Beranda Kurikulum Kurikulum Raudhatul Athfal (Ra) Menurut Hukum Terbaru 2016

Kurikulum Raudhatul Athfal (Ra) Menurut Hukum Terbaru 2016

129
0
 Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor  Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) Berdasarkan Aturan Terbaru 2016

Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) (KTSP dan 2013) Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489  Tahun 2016

Kurikulum berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Bab I Pasal I poin 19 yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Amanat yang tertuang dalam UU Sisdiknas tersebut juga ditegaskan bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip keragaman semoga memungkinkan penyesuaian acara pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di tempat dan penerima didik.

Pendidikan bagi anak yaitu pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, dan mengasuh serta pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak, dan kecerdasan spritual (Agama).

Di dalam lampiran peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) No. 146 tahun 2014 wacana Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dinyatakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yaitu kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).

Artinya kurikulum di tingkat satuan pendidikan termasuk satuan Raudhatul Atfhal sanggup diperkaya dengan menambahkan keunggulan lokal/ kekhasan lembaga/mengadopsi kurikulum dari negara lain sehingga sangat memungkinkan adanya karagaman dalam kurikulum operasional yang di kembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Merujuk pada ketentuan tersebut di atas, maka Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan keharusan yang disusun oleh dan dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing.

Permasalahan kurikulum Raudhatul Athfal (RA) diatur secara rinci berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 3489 Tahun 2016 wacana Kurikulum Raudhatul Athfal (RA).

Untuk mempelajarinya, kami menyediakan tautan download Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489 Tahun 2016 tersebut sebagai berikut:

Berikut yaitu kutipan dari Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489 Tahun 2016:


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 3489 TAHUN 2016

TENTANG
KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan pada Raudhatul Athfal semoga sesuai dengan standar nasional pendidikan perlu adanya Kurikulum Raudhatul Athfal;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu memutuskan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam wacana Kurikulum Raudhatul Athfal;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2003 No. 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4301);

2. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4586);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik indonesia tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah nomor 13 Tahun 2015 wacana Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 45 Tambahan Lembaran negara Repiblik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 wacana Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4769);

5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang
Pengembangan Anak usia Dini Holistik-Integratif;

6. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang
Kementerian Agama;

7. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
592) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun
2015 wacana Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 348

8. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 wacana Organisasi dan tata Kerja Instansi vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 851);

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
137 Tahun 2014 wacana Standar Nasional Pendidikan
Anak usia Dini;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
146 tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan
Anak usia Dini;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum
2006 dan Kurikulum 2013;

12. Peraturan Menteri Agama Nomor 60 Tahun 2015 wacana Perubahan atas Peraturan menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 wacana Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah;

13. Keputusan Menteri Agama Nomor 117 Tahun 2014
Tentang Implementasi Kurikulum 2013 di madrasah;

14. Keputusan Menteri Agama Nomor 165 tahun 2014
Tentang Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab;

15. Keputusan Menteri Agama Nomor 207 Tahun 2014
Tentang Kurikulum Madrasah;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TENTANG KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL.

KESATU : Menetapkan Kurikulum Raudhatul Athfal sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan potongan tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
KEDUA : Kurikulum Raudhatul Athfal sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan Raudhatul Athfal.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 Juni 2016

DIREKTUR JENDERAL, TTD
KAMARUDDIN AMIN

LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR : 3489 TAHUN 2016
TENTANG
KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bismillahirrahmanirrahiim

Artinya: Niscaya Yang Mahakuasa meningkatkan derajat orang-orang yang beriman di antara kau dan yang mempunyai Ilmu ( Q.S. Mujadillah : 11)

Kurikulum berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Bab I Pasal I poin 19 yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Amanat yang tertuang dalam UU Sisdiknas tersebut juga ditegaskan bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip keragaman semoga memungkinkan penyesuaian acara pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di tempat dan penerima didik.

Pendidikan bagi anak yaitu pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, dan mengasuh serta pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.

Artinya:
“anak dilahirkan dalam keadaan Fitrah orangtuanyalah yang menjadikan
Yahudi, Kristen atau Majusi”.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak, dan kecerdasan spritual (Agama).

Di dalam lampiran peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) No. 146 tahun 2014 wacana Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dinyatakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yaitu kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).

