Home Kewirausahaan
Kewirausahaan
Strategi Untuk Memenangkan Persaingan PDF Print E-mail
Written by pranadita riksa   
Thursday, 17 January 2013 18:00

Semakin hari penduduk dunia bertambah jumlahnya.Ini dikarenakan angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian.Tentunya fenomena ini menjadi sesuatu yang harus dipikirkan karena sumber daya yang dimiliki di dunia sangat terbatas jika manusia tidak kreatif dalam pengelolaannya.

Sebenarnya hal ini memiliki 2 sisi yaitu sisi positif dan negatif dan mungkin akan ada tanggapan yang lain mengenai kejadian ini. Menurut penulis, sisi positifnya adalah semakin besarnya peluang munculnya orang-orang yang kreatif di dunia yang dapat membawa dunia ke arah yang lebih baik. Sisi negatifnya, akan memunculkan persaingan yang lebih kompetitif. Kenapa persaingan kami anggap sebagai sisi negatif? Jika sebuah persaingan dilakukan atau dijalani dengan cara-cara yang tidak merugikan dirinya sendiri dan lingkungannya tentu tidak akan menjadi masalah tetapi penulis melihat persaingan yang ada di zaman sekarang banyak dilakukan dengan cara yang tidak sesuai dan bahkan merugikan lingkungan sekitar. Oleh karena itulah, penulis mencoba membuat makalah singkat mengenai persaingan terutama di dalam ruang lingkup usaha atau bisnis.

Last Updated on Friday, 18 January 2013 01:49
 
Apa itu Wirausaha? PDF Print E-mail
Written by choirul umam   
Sunday, 13 January 2013 13:12

 

Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha.Wira dapat berarti mulia, luhur, unggul, serta usaha berarti kemampuan melakukan usaha atas kekuatan sendiri. Jadi, wirausaha berarti manusia unggul dalam usaha atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Dalam rangka menjadi seorang wirausahawan yang tangguh, seseorang harus memiliki beberapa ciri tertentu antara lain sebagai berikut:

 

  1. Memiliki keberanian untuk mengambil risiko dalam menjalankan usaha.

  2. Memiliki daya kreasi, imajinasi dan kemampuan yang tinggi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.

  3. Memiliki semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.

  4. Mengutamakan efisiensi dan penghematan penghematan biaya.

  5. Memiliki kemampuan untuk memotivasi bawahan atau partner usaha agar mempunyai kemampuan tinggi.

  6. Memiliki cara analisis yang tepat, sistematis dan metodologis.

  7. Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh, baik untuk memperluas usaha yang sudah ada maupun menanamkannya pada usaha-usaha yang baru.

  8. Memiliki kemampuan dalam menilai kesempatan yang ada serta membawa teknik-teknik baru dalam mengorganisasi usaha-usahanya secara tepat dan efisien.

Apa saja ciri-ciri seorang Wirausaha?

 

  • Berjiwa keras dalam bekerja

  • Mandiri

  • Cerdas dalam menciptakan dan meraih peluang bisnis

  • Jujur, hemat dan disiplin

  • Mampu berfikir dan bertindak bijak

  • Tangguh dan berani mengambil resiko

  • Kreatif dan produkstif

  • Inovatif

  • Berperilaku antisipatif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungannya

  • Bersifat melayani pelanggan untuk memuhi kepuasannya.

 

Syarat menjadi seorang wirausaha?

 

  • Memiliki kemampuan modal yang kuat untuk berkarya dengan semangat kemandiriannya

  • Mampu memecahkan masalah dalam mengambil keputusan

  • Memiliki keberanian mengambil resiko

  • Mempunyai keingan yang kuat untuk belajar, dan bertindak inovatif kreatif

  • Bekerja keras, tekun dan teliti dan tidak pernah merasa puas

  • Mampu menghasilkan karya baru yang berlandaskan etika bisnis yang sehat.

 

Oleh karena itu, hal yang terpenting menjadi seorang wirausaha adalah mau bekerja keras, kreatif dan inovatif serta siap berwirausaha. Tanpa kerja keras, cita-cita kita tidak akan bisa terwujud, tanpa ide kreatif dan inovasi kita tidak dapat bersaing di dunia luar, dan tanpa kesiapan yang matang seseorang tidak akan mendapat keberhasilan. Untuk itu sebagai generasi muda kita harus persiapkan masa depan kita sebaik mungkin. Apabila nanti suatu saat datang sebuah kesempatan kita dapat memanfaatkannya dengan baik.

 

 

Last Updated on Friday, 18 January 2013 01:53
 
Seperti apakah seorang pemimpin yang baik? PDF Print E-mail
Written by choirul umam   
Sunday, 13 January 2013 13:11

Menurut William Glasser dalam bukunya, Choice Theory, menyebutkan delapan ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.

 

  1. Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.

 

  1. Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan

Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas Anda sebagai atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan bawahan Anda cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

 

  1. Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan

Tak hanya kritik, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat memotivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.

 

  1. Berikan ruang untuk kesalahan

Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan.

 

  1. Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur

Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya.

 

  1. Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat

Seringkali bawahan Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.

 

  1. Bersikaplah ramah

Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.

 

  1. Tak kenal maka tak sayang

Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa Anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja.

 

Diluar dari ciri prilaku seorang pemimpin yang telah disebutkan, saya yakin setiap orang bisa menjadi seorang pemimpin yang baik. Dan untuk menjadi seorang pemimpin perlu adanya sebuah proses dan pembelajaran yang pastinya memerlukan kemauan yang kuat. Untuk itu, sudah saatnya kita bersikap sebagai seorang pemimpin yang baik (bukan sebagai follower). Dengan begitu kelak kita akan menikmati hasilnya dan dapat mempertanggungjawabkannya dihadapan pencipta kita.

 

 

 

Last Updated on Friday, 18 January 2013 01:52
 
Enterpreneurship PDF Print E-mail
Written by Hary Nugraha   
Friday, 07 December 2012 12:48

Pernyataan Para ahli Mengenai Wirausaha

 


1. RAYMOND W.Y. KAO


Wirausahaadalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu gagasan menjadi realita.

2. RICHARD CANTILLON


Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumberdaya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi

3. SCHUMPETER


Wirausaha merupakan inovator yang tidak selalu menjadi inventor (penemu)

4. SYAMSUDIN SURYANA


Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan.

5. PRAWIROKUSUMO


Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumberdaya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup

6. Richard Cantillon (1775)


Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan dating dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inilebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.

 

7. Jean Baptista Say (1816)


Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

 

 

8. Frank Knight (1921)


Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang wirausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerialmen dasar seperti pengarahan dan pengawasan

9. Joseph Schumpeter (1934)


Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bias dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumberdaya.

 

10. Penrose (1963)


Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam system ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

11. Harvey Leibenstein (1968, 1979)


Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan padasaat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

12. Israel Kirzner (1979)


Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.

13. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio


Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi kedalam kehidupan. Visi tersebut bias berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.

14. Peter F. Drucker


Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahaan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.

 

15. Zimmerer


Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Salah satu kesimpulan yang bias ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif.

16. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumberdaya, tenaga kerja, bahan dan factor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorangindividumungkinmenunjukkanfungsikewirausahaanketikamembentuksebuahorganisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya.

 

17. Wirausahawan adalah orang–orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesuksesan. Berwirausaha adalah suatu gaya hidup dan prinsip–prinsip tertentu akan mempengaruhi strategi karir pribadi.

Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

 

Ciri Atau Karakter Wirausahawan

A = ACTION

Action atau tindakan adalah karakter wirausaha. Menjadi wirausaha berarti mau mengambil inisiatif, mau melakukan ACTION, mau mengambil tindakan untuk mengambil peluang yang ada. Wirausahawan bukan sosok yang mudah berdiam diri. Mereka mengutamakan tindakan dalam kesehariannya.

C= CREATIVE

Wirausahawan itu sosok kreatif. Mereka mampu menciptakan/mengembangkan sesuatu yang mungkin sebelumnya dianggap biasa atau bahkan mustahil oleh banyak orang. Kreativitas tersebut membuatnya berhasil membuat nilai tambah dalam apapun yang digelutinya. Masalah mampu diubahnya menjadi peluang.
Mereka juga kreatif untuk menghadapi tantangan usaha yang dihadapi. Tantangan yang kian besar justru memompa semangatnya untuk lebih kreatif dalam menghadapi tantangan usaha.

T = TRUST

Wirausahawan memegang trust sebagai prinsip hidupnya. Dalam pengertian ke luar diri, trust berarti tekad untuk memegang kepercayaan konsumen. Mereka sadar, kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis.
Ke dalam diri, trust berarti percaya pada dirinya, pada apa yang di-ACTION-kannya. Wirausahawan punya rasa percaya diri untuk melakukan ACTION.

I = INDEPENDENT

Independent atau kemandirian menjadi jiwa wirausahawan. Mereka ingin bebas, ingin mengatur hidupnya sesuai yang dia mau. Wirausaha mandiri ingin bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka mau mewujudkan impian-impiannya lewat usaha mandirinya itu.
Kemandirian tersebut juga membuatnya sadar akan resiko yang mungkin terjadi, dan dia siap menanggungnya sebab telah memilih jalan wirausaha.

O = OPPORTUNITY

Opportunity atau kejelian melihat peluang/kesempatan adalah ciri wirausahawan. Dimana-mana dia temukan ide ide bisnis yang bisa menjadi peluang bisnis baru.
Kejeliannya melihat peluang tersebut bukan saja menghasilkan uang bagi dirinya sendiri, tapi banyak orang lainnya.

N = NO QUIT

Wirausahawan sejati tak pernah menyerah. Mereka tak pernah berhenti ACTION. Kegagalan tak pernah dianggapnya sebagai kegagalan. Setiap kali jatuh, dengan cepat mereka bangkit dan ACTION lagi. Mereka percaya kesuksesan itu pasti akan datang.

Kesuksesan itu tak datang tiba-tiba. Tapi melalui proses penuh keringat. Dan semuanya itu akan terbayar lunas saat menjadi wirausaha sukses.

 

 

Beberapa Cara Berwirausaha Yang Baik

Minat. "Pikirkan apa yang benar-benar Anda ingin lakukan. Mungkin sesuatu yang biasa dikerjakan di kantor Anda dulu, meskipun Anda tak menyukainya, atau justru sangat Anda sukai. Apapun bentuknya, hal tersebut bisa mengajarkan baik-buruk yang mungkin akan muncul saat memulai bisnis," ungkap Tara Gentile, konsultan wirausaha.

Guillebeau juga menyarankan untuk mendengarkan saran dari orang-orang terdekat, dan berkonsultasi dengan konsultan bisnis. Kemudian mulailah untuk membuat blog yang menjelaskan tentang bisnis Anda, membuka rekening khusus untuk bisnis, lalu mulai berbisnis.

Motivasi. Selain uang untuk menambah penghasilan, sebaiknya cari motivasi lain Anda untuk mulai berbisnis. Menurut Johnson, motivasi selain tambahan penghasilan akan membantu Anda agar tak hanya berorientasi pada uang semata. "Bagi saya, ini adalah suatu bentuk perlindungan dan upaya untuk menghindarkan keluarga saya dari pengalaman buruk tentang banyaknya slip tagihan yang datang," tukas Johnson.

Motivasi lain yang bisa menjadi alasan untuk berwirausaha adalah mungkin untuk membantu biaya pengobatan salah satu anggota keluarga. Mengetahui motivasi lain selain uang juga akan membuat Anda lebih mudah bertahan untuk melewati segala tantangan yang ada.

Side job. Pamela Slim, penulis buku Escape from Cubicle Nation, menggunakan istilah "sampingan" untuk menunjuk cara menghasilkan uang dengan berwirausaha. Terkadang orang selalu takut untuk memulai segala sesuatunya dari bawah, karena akan mempertaruhkan semua yang sudah didapatkan dari pekerjaan tetap. Memiliki pekerjaan sampingan tak hanya membuat Anda menjalankan sebuah bisnis baru dengan resiko kecil, tapi juga sekaligus sebagai rencana cadangan jika suatu saat Anda bermasalah dengan pekerjaan Anda.

"Para pekerja pun akan berpikir tentang kestabilan ekonomi perusahaan, meski tak benar-benar hancur, Anda tahu bukan hal yang baik jika hanya tergantung pada perusahaan," ungkapnya. Menurut survei yang dilakukan Elance, sebuah perusahaan freelance market, tiga dari 10 responden tetap bekerja di perusahaan sembari berwirausaha.

Jangan menjual barang yang sama.
Slim mengingatkan bahwa dalam berwirausaha, Anda sebaiknya tidak menjual produk yang sejenis dengan yang diproduksi oleh perusahaan Anda. Karena bisa saja, perusahaan Anda akan mengklaim berbagai produk yang Anda ciptakan saat Anda masih berada dalam jam kerja perusahaan.

Manfaatkan teknologi. Twitter, blog, Facebook, dan berbagai jejaring sosial lainnya merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk membangun sebuah bisnis kecil-kecilan. "Ini sangat mudah dilakukan siapa saja, dan sangat mudah membuat website untuk menjual produk Anda," ungkap Slim. Jika dulu, lokasi usaha merupakan salah satu halangan untuk menjual berbagai produk usaha Anda, maka kini Anda bisa membuat sebuah website di kota asal Anda, dan menjual produk Anda ke seluruh dunia.

Tambah teman. Sekarang ini, pemasaran melalui blog dan internet seringkali berfokus pada pentingnya membangun satu merek untuk menggalang hubungan yang erat antara Anda dan pelanggan. Namun, Gentile mengatakan hal tersebut bukanlah menjadi tujuan utama. Website yang dikelolanya setiap hari dikunjungi 1.000 orang, dimana jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan blog-blog para bintang ternama. Namun, yang paling penting adalah berapa jumlah uang yang bisa Anda dapatkan dari pengunjung blog tersebut.

Berhenti berencana dan bergeraklah. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha adalah terlalu lama berpikir dan menyusun rencana. "Sebagian besar orang sulit menemukan produk apa yang akan dijual. Mereka terlalu banyak berpikir detail, padahal yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulainya," ungkap Slim. Terkadang, banyak orang takut untuk memulai usaha karena mereka khawatir akan gagal dan ditolak pasar.

Optimis. "Kesuksesan tidak akan datang dengan instan, tapi butuh proses. Namun, jika Anda memulainya dengan rasa pesimis, semuanya akan gagal," ungkap Johnson. Inilah sebabnya keyakinan untuk berhasil dalam bisnis adalah hal yang sangat penting, karena berguna untuk memacu semangat Anda menghadapi setiap tantangan.

Menikmati hasil kerja keras Anda. Ada rasa puas dan kebanggaan tersendiri yang bisa Anda capai ketika Anda bisa menjalankan semua bisnis Anda dengan jerih payah Anda sendiri. Tak ada salahnya ketika bisnis Anda sudah membuahkan hasil, Anda sedikit menikmati liburan. Anda juga lebih bisa menikmati pekerjaan Anda dengan cara mengatur sendiri semua bisnis Anda dibandingkan saat Anda menjadi pekerja.

 

Pembahasan dan penjelasan

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang kewirausahaan/ kewiraswastaan / Entrepreneurship, maka sebaiknya kita menelaah dan merenung sejenak tentang Kerja dan kewirausahaan. Ada beberapa renungan mengapa kita harus bekerja dan mengapa kita harus berwirausaha antara lain :

  1. Apakah sesungguhnya bekerja itu ?

  2. Apakah hakekat kerja itu ?

  3. Buat apa kita bekerja ?

  4. Bagaimana kita dapat bekerja lebih baik lagi ?

  5. Haruskah kita bekerja ?

  6. Bukankah kerja itu melelahkan ?

  7. Bukankah pergi bekerja menjadi sebuah keterpaksaan ?

  8. Bagaimana proses kewirausahaan (Entrepreneurship) itu terjadi

  9. Kedua, apakah yang menjadi karakter para Wirausaha (entrepreneur)

  10. Masalah apa yang biasanya dialami para entrepreneur dan bagaimana cara mengatasinya

Jawabnya Saya Perlu Mencari Nafkah, sebanyak apakah nafkah yang mesti dicari dan bagaimana caranya ?
Agar bisa Sukses dalam bekerja atau berwirausaha maka kita minimal harus tahu perilaku kerja secara individual maupun secara organisasi. Kunci sukses secara individual antara lain :

  1. Keinginan besar untuk berhasil

  2. Keyakinan kuat bahwa sukses milikku

  3. Sikap mental posistif

  4. Pengetahuan khusus yang mendalam

  5. Daya imajinasi yang kuat

  6. Perencanaan yang teliti dan matang

  7. Kemampuan membuat keputusan yang jitu

  8. Ketekunan dan ketabahan menghadapi kegagalan

  9. Daya pikir yang tajam

  10. Kemampuan mengubah energi seksual menjadi energi kerja

  11. Emosi positif

  12. Kekuatan doa

  13. Indera ke enam yang berfungsi tajam

  14. Kemampuan mengelola 6 rasa takut utama ( takut miskin, kritik, sakit, dibenci, takut tua, dan takut mati)

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Kita dapat membagi kemampuan kognitip manusia ke dalam 6 tingkatan, yaitu :

  1. Tingkat Pengetahuan (Knowledge Level) Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas (quality management), orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk, dsb.

  2. Tingkat Pemahaman (Comprehension Level) Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yang diuraikan dalam fish bone diagram, pareto chart, dsb.

  3. Tingkat Aplikasi (Application Level) Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram atau pareto chart.

  4. Tingkat Analisis (Analythical Level) Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yang ditimbulkan.

  5. Tingkat Sintesa (Synthesis Level) Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

  6. Tingkat Evaluasi (Evaluation Level) Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yang sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dan sebagainya.

Hakekat Kewirausahaan

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak serta jiwa seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Dari pandangan para ahli dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru, inovatif adalah bertindak melakukan sesuatu yang baru.

Ciri-ciri dan watak kewirausahaan, menurut Meredith, et.a., dalam Suryana, 2001 : 8, antara lain :

  1. Percaya diri Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis,dan optimism

  2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif

  3. Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan

  4. Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik

  5. Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel

  6. Berorientasi ke masa depan Pandanga ke depan, perspektif

Dalam konteks bisnis, seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru atau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa. Adapun Karakteristik tipikal entrepreneur (Schermerhorn Jr, 1999) :

  1. Lokus pengendalian internal

  2. Tingkat energi tinggi

  3. Kebutuhan tinggi akan prestasi

  4. Toleransi terhadap ambiguitas

  5. Kepercayaan diri

  6. Berorientasi pada action

Unsur-unsur Kewirausahaan meliputi motivasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang. Yang dapat dijadikan peluang adalah : pengembangan teknologi baru, penemuan pengetahuan ilmiah baru, perbaikan produk barang dan jasa yang ada serta penemuan cara-cara baru yang menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.

Fungsi wirausaha adalah memperkenalkan barang baru, melaksanakan metode produksi baru, membuka bahan dan sumber-sumber baru serta pelaksanaan organisasi baru.Sedangkan Keuntungan kewirausahaan, antara lain :

  1. Otonomi, pengelolaan yang ‘merdeka’ membuatwirausaha menjadi seorang ‘boss’ yang penuhkepuasan

  2. Tantangan Awal & Motif Berprestasi,merupakan pendorong yang baik dan berpeluanguntuk mengembangkan konsep usaha yangmenghasilkan keuntungan

  3. Kontrol Finansial, bebas dalam mengelolakeuangan dan merasa sebagai kekayaan

  4. milik sendiriyang dapat diaturnya

Jenis Kewirausahaan (Williamson, 1961) adalah sebagai berikut :
1. Innovating Entrepreneurship


Bereksperimentasi secara agresif, trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif


2. Imitative Entrepreneurship


Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur


3. Fabian Entrepreneurship


Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali, apabila mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan.


4. Drone Entrepreneurship


Drone = malas. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersebut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain. Di banyak negara berkembang masih terdapat jenis entrepreneurship yang lain yang disebut sebagai Parasitic Entrepreneurship, dalam konteks ilmu ekonomi disebut sebagai Rent-seekers (pemburu rente). (Winardi, 1977).

Mitos Kewirausahaan

Sejak dikenalnya istilah kewirausahaan atau entrepreneurship pada abad 18 hingga sekarang, banyak mitos yang bermunculan. Untunglah seiring banyaknya penelitian yang dilakukan, sekarang kita dapat mengetahui bahwa beberapa mitos tersebut adalah salah.

Mitos yang banyak berkembang antara lain :

1. Entrepreneur adalah eksekutor, bukan konseptor


Meskipun benar bahwa entrepreneur selalu berorientasi pada tindakan bukan No Action Talk Only, namun entrepreneur sejati adalah mereka yang secara sistematis merencanakan segala langkahnya, salah satunya dengan penyusunan rencana bisnis yang baik. Konseptor adalah sama pentingnya dengan eksekutor.

2. Entrepreneur adalah dilahirkan, bukan diciptakan


Ide bahwa sifat entrepreneur tidak bisa diajarkan, bahwa sifat entrepreneur hanya bisa didapat dari bawaan DNA, adalah salah. Seperti disiplin ilmu lainnya, entrepreneurship memiliki model, proses, dan studi kasus yang dapat dipelajari oleh siapapun.

3. Entrepreneur sama dengan penemu atau inventor


Ide bahwa seseorang harus selalu menjadi penemu untuk menjadi pengusaha tidak sepenuhnya benar. Meski banyak penemu yang menjadi pengusaha, pada kenyataannya kebanyakan pengusaha adalah mereka yang berinovasi, bukan yang menjadi penemu. Kita ambil contoh Ray Kroc, yaitu sang pendiri Mc Donald. Ia tidak menemukan ide franchise restoran fast food. Namun berkat inovasiya ia mampu membuat Mc Donald dapat menjangkau setiap penjuru dunia.

4. Entrepreneur adalah orang-orang yang “aneh” secara akademis dan sosial.


Mitos yang berkembang adalah entrepreneur biasanya berasal dari kalangan orang-orang yang gagal di dunia akademis, misalnya para mahasiswa yang DO, atau orang-orang yang gagal di dunia pekerjaan, misalnya dipecat. Profesi entrepreneur pada waktu dulu dianggap sebagai pilihan yang posisinya jauh di bawah profesi eksekutif. Namun sekarang, entrepreneur adalah sosok pahlawan masyarakat dan profesinya telah sejajar dengan profesi manapun.

5. Entrepreneur memiliki standar profil yang baku.


Banyak buku dan artikel yang telah memaparkan daftar sifat yang dimiliki para pengusaha sukses. Namun fitrah manusia adalah memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Oleh karena itu, adalah hal yang sangat sulit untuk seseorang bisa memiliki semua sifat ideal entrepreneur. Faktor lingkungan, sifat perusahaan, dan pengusaha itu sendiri yang saling berinteraksi menyebabkan berbagai macamnya profil pengusaha.

6.  Uang adalah segalanya.


Benar bahwa perusahaan membutuhkan modal kapital untuk bisa bertahan dan berkembang. Meski begitu, modal bukanlah satu-satunya penyebab kegagalan perusahaan. Masalah keuangan seringkali dari masalah lain, seperti manajemen yang tidak kompeten, tidak memahami cara mengelola keuangan, perencanaan yang tidak matang, dan sebagainya. Banyak pengusaha sukses yang dapat mengatasi masalah kekurangan uang sambil ia mengelola usahanya.

7.  Entrepreneur memerlukan keberuntungan.


Berada di tempat yang benar pada waktu yang tepat adalah keberuntungan. Namun keberuntungan terjadi ketika peluang bertemu dengan perencanaan yang matang. Pengusaha sukses adalah mereka yang siap mengantisipasi situasi di masa depan dan mengubah peluang menjadi bisnis berprofit tinggi. Oleh karena itu, harus kita definisikan kembali apa keberuntungan sebenarnya, yaitu persiapan, motivasi, wawasan, dan sifat inovatif.

8. Rencana dan evaluasi sama dengan petaka.


Mitos ini sudah tidak berlaku lagi di dunia sekarang yang pasarnya sudah sangat kompetitif. Sebaliknya, kunci bagi kesuksesan perusahaan adalah mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan, menyusun jadwal yang jelas, mempersiapkan plan B jika ada masalah, dan penyusunan strategi.

9. Entrepreneur memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.


Adalah benar bahwa entrepreneur gagal berkali-kali sebelum mencapai kesuksesan. Mereka mengikuti motto utama : Jika Anda belum berhasil pertama kali, coba dan cobalah lagi. Kegagalan bisa memberikan banyak pelajaran berharga bagi mereka yang mau belajar. Namun statistik menunjukkan bahwa ”tingkat kegagalan tinggi” ini adalah salah kaprah.

10.  Entrepreneur sebagai pengambil risiko ekstrem.


Meskipun tampaknya entrepreneur berspekulasi dalam mengambil peluang bisnis, fakta yang ada adalah mereka sebagai pengambil risiko moderat, atau resiko yang telah diperhitungkan. Pengusaha sukses menyusun rencana dan mempersiapkan segalanya sebaik mungkin untuk bisa mengurangi risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha mereka.

 

Perusahaan Kecil dalam Lingkungan Perusahaan

Perusahaan kecil memegang peranan penting dala komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dala kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.

 

Ciri-ciri perusahaan kecil

Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :

· Manajemen berdiri sendiri. Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan mengambil keputusan.

· Investasi modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relativ kecil.

· Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.

· Ukuran secara keseluruhan relative kecil (penyelenggara di bidang operasinya tidak dominant)

 

 

Keuntungan Perusahaan Kecil

Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fleksibilitas gerak perusahaan dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal ini lebih memungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan relative kecil, sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat.

Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baikterutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan

 

Kelemahan Perusahaan Kecil

Perusahaan dengan ukuran apa saja (Besar, sedang, maupun kecil) selalu mengandung resiko. Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk. Kelemahan perusahaan kecil yang terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.

 

Mengembangkan Perusahaan Kecil

Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal: profil pribadi ( dalam kaitannya dengan kelayakan kredit, referensi-referensi, perincian pengalaman perusahaan), profil perusahaan ( dalam kaitannya dengan sejarah, analisis tentang para pesaing dan pasar, startegi persaingan dan rencana opersai, rencana arus uang kontan dan analisis pulang rokok ) serta paket pinjaman ( dalam kaitannya dengan jumlah yang diminta, jenis pinjaman yang diminta, alasan pembenaran, jadwalan pembayaran kembali- dan ketentuan-ketentuan pembayaran ). Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.

 

Kegagalan Perusahaan Kecil

Banyak faktor yang menyebabakan terjadinya kegagalan dalam perusahaan kecil. Sebagian penyebab kegagalan telah disebutkan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagihpiutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dana lain-lain.

Bila tanda-tanda tersebut kegagalan tersebut mulai terlihat, perlu dipikirkan tindak perbaikannya :

1. Mengurangi biaya operasi.

2. Berusaha untuk meningkatkan penjualan melalui perbaiakn metode pemasaran maupun iklan.

3. Peninjauan kembali kerugian-kerugian kredit untuk menghindari resiko-resiko buruk.

4. Memeriksa ulang posisi persediaan untuk menentukan kecukupan persediaan.

 

Perbedaan  kewirausahaan dan Bisnis kecil
Banyak guru , dosen ataupun pengusaha , berpendapat bahwa kewirausahaan dan bisnis kecil itu berbeda , padahal sama sekali tidak ada perbedaan nya, kenapa??
Karena antara kewirausahaan dan bisnis kecil :
1. mereka sama-sama berbisnis
2. pengukuran potensi bisnis sama
3. kapasitas dan varietas bisa dikatakan hampir sama karena membuat lapangan kerja
4. unsur permodalan hanya dilihat dari sudut pandang yang berbeda ketika memulai dan dimulai
5. jiwa enterpreneur yang dimiliki sama

6. ujung pangkalnya adalah pengembangan potensi enterpreneur sejatinya, apakah langgeng atau tidak

 

Kesimpulan

 

Enterpreneur dulunya adalah suatu bidang yang sama sekali tak pernah terfikirkan sebagai profesi justru sekarang banyak sekali orang yang meminati bidang ini, dan juga banyak sekarang yang berusaha melatih dirinya untuk menjadi seorang enterpreneur.

Juga dalam ini menurut kami bahwa enterpreneur dan bisnis kecil memanglah saling terkait, mengapa? Karena pada biasanya seorang enterpreneur yang biasanya akan memulai bisnisnya melalui pembuatan bisnis kecil yang pada akhirnya berujung kesuksesan bagi para enterpreneur yang sungguh-sungguh dalam menjalani bisnisnya.

Saran

Diharapkan pemerintah kita mau lebih menggalakan pelatihan enterpreneur ini agar semakin banyak enterpreneur muda yang bermunculan sehingga dapat membuat lapangan kerja baru bagi masyarakat kita dan juga secara tak langsung ikut membantu meningkatkan perekonomian negara kita.

Daftar Pustaka

 

http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/04/22/peranan-mata-kuliah-kewirausahaan-dalam-meningkatkan-minat-mahasiswa-untuk-berwirausaha/

http://buku.infogue.com/contoh_kumpulan_makalah_lengkap_terbaru

http://blogger-jepara.blogspot.com/2011/11/contoh-makalah-terbaru-2012-untuk-semua.html

http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/10/kewiraswastaan-dan-perusahaan-kecil.html

http://rohmatfapertanian.wordpress.com/2012/07/23/diktat-kewirausahaan-1/

 

Last Updated on Friday, 18 January 2013 02:10
 
THE NATURE OF ENTREPRENEURSHIP PDF Print E-mail
Written by INTAN PUTRI AGUNG ARIFIN   
Wednesday, 05 December 2012 07:57

 

•Kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan.Ilmu yang mempelajari tentang nilai,kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko.

 

•Wirausahawan adalah seseorang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang,me-manage sumber daya yang dibutuhkan serta mengambil tindakan yang tepat , guna memastikan sukses secara berkelanjutan.

 

•Untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses tidak hanya mempelajari mata kuliah kewirausahaan karena jika ingin menjadi kewirausahaan yang sukses harus ada motivasi karena motivasi hal yang paling utama untuk menjadi entrapreneur. Dan harus bisa melatih diri dengan wirausaha yang sudah handal tetapi bisa juga dengan kita melihat teman kita yang sudah berwirausaha ,disamping itu kita juga harus mempunyai skill juga imajinasi kreasi dan inovasi agar bisa mengembangkan jiwa kewirausahaan.

 

 

•Ciri-ciri jiwa wirausaha :

1.Percaya diri.

Adalah suatu keyakinan seseorang daalam menghadapi tugas pekerjaan dalam praktik serta mampu menyelesaika tugasnya tanpa ketergantungan dari orang lain,karena yakin terhadap kemampuan dirnya sendiri.

2.Berorientasi pada tugas dan hasil

Adalah selalu mengutamakan tugas dan hasil,mengutamakan prestasi dan berorientasi pada laba,kerja keras,inisiatif.berinisiatif yaitu mempunyai niat dan tekad yang kuat .

3.Keberanian mengambil resiko

Adalah kemauan dan kemampuan mengambil resiko.Jika dalam berwirausaha seorang entreupener tidak mau mengambil resiko maka selamanya tidak akan pernah bisa menjadi seorang wirausahawan,karena dalam berwirausaha dibutuhkan tekad dan niat yang kuat dalam mengambil resiko yang akan dihadapinya serta menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai.

4.Kepemimpinan

Adalah sifat yang selalu ingin tampil dan lebih menonjol dari yang lain.kreativitas dan keinovasiannya,ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkannya dengan lebih cepat berada di pasar.

5.Berorientasi ke masa depan

Adalah orang yang berorientasi ke masa depan yaitu orang yang memiliki perspektif da pandangan ke masa depan.Memiliki pandangan yang jauh ke masa depan karena ingin menciptakan hal yang berbeda dari masa sekarang meskipun banyak resiko yang dihadapinya tetapi tetap bernekad untuk mencari peluang demi pembaharuan ke masa depan.

 

 

 

6.Kreatifitas dan Inovasi

Kreatifiitas adalah berpikir sesuatu yang baru(thingking new things).kemampuan dalam mengembangkan ide-ide baru dan menghasilkan era-era hasil yang baru dalam memecahkan persoalan danmencari peluang agar dapat menciptakan sesuatu yang unik dan baru .

Keinovasian adalah melakukan sesuatu yang baru(doing new things) .Kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan persoalan untuk meningkatkan taraf hidup.

Oleh karena itu,kewirausahaan adalah “thinking and doing new things or old things in newnways” kewirausahaan adalah berpikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.

7.Memiliki Tenaga Dalam

Keulatan,ketabaahan,ketekunan,kejujuran,kedisiplinan,ketulusan,keikhlasa,kesopanan.

 

 

•Menumbuhkan mental wirausaha

Melalui :

1.Komitmen pribadi

Jiwa wirausaha ditandai dengan adanya komitmen pribadi pada diri sendiri agar dapat mandiri dan berpendirian kuat terhadap komitmen yang dibuat agar bertujuan mendapatkan hasil yang maksimal.

2.Lingkungan dan Pergaulan yang Kondusif

Dorongan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dapat berasal dari lingkungan teman,keluarga,karena dari mereka kita dapat beradaptasi dan berinteraksi tentag ide wirausaha.Karena dengan banyaknya pergaulan maka kita akan melihat dan berlatih tentang usaha apa yang telah mereka capai bisa kita lakukan.

3.Melalui Pendidikan dan Pelatihan.

Keneranian untuk membentuk jiwa wirausaha juga didorong oleh matakuliah wirausaha yang dosen berikan pada mahasiswanya agar dapat diminati oleh mahasiswa.

4.Karena Keadaan Terpaksa.

Orang sukses karena dipaksa oleh keadaan.mungkin awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan tapi karena dengan mencari uang penuh tantangan dan kerja keras maka orang itu jadilah wirausaga yang sukses.

 

 

•Sikap Negatif Profesi Wirausaha

Agresif,ekspansif,bersaing,ehgois,tidak jujur,kikir,penghasilan tidak stabil,kurang terhormat,pekerjaan rendah.

Pandangan seperti ini sebagian besar dianut oleh penduduk maka dari itu mereka tidak tertarik ,maka dari itu negara kita tertinggal oleh negara lain.karena landasan filosofis inilah yang menyebabkan rakyat Indonesia kurang meminati dunia bisnis yang menyebabkan kalah bersaing dengan negara lain.

 

 

Kuadran Pekerjaan

E

Employee

B

Business

S

Self Employee

I

Investor

 

 

 

 

• Investor orang yang penghasilan berupa passive in-come yaitu inocome yang tidak tergantung dia bekerja atau tidak ,penghasilan akan tetap datang pada si investor tersebut.

•Employee yaitu bekerja sebagai karyawan,jika penghasilan lebih besar dari pengeluaran akan ada saving untuk membeli asset.

Contohnya adalah pegawai bank,menejer,supervisor,ass.menejer,karyawan supermarket,spg,waitress,dll.

•Self Employee yaitu bekerja sendiri dengan keahliannya ,jika pengeluaran lebih kecil dari penghasilan maka ada saving yang jika diakumulasi untuk membeli asset.

Contohnya adalah dokter,artis,penyanyi,musisi,dosen,dll

•Bussines yaitu pengusaha yang memiliki bisnis degan sistem,sehingga tanpa diapun bisnis bisa jalan.

Contohnya adalah salon,Mcd,Pizzahut,Kfc,J.co,Giordano,dll.

 

 

•Ciri-ciri dasar Jiwa Wirausaha

ᵒTanggung jawab

ᵒKreativitas dan inovatif

ᵒPengambil keputusan yang baik

ᵒMotivasi kuat untuk maju.

 

 

•Wirausahawan yang baru harus mampu terjun ke masyarakat bisnis dengan kemampuan :

1.mengembangkan rencana bisnis dan pengetahuan aspek hukum.

2.pembuatan Proposal Studi Kelayakan Usaha (Bussines Plan).

Sebagai wirausahawan yang baru wajib mempunyai bisnis plan agar

3.Analisis Kegiatan Bisnis perusahaan.

 

 

Langkah-langkah Menjadi Entrapreneur

1.Self Assessment ,analisis S.W.O.T (Strange,weakness,Opportunity,Treatmen) atas sikap mental dan skill menjadi wirausahawan.

2.Penemuan ide,gagasan sesuai lingkup usaha : disesuaikan pula dengan keahlian dan

Kemampuan,dengan adanya banyak ide kita dapat melakukan berbagai macam usaha apa yang akan kita buat yang berbeda dari prang lain,dan menciptakan usaha baru.

3.Pengembangan gagasan : perencanaan gagasan termasuk keuangan,pemasaran,atau persaingan.

4.Sumberdaya yang dimiliki : disesuaikan dengan perencanaan

5.Pelaksanaan dan perhitungan hasil usaha.

 

 

Kegagalan para wirausahawan antara lain :

1.mindsetting yaitu masih belum berfikiran seorang entrepreneur masih berfiir pola empployye

2.Pembagian yang belum bisa mengena pada sasaran.

3.Konsentrasi yang tak terfokus pada satu bidang.

4.perencanaan yang tidak jelas.

5.Lalai dan capek bekerja sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

•Pertanyaan Mendasar sebelum ber-wirausaha :

1.Sikap mental : sudah siapkah anda dalam berwirausaha?

sudah siapkah dengan resiko nanti yang akan dihadapi ?

2.Jenis usaha : usaha dalam bidang jasa atau barang ?

Risiko dari barang atau jasa yang dijual.

3.Pasar : siapa konsumennya, lalu dimana akan dipasarkannya barang yang akan dijual dan Bagaimana cara promosi di pasaran tersebut.

4.Keuangan : berapa modal yang dikeluarkan untuk berwirausaha,berupa biaya priduksi, berapa harga jual nya dan keuntungan yang didapat,berapa jika membayar karyawan.

5.Sumberdaya manusia :dilaksanakan sendiri atau menyewa pekerja. Apa keahlian pekerja dan bagaimana cara melatih pekerja.

 

Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia modern

(Mohammad Ali),1990:609.

 

Definisi usaha adalah kegiatan dengan mengarahkan tenaga ,pikiran,atau badan untuk mencapai sesuatu maksud pekerjaan dan daya upaya.

Pakar lainnya Marbur mengatakan perusahaan yang belum dikelola secara atau lewat menejemen modern dengan tenaga profesional dan ataupun jumlah karyawan dan omset pertahun tidak begitu jelas karena sering tergantung situasi dan kondisi.

 

•Karakteristik usaha kecil :

1.mempunyai skala usaha kecil yang terbatas baik modal ,tenaga kerja atau orientasi pasar.

2.Banyak berlokasi dipedesaan dan kota kecil atau pinggiran.

3.status usaha milik pribadi atau kleluarga.

4.sumber tenaga kerja berasal dari lingkungan sosial bidaya

5.pola bekerja sering kali patuh waktu atau sebagai usaha sampigan.

6.memiliki kemampuan terbatas dalam teknologi.

7.strutur pemodalan sangat tergantung pada modal sendiri.

8.Ijin usaha sering tidak dimiliki dan persyaratan resmi sering tidak dipenuhi karena biaya ijin membutuhkan biaya mahal.

9.strategi perusahaan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang berubah-rubah.

 

Contoh : salon,restoran,tokobuku,toko kue,toko kaset,dll.

 

 

•Kelebihan perusahaan kecil :

1,fleksibel

2.lebih jelas dalam pengoperasian

3.pelayanan yang akrab

 

 

•Kekurangan perusahaan kecil :

1.keterbatasan kecakapan manajerial

2.kesulitan pengembangan dana

 

 

•Bisnis Keluarga

Adalah perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung dalam kepemilikan atau jabatan.

 

•Keunggulan perusahaan keluarga

1.Memelihara nilai kemanusiaan ditempat kerja

2.memfokuskan pada pelaksanaa jangka panjang.

3.memperluas kualitas.

 

 

•Faktor-faktor penyebab kegagaln ;

1.Junlah pesaing ,tidak ada pembeli ,sulit melakukan perubahan.

2.Tingkat bunga tinggi,kekurangan modal.

3.perekonomian tidak menentu.

4.Kesalahan manajemen,rencana perusahaan kurang jelas.

5.Kesulitan pengembangan dana.

 

 

Upaya untuk Keberhasilan

1.pertumbuhan penjualan

Konsumen menyukai produk atau jasa yang akan dibeli sehingga banyak diminati oleh konsumen tersebut.

Periode pertumbuhan penjualan melebihi dibandingkan dengan tahun sebelumnya

Mengetahui alasan konsumen mengenai produk yang dibeli.

2. Harga yang kompetitif.

Mengikuti keberhasilan perusahaan yang jadi acuan dan menganalisa cara mengurangi biaya.

3.Kualitas tinggi

Informasi konsumen dari mulut ke mulut da komentar konsumen mengenai survey dilapangan,dan mengembangkan program tersebut.

 

 

•Bentuk perusahaan

1.Usaha mandiri

Usaha mandiri,usaha modal bersama(partnership),koperasi,dan perseroa terbatas (CV).

Kelebihan : mudah didirikan,keuntungan usaha milik pribadi,pengawasan langsung sata operasional.

Kekurangan : pertanggung jawaban hukum tidak terbatas,kesulitan mengembangkan modal,keterbatasan keahlian menejemen,sulit mendapat karyawan proffesional,keidupan perusahaan tidak stabil,aeluruh kerugian ditanggung perusahaan.

 

2.Usaha Bersama (partnership)

Perusahaan dikelola dua orang atau lebih dalam membangun sebuah usaha dengan ikatan perjanjian formal secara notariat.

Aspek positif : mudah didirikan,ketersediaan modal,keanekaragaman kecakapan dan keahlian ,keluwesan.

Aspek negatif : ketidakterbatasan kewajiban,potensi terjadinya konflik,pembagian laba.

 

 

SUMBER : Suryana. 2006, KEWIRAUSAHAAN. Jakarta: Salemba Empat

Last Updated on Friday, 18 January 2013 02:09
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 34
Banner
Situs Edukasi Entrepreneur Muda
Banner
Situs Ekonomi Pertahanan
Copyright © 2013 eLearning KuliahPedia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.