidup produk perusahaan

·         Pemberi lisensi mengalami peningkatan penjualan atas pergantian suku cadang luar negeri.

·         Penerima lisensi akan mendapat hak memproses dan teknologi, sehingga mengurangi biaya riset dan pengembangan.

Kekurangan :

·         Membatasi kesempatan mendapatkan keuntungan di masa depan karena hak khusus perusahaan diperluas sampai periode tertentu.

·         Pemberi lisensi kehilangan control terhadap kualitas produk dan proses, penyalahgunaan kekayaan, dan bahkan perlindungan terhadap reputasi perusahaan.

 

 

boy pusaka

 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

Banner
Situs Edukasi Entrepreneur Muda
Banner
Situs Ekonomi Pertahanan
Copyright © 2013 eLearning KuliahPedia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.