Artinya kurikulum di tingkat satuan pendidikan termasuk satuan Raudhatul Atfhal (RA) sanggup diperkaya dengan menambahkan keunggulan lokal/ kekhasan lembaga/mengadopsi kurikulum dari negara lain sehingga sangat memungkinkan adanya karagaman dalam kurikulum operasional yang di kembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Merujuk pada ketentuan tersebut di atas, maka Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan keharusan yang disusun oleh dan dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing.

B. Landasan Hukum

1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan
Nasional
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2005 wacana Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015.
5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini
Holistik–Integratif.
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 tahun 2014 wacana Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146 2014 tentang
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 wacana Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum tahun 2013 pasal 7.

C. Tujuan Pengembangan KTSP

1. Menjadi referensi bagi satuan pendidikan Raudhatul Atfhal dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang akan dilaksanakan di satuannya.
2. Menjadi panduan bagi pendidik dan kepala satuan Raudhatul Athfal dalam mengembangkan acara yang akan dijadikan acara layanan di satuan Raudhatul Athfal
3. Menjadi referensi bagi pembina Raudhatul Athfal di lapangan dalam memberikan pembinaaan dan penyediaan layanan Raudhatul Athfal.

D. Sasaran

1. Pendidik (Guru)
2. Pengelola Satuan Pendidikan
3. Pengawas dan Penilik
4. Pemangku kepentingan dari aneka macam unsur

E. Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

1. Berpusat pada anak
2. Kontekstual
3. Kompetensi dan Dimensi Perkembangan
4. Pembentukan kepribadian
5. Sesuai tahap perkembangan
6. Sesuai cara belajar
7. Holistik Integratif
8. Melalui Bermain
9. Membangun Pengalaman Belajar
10. Konteks Sosial Budaya

1. Berpusat pada anak dengan mempertimbangkan potensi, bakat, minat, perkembangan, dan kebutuhan anak, termasuk kebutuhan khusus. Kurikulum menempatkan anak sebagai pusat tujuan. Kurikulum yang disusun memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan tingkat usia (age appropriateness), selaras dengan potensi, minat dan karakteristik termasuk kebutuhan khusus anak secara individu (individual appropriateness). Kurikulum juga bersifat inklusif dengan mengakomodir kebutuhan dan perbedaan anak baik dari aspek jenis kelamin, sosial, budaya, agama, fisik, maupun psikis, sehingga semua anak terfasilitasi sesuai dengan potensi masing-masing tanpa ada diskriminasi.

2. Kurikulum dikembangkan secara Kontekstual
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan karakter daerah, kondisi satuan Raudhatul Athfal dan kebutuhan anak. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) bersifat operasional yang memungkinkan pengembangan sesuai dengan karakteristik, visi, misi forum masing- masing.

3. Mencakup semua dimensi kompetensi dan acara pengembangan Kurikulum disusun untuk mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang meliputi semua acara pengembangan nilai agama dan moral, fisik-motorik (motorik kasar, motorik halus, kesehatan dan sikap keselamatan), kognitif (belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, berpikir simbolik), Bahasa (memahami bahasa reseptif, mengekspresikan bahasa, keaksaraan), sosial-emosional (kesadaran diri, rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain, sikap prososial), dan seni (kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan bermacam-macam bidang seni lainnya).

4. Program pengembangan sebagai dasar pembentukan kepribadian anak Kurikulum dirancang untuk membangun sikap spritual dan sosial, bukan menjawab tes-tes, ujian, kuis, atau pengetahuan jangka pendek lainnya. Sikap spritual dan sosial yang dimaksud yaitu sikap yang mencerminkan sikap beragama, hidup sehat, rasa ingin tahu, sikap estetis, sikap kreatif, percaya diri, sabar, mandiri, peduli, menghargai dan toleran,
bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, jujur, tanggung jawab, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan orang remaja lainnya di lingkungan rumah, tempat bermain dan satuan pendidikannya.

5. Memperhatikan tingkat perkembangan anak
Kurikulum disusun dengan memperhatikan kesinambungan secara vertikal (antara tujuan pendidikan nasional, tujuan lembaga, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran) dan kesinambungan horizontal (antara tahap perkembangan anak: 4-5 tahun dan usia 5-6 tahun merupakan rangkaian yang saling berkesinambungan)

6. Mempertimbangkan cara anak belajar
Kurikulum mengakomodir pelaksanaan pembelajaran yang memungkinkan anak membentuk pengalaman berguru dengan cara berguru anak. Anak berguru mulai dari dirinya kemudian ke luar dirinya, dari konkrit ke abstrak, sederhana ke kompleks, gampang ke sulit yang di lakukan dengan cara melakukannya sendiri (hands on experience)

7. Holistik- Integratif
Kurikulum mengembangkan semua aspek perkembangan secara seimbang melalui layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, kesejahteraan maupun layanan proteksi anak. Layanan pedagogis berfokus pada stimulasi perkembangan anak terutama pada stimulasi perkembangan mental-intelektual dan sosial-emosioanal. Layanan kesehatan dan gizi terutama ditujukan untuk membantu pertumbuhan anak. Layanan proteksi ditujukan untuk memberi dukungan kondisi dan lingkungan yang nyaman dan aman, yaitu bebas dari kecemasan, tekanan dan rasa takut. Untuk melaksanakan layanan holistik-Integratif tersebut, satuan Raudhatul Athfal harus bekerja sama dengan Rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan Komisi Pelayanan dan Perlindungan Anak Indonesia (KPPAI).

8. Belajar melaui bermain
Proses membangun pengalaman bersifat aktif. Anak terlibat pribadi dalam kegiatan bermain yang menyenangkan. Selama bermain anak
menggunakan ide-ide gres mereka, berguru mengambil keputusan, dan memecahkan duduk masalah sederhana.

9. Memberi pengalaman belajar
Penyusunan kurikulum dan pelaksanaannya memberikan pengalaman berguru anak wacana aneka macam konsep keilmuan, teknologi, dan seni secara dinamis melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, sesuai dengan tahap perkembangan anak, nilai moral, karakter yang ingin dibangun, dan budaya Indonesia.

10. Memperhatikan dan melestarikan karakteristik sosial budaya
Kurikulum mempertimbangkan lingkungan fisik dan budaya ke dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan untuk membangun kesesuaian antar aneka macam hal untuk membentuk konsep gres wacana lingkungan dan norma-norma komunitas di dalamnya. Lingkungan sosial dan budaya berperan tidak sebagai obyek dalam kurikulum tetapi sebagai sumber pembelajaran bagi anak usia dini. Pengenalan sosial budaya semenjak usia dini dalam rangka memupuk rasa nasionalisme dan cinta budaya.

F. Acuan Operasional KTSP

Analisis Konteks——-Penyusunan—-Pengesahan

Kegiatan :
Menelaah peraturan perundang usul dan sumber rujukan
Hasil:
Memahami perundang-undangan sebagai dasar pengembangan kurikulum, visi-misi serta tujuan forum dan seni administrasi yang akan diterapkan.

1. Analisis Konteks
a. Satuan Raudhatul Athfal membentuk Tim pengembang Kurikulum
Satuan Raudhatul Athfal
b. Tim pengembang kurikulum melaksanakan analisis konteks dengan mempelajari aneka macam dokumen perundangan, kondisi, peluang, dan tantangan yang terkait dengan penerima didik, pendidik, sarana, prasarana, biaya, dan nilai-nilai yang mendasari, serta acara yang akan dilakukan.
Beberapa regulasi yang terkait dengan kurikulum adalah:
1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 wacana perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan.
3) Peraturan Pemerintah No.13 Tahun 2015 wacana Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan.
4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.137 Tahun 2014 wacana Standar Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai pengganti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No,58 Tahun 2009 wacana Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
5) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 tahun 2014 wacana Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
6) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014 wacana Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum2013 pasal
7.
7) Buku-buku terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, dan pola lainnya.

2. Penyusunan Dokumen KTSP Kegiatan :
Menyusun kurikulum oleh tim pengembang KTSP. Tim pengembang yang terdiri dari kepala satuan, pendidik, komite sekolah atau pihak lainnya.
Hasil :
Dokumen KTSP
a. Tim pengembang Kurikulum Satuan RA menyusun draft kurikulum dengan memperhatikan hasil analisis konteks di tahap sebelumnya.
b. Pembahasan draft kurikulum oleh semua Tim Pengembang untuk menelaah kembali kesesuaian kurikulum dengan perundangan dan tujuan lembaga.
c. Tim Pengembang melaksanakan review dengan memperhatikan masukan dan perbaikan-perbaikan.
d. Satuan RA memutuskan kurikulum Satuan RA
e. Sosialisasi Kurikulum kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, komite satuan/komite orang tua.
3. Pengesahan Dokumen KTSP RA
Mengajukan dokumen KTSP untuk disahkan oleh pejabat di dinas Pendidikan Kabupaten/kota atau pejabat kecamatan yang ditunjuk. Menerapkan dokumen yang telah disahkan oleh pendidik dan tenaga kependidikan di satuan RA yang bersangkutan untuk diterapkan bersama dan sebagai tanggung jawab bersama.
a. Kepala RA mengajukan Kurikulum Tingkat Satuan RA yang sudah ditetapkan oleh RA/Ketua Yayasan Ke Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk disahkan atau setidaknya diketahui.
b. Kementerian Agama Kabupaten/Kota dalam hal ini pejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya untuk menyetujui dokumen kurikulum untuk sanggup diterapkan di satuan RA yang bersangkutan.
c. Kepala RA/Pengelola menerapkan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di RA tersebut.

4. Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
A. Dokumen KTSP
KTSP —– Dokumen 1— Dokumen 2
Dokumen I di sebut juga dokumen induk berisi: Visi, Misi, Tujuan, Karakteristik Kurikulum, Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran dan Kalender Pendidikan yang berisi Program Tahunan yang ditetapkan di satuan RA.
Dokumen II disebut juga dokumen acara yang berisi Program Semester (PROSEM), Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan Harian (RPPH), dan Penilaian Perkembangan anak.
Lampiran terdiri dari Kalender Pendidikan, Standar Operasional
Prosedur (SOP), dan Tata Tertib Satuan RA.

OUTLINE KTSP RA
Naskah selesai KTSP RA yang akan dihasilkan sesuai dengan sistematika sebagai berikut:
Halaman Judul Kata pengantar Lembar Pengesahan Daftar isi
BAGIAN I. PROFIL LEMBAGA
A. Sejarah singkat forum RA
B. Struktur Kepengurusan Satuan Lembaga RA (Penyelenggara, Pengelola, guru dan Uraian Tugas)
C. Alamat dan Peta Lokasi Satuan Lembaga RA
D. Status Satuan forum RA (izin operasional, akreditasi)

BAGIAN II. DOKUMEN I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Dasar Operasional Penyusunan KTSP RA
3. Tujuan Penyusunan KTSP RA B. Visi, Misi dan Tujuan Satuan RA
1. Visi Satuan RA
2. Misi Satuan RA
3. Tujuan Satuan RA C. Karakterisrik
D. Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
E. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
F. Standar Operasional Prosedur

BAGIAN III DOKUMEN II
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanan Program Mingguan
C. Rencana Pelaksanaan Program Harian
D. Penilaian Perkembangan Anak
BAGIAN IV PENUTUP BAGIAN V LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2. Program Semester
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
5. Penilaian Perkembangan Anak
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan anak
7. Dan lain-lain yang dianggap perlu
BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan usang belajar.

B. Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum berisi program-program pengembangan, yang terdiri dari: (1) acara pengembangan nilai agama dan moral, (2) acara pengembangan fisik motorik, (3) acara pengembangan kognitif, (4) acara pengembangan bahasa, (5) acara pengembangan sosial-emosional, dan (6) acara pengembangan seni. Program pengembangan dimaksud yaitu perwujudan suasana berguru untuk berkembangnya perilaku, kematangan berpikir, kinestetik, bahasa, sosial emosional, dan bahasa melalui kegiatan bermain. Suasana berguru diartikan segala sesuatu yang sanggup mendorong minat anak untuk belajar. Anak sanggup berguru dengan baik apabila :
1. Orang-orang yang ada di sekitarnya menyenangkan. Guru yang ramah, memperlakukan semua anak secara adil, sahabat bermain yang saling menerima, komunikasi yang hangat, terbuka, santun, dan terjadi dua arah.
2. Lingkungannya menyenangkan. Tersedia alat main yang memadai, bersih, tertata dengan tepat sesuai dengan pertumbuhan fisik anak, dan sanggup dipakai oleh anak sesuai dengan pikirannya. Luas tempat di dalam dan di luar cukup untuk anak sanggup melaksanakan kegiatan dengan nyaman yaitu pijakan lingkungan yang sangat mendukung kebebasan anak berkreasi.
3. Proses pembelajaran yang mendukung kebebasan berpikir, tanpa tekanan, sedikit instruksi dan pembatasan dari guru. Guru memberi respon yang tepat ketika anak bertanya, memberikan penguatan disaat anak menemukan sesuatu/berhasil melaksanakan sesuatu, memberikan pemberian ketika anak memerlukan.
Terkait dengan pemaparan tersebut :
a. Program pengembangan nilai agama berarti ada guru yang menjadi teladan bagi pengembangan sikap yang bersumber dari nilai agama
dan moral. Ditunjang dengan lingkungan berguru yang mencerminkan penerapan nilai agama dan moral serta nilai-nilai lain yang berkembang dalam masyarakat. Dilaksanakan dalam proses berguru yang menyenangkan.
b. Program pengembangan fisik-motorik berarti ada guru yang mengerti kebutuhan dan memberikan kesempatan serta dukungan kepada anak untuk bergerak, berlatih motorik garang dan halus, serta membiasakan menerapkan hidup sehat. Tersedia tempat alat dan waktu yang sanggup dipakai anak untuk berlatih kekuatan, kecakapan, kelenturan, koordinasi tubuhnya untuk mencapai kematangan kinestetik dan pembiasaan hidup sehat. Dilaksanakan dalam proses berguru yang menyenangkan.
c. Program pengembangan kognitif berarti ada guru yang mengerti konsep pengetahuan fundamental yang sanggup dipelajari anak, memahami cara anak belajar, dan mendukung anak untuk, mencari tahu dan melakukan/mencoba untuk mencari jawaban dari keingintahuannya. Mengoptimalkan setiap ruang, alat materi dan insiden yang ada di lingkungan untuk mendoron kematangan proses berpikir anak. Dilaksanakan proses dalam berguru saintifik yang mendorong anak menjadi kritis, analitis, penilaian dalam setiap tindakan untuk menghasilkan cara mengatasi permasalahannya atau berkreasi.
d. Program pengembangan bahasa berarti ada guru yang menguasai teknik berkomunikasi yang tepat untuk membantu mencapai kematangan bahasa ekspresif dan reseptif. Tersedia tempat sumber, alat dan waktu yang sanggup dipakai anak untuk berlatih berbahasa dan mengenal keaksaraan awal. Dilaksanakan dalam proses berguru yang menyenangkan.
e. Program pengembangan sosial-emosional berarti ada guru yang memahami tahapan perkembangan sosial-emosional anak, mendukung berkembangnnya kesadaran mengenal perasaan diri, perasaan orang lain, menjadi contoh berprilaku pro-sosial bagi anak. Terciptanya lingkungan berguru yang menciptakan anak sanggup tumbuh kematangan sosial-emosional melalui proses berguru yang menyenangkan dengan dukungan pendidik.
f. Program pengembangan seni berarti ada guru yang memahami pengembangan seni bagi anak, memberi kesempatan, menyediakan tempat, waktu dan alat yang sanggup dipakai anak untuk bereksplorasi,
berekspresi dan mengapresiasi hasil karya dirinya dan orang lain baik dalam bentuk gerakan, musik, drama dan bermacam-macam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan dalam suasana yang menyenangkan).

C. Kompetensi Inti (KI)

Kemampuan yang diharapkan dicapai anak setelah mengikuti proses pembelajaran yang dirancang melalui kurikulum disebut kompetensi. Kompetensi dalam kurikulum PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) mengacu pada perkembangan anak. Kompetensi Inti PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada selesai layanan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) di usia 6 (enam) tahun.
Secara terstruktur kompetensi inti dimaksud mencakup:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan

KI-1 mencerminkan kecerdasan spiritual sebagai sikap kesadaran mengenal agama yang dianutnya. KI-2 mencerminkan kecerdasan sosial- emosional sebagai sikap dan sikap yang mengenal perasaan diri, orang lain, dan nilai-nilai sosial yang sesuai dengan norma serta budaya yang berlaku. KI-
3 mencerminkan kecerdasan logika matematika, bahasa, natural, dan seni. KI-4 mencerminkan kemampuan mudah yang diharapkan dikuasai anak dalam bentuk hasil karya, gagasan, dan motorik Kompetensi Inti sebagai dasar untuk pengembangan Kompetensi Dasar.
(Lihat Tabel Kompetensi Inti pada Lampiran : Tabel A)

D. Kompetensi Dasar (KD)

Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memerhatikan karakteristik, kemampuan awal anak.
Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut :
1. Kompetensi Dasar Sikap Spiritual (KD-1) dalam rangka menjabarkan KI-1
2. Kompetensi Dasar Sikap Sosial (KD-2) dalam rangka menjabarkan KI-2
3. Kompetensi Dasar Pengetahuan (KD-3) dalam rangka menjabarkan KI-3
4. Kompetensi Dasar Keterampilan (KD-4) dalam rangka menjabarkan KI-4)
(Tabel wacana Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar terdapat di Tabel B)

Memaknai Kompetensi Dasar
KD-1 dan KD-2 berupa sikap dan sikap yang diharapkan berkembang pada diri anak setelah mendapatkan stimulasi melalui kurikulum yang diterapkan di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Pencapaian KD-1 dan KD-2 dilakukan melalui kegiatan rutin yang diterapkan di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) sepanjang hari dan sepanjang tahun dengan pembiasaan dan keteladanan dari pendidik. KD-3 dan KD-4 berupa kemampuan pengetahuan dan keterampilan dikembangkan melalui kegiatan bermain yang terprogram melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang disusun oleh satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).

Apa yang harus dipahami guru dari setiap KD? KD-1. Sikap spiritual
(1.1) Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya
Sikap mempercayai adanya Tuhan ditenggarai dengan sikap anak mengetahui sifat Tuhan sebagai pencipta, mengenal ciptaan- ciptaan Tuhan, mengucapkan kalimat takjub ketika melihat ciptaan Tuhan. Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya (1) pembiasaan mengenalkan ciptaan Tuhan yang ada di lingkungan, berupa benda, tumbuhan, orang-orang sebagai ciptaan Tuhan, (2) pembiasaan mengucapkan kalimat takjub melihat ciptaan Tuhan, (3) membiasakan ibadah sehari-hari.

(1.2) Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan.
Sikap menghargai diri orang lain dan lingkungan terlihat dari sikap anak yang menghormati (toleransi) pada agama orang lain, terbiasa mengucapkan keagungan Tuhan ketika melihat ciptaan-Nya, terbiasa merawat kebersihan diri, tidak menyakiti diri atau teman, menghargai sahabat (tidak mengolok-olok) hormat pada guru dan orang tua, menjaga dan merawat tanaman, binatang peliharaan. Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya: (1) mengenalkan anak dengan
agamanya dan agama sahabat yang berbeda, (2) membiasakan anak saling menghormati sahabat ketika melaksanakan ibadahnya, (3) membiasakan mengucapkan kebanggaan sesuai dengan agama (misalnya Subhanallah untuk Islam) ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, (4) mengajak anak mengamati dan mengenal dirinya dengan baik sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang tepat dan bermanfaat atau mempunyai kegunaan bagi orang lain serta lingkungan sekitar, (5) berdiskusi dengan anak untuk menumbuhkan kesadaran bahwa dirinya, orang lain dan lingkungan sekitar yaitu mahluk ciptaan Tuhan yang penting dan saling memengaruhi, (6) mengajak anak merawat, memelihara dan mengembangkan dirinya, orang lain dan lingkungan sekitar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, (7) Anak diajak memikirkan apa yang akan dirasakannya bila salah satu fungsi alat-alat tubuh sakit atau tidak ada. Anak juga diajak mencicipi apa yang dirasakan jikalau tidak ada tumbuhan, tidak ada binatang dan lainnya, (8) pembiasaan mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan atas diri, orang lain dan lingkungan yang bermanfaat, (9) pembiasaan menghargai keberadaan orang lain (orang tua, keluarga, teman), (10) pembiasaan menyayangi binatang.

KD-2 Sikap Sosial
2.1 Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat.
Sikap hidup sehat tercermin dari kebiasaan anak makan-makanan bergizi seimbang, merawat kebersihan dari seperti; Mencuci tangan, menggosok gigi, mandi, berpakaian bersih, menjaga kebersihan lingkungan seperti; membuang sampah, menyayangi tanaman, menjaga keselamatan diri seperti; melindungi diri dari percobaan kekerasan, menghindari dari tempat dan benda berbahaya.
Upaya yang sanggup dilakukan guru, diantaranya: (1) mengenalkan dan membiasakan anak makan kuliner bergizi seimbang, (2) mencuci tangan yang benar, (3) menggosok gigi, (4) mandi, (5) berpakaian bersih, (6) membuang sampah, (7) menyayangi tanaman, (8) melindungi diri dari percobaan kekerasan, (9) menjaga keamanan diri dari orang, tempat dan benda berbahaya.

2.2. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap ingin tahu.
Sikap ingin tahu ditenggarai dengan kebiasaan anak yang selalu tertarik dan mencoba pada sesuatu yang gres atau yang belum biasa ia
lihat (eksploratif ), aktif bertanya, berusaha mencoba atau melaksanakan sesuatu untuk mendapatkan jawaban. Anak tumbuh rasa ingin tahunya, terpelihara rasa ingin tahunya, dan sanggup mewujudkan rasa ingin tahunya bila didukung oleh lingkungan yang tepat.
Upaya yang sanggup dilakukan guru untuk menumbuhkan dan memelihara rasa ingin tahu anak dengan cara: (1) membiasakan untuk mengamati, (2) memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan sesuatu dengan aneka macam cara, (3) merangsang anak untuk bertanya, (4) mendorong anak untuk selalu mencoba (5) mempelajari sesuatu lebih mendalam, (6) memfasilitasi kegiatan yang sanggup menarik minat untuk belajar.

2.3. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kreatif.
Sikap kreatif pada anak ditunjukkan pada kebiasaan anak yang mempunyai daya cipta, banyak gagasan, selalu aktif untuk melaksanakan sesuatu, berupaya untuk mengatasi duduk masalah yang ditemuinya, mempunyai inisiatif dalam bermain, berani menghadapi tantangan, senang melaksanakan hal-hal baru, tidak puas bila selalu mengulang hal yang sama, menggunakan benda atau materi berguru untuk menciptakan sesuatu yang baru, selalu, optimis, senang menerapkan pengetahuan dan pengalaman dalam situasi atau sesuatu yang baru.
Upaya yang sanggup dilakukan guru yaitu sebagai berikut: (1) Pendidik menyediakan alat dan materi yang sanggup dipakai dengan aneka macam cara, (2) membolehkan anak untuk bermain dengan caranya sendiri, (3) tidak banyak memberi instruksi dan pembatasan pada ketika anak beraktivitas dan berkarya, (4) membolehkan anak mencoba mengatasi duduk masalah yang dihadapinya, dan (5) menghasilkan karya yang berbeda dari biasanya.

2.4. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap estetis.
Sikap estetis nampak pada sikap anak yang peduli dan menghargai keindahan diri sendiri, karya sendiri atau orang lain, alam dan lingkungan sekitar, senang menjaga kerapihan diri, menjaga kerapihan dan kebersihan ketika berkarya, dan menghargai hasil karya baik dalam bentuk gambar, lukisan, pahat, gerak, atau bentuk seni lainnya, merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya.
Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya (1) membiasakan anak menjaga kebersihan dan kerapihan tubuh dan baju, (2) merapikan semua barang yang dimilikinya sebelum pulang, (3) mencoba merapikan kembali alat main yang sudah digunakannya, (4) menjaga kerapihan dan kebersihan pada hasil karyanya, (5) mengajak anak mendengarkan dan menikmati alunan lagu, (6) membiasakan ikut serta dalam menata lingkungan, (7) mengajak anak untuk menilai keindahan alam dan lingkungan sekitar, (8) tampil di depan teman, guru, orang renta dan lingkungan sosial lainnya, berani mengemukakan pendapat, memberikan keinginan, berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal sebelumnya dengan pengawasan guru, gembira memperlihatkan hasil karya, senang ikut serta dalam kegiatan bersama,tidak kuat pada penilaian orang wacana dirinya. Sikap percaya diri modal dasar bagi keberhasilan anak di masa depan.

2.5. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap percaya diri.
Sikap percaya diri anak ditunjukkan dengan sikap anak yang tidak ragu menyapa guru ketika penyambutan, berani tampil di depan teman, guru, orang tua, dan lingkungan sosial lainnya, berani mengemukakan pendapat, berani memberikan keinginan, berani berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal sebelumnya dengan pengawasan guru, gembira memperlihatkan hasil karya, senang ikut serta dalam kegiatan bersama, tidak kuat pada penilaian orang wacana dirinya. Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya: (1) membiasakan untuk menghargai pendapat anak, (2) menghargai hasil karya anak tanpa dibandingkan dengan sahabat lainnya, (3) memberikan kesempatan kepada anak untuk tampil memperlihatkan kemampuan dan hasil karyanya, (4) memberi kesempatan anak untuk melaksanakan sendiri bila anak tidak minta bantuan.

2.6. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap taat terhadap hukum sehari- hari untuk melatih kedisiplinan.
Sikap taat terhadap hukum ditunjukkan dengan sikap anak yang mengetahui akan haknya, bersedia mengikuti hukum secara sadar tanpa paksaan, bisa mengatur diri sendiri, tidak murka ketika diingatkan hukum oleh temannya, mengingatkan temannya bila bertindak tidak sesuai aturan.
Upaya yang sanggup dilakukan oleh guru diantaranya; (1) membiasakan menciptakan hukum bersama anak, (2) membiasakan mengulang hukum main bersama anak, (3) mengingatkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak, (4) mengingatkan kembali hukum pada anak yang bertindak tidak sesuai aturan, (5) menerapkan hukum secara konsisten semoga menjadi pembiasaan sehingga terbentuk sikap anak sesuai dengan yang diharapkan.

2.7. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) untuk melatihkedisiplinan.
Sikap sabar terlihat pada sikap anak yang memperlihatkan kesediaan diri untuk menahan diri, bersikap tenang, tidak lekas murka dan sanggup menunda keinginan, sikap mau menunggu giliran, mau mendengarkan ketika orang lain berbicara, tidak menangis ketika berpisah dengan ibunya, tidak gampang mengeluh, tidak tergesa-gesa, selalu menuntaskan gagasannya hingga tuntas, dan berusaha tidak menyakiti atau membalas dengan kekerasan.
Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya; (1) membiasakan anak untuk mengantri, (2) membiasakan memperlakukan anak dengan kasih sayang dan lembut, (3) membiasakan mendukung sikap sabar yang mulai ditunjukkan anak, (4) membiasakan mengajak anak untuk melaksanakan alternatif kegiatan ketika menunggu giliran, (5) membiasakan melatih anak mengungkapkan emosi secara masuk akal disaat murka dengan tidak berteriak atau menangis.

2.8. Memiliki sikap yang mencerminkan kemandirian.
Sikap berdikari ditunjukan dengan sikap anak yang tidak bergantung pada orang lain, terbiasa mengambil keputusan secara mandiri, merencanakan, memilih, mempunyai inisiatif untuk berguru atau melaksanakan sesuatu tanpa harus dibantu atau dengan pemberian seperlunya.
Upaya yang sanggup dilakukan oleh guru diantaranya; (1) memberikan kepercayaan pada anak untuk berpendapat, (2) membiasakan anak untuk menentukan tempat bermain sendiri, (3) membiasakan melaksanakan kegiatan gosok gigi, makan, menyiapkan baju, sepatu dan tas, membereskan alat main sendiri atau dengan sedikit pemberian bila diperlukan.
2.9. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu jikalau diminta bantuannya.
Sikap peduli ditunjukkan dengan sikap anak yang mengetahui perasaan temannya dan meresponnya secara wajar, mau menyebarkan dengan orang lain, menghargai hak/pendapat/karya orang lain, terbiasa mengindahkan dan memperhatikan kondisi teman, mau menemani sahabat melaksanakan kegiatan bersama, senang memperlihatkan pemberian pada sahabat atau guru, peka untuk membantu orang lain yang membutuhkan, bisa menenangkan diri dan temannya dalam aneka macam situasi, senang mengajak temannya untuk berkomunikasi, bereaksi positif kepada semua temannya.
Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya, (1) memberitahu anak situasi yang perlu dibantu (misalnya: ooo… ada banyak sampah disini teman-teman, lihat ada lalat datang, ayoo apa yang harus kita lakukan?), (2) membiasakan memperlihatkan pemberian kepada anak bila mereka terlihat memerlukannya, (3) mengajak anak untuk memberi pemberian pada teman, (4) mencontohkan untuk selalu terlibat dalam merawat kebersihan dan keindahan lingkungan, (5) menjaga alat main di dalam maupun di luar
ruangan, (6) membiasakan mengabsen secara partisipatif (misalnya “coba
lihat apakah semua sahabat kita sudah hadir disini?”), (7) membiasakan menanyakan mengapa temannya tidak hadir, (8) membiasakan menyebarkan kuliner jikalau ada sahabat yang tidak bawa bekal, (9) membiasakan menenangkan sahabat yang menangis, (10) membiasakan mengajak belum dewasa untuk menengok sahabat yang sakit, dan (7) membiasakan untuk bersedekah.

2.10. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain
2.11. Memiliki sikap yang sanggup menyesuaikan diri.
Sikap gampang mengikuti keadaan dengan lingkungan nampak dari Perilaku anak yang gampang mengikuti keadaan dengan aneka macam situasi, memperlihatkan kehati-hatian terhadap orang remaja yang belum dikenal, bersikap kooperatif dengan teman, menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menuntaskan masalah, sanggup mengikuti kegiatan transisi, tetap hening ketika berada di tempat gres dengan situasi gres contohnya ketika bertamu, berada di pusat perbelanjaan, atau
ketika bertemu dengan guru baru, menyesuaikan diri dengan cuaca dan kondisi alam.
Upaya yang sanggup dilakukan oleh guru diantaranya: (1) pembiasaan melaksanakan penyambutