Home Berita Guru Boleh Tidak Tahu Tapi Jangan Aib Akui Kesalahan

Guru Boleh Tidak Tahu Tapi Jangan Aib Akui Kesalahan

150
0
Guru Boleh Tidak Tahu Tapi Jangan Malu Akui Kesalahan Guru Boleh Tidak Tahu Tapi Jangan Malu Akui Kesalahan
Guru boleh tidak tahu dan jangan aib untuk mengakui kesalahannya.

Guru diimbau tidak aib mengakui kesalahan, alasannya hal itu menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan penguatan karakter. Menurut pemerhati pendidikan dari Yayasan Cahaya Baru, Henny Supolo, guru yang mengakui kesalahannya, tahu lingkungannya dan ingin memperbaikinya, mengatakan bahwa ia mempunyai kemerdekaan berpikir.

“Guru boleh tidak tahu dan jangan aib untuk mengakui kesalahannya,” kata Henny yang kutip dari Antara (15/08/17).

Selain itu, guru yang dibutuhkan dalam penguatan huruf yaitu guru yang siap menjadi murid. Jika itu terjadi, maka masyarakat tak perlu lagi khawatir dengan pendidikan huruf anak.

“Guru yang siap menjadi murid maka ia menyadari bahwa dirinya bukan satu-satunya sumber ilmu”, ujar Henny.

Selain perubahan paradigma terhadap guru, pendidikan penguatan huruf dan literasi sangat dibutuhkan lantaran mengembalikan pada pendidikan berkebudayaan.

“Pendidikan tidak lagi menyiapkan anak ke dalam slot pekerjaan dan tidak lagi mencari tetapi juga menjadi langsung yang berpengaruh serta ada kompetensi yang diiringi dengan kualitas karakter,” kata Anggota Tim Penguatan Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Prof Djoko Saryono.

Pendidikan penguatan huruf dan gerakan literasi diiringi juga bersama antisipasi perubahan yang destruktif. Makara bukan sekadar menyembuhkan penyakit tetapi pendidikan huruf memulangkan kembali ke substansi pemberdayaan sehingga menjadi langsung utuh yang berakhlak mulia.

“Anak kini tidak hanya disebut generasi milenial tetapi juga di sisi lain sebagai “strawberry gen”. Indah, lezat tapi simpel rusak. Oleh lantaran itu perlu pendidikan penguatan huruf yang sempurna untuk generasi ini,” kata Djoko.

Rekomendasi :   Pendaftaran CPNS Formasi Daerah Tahun 2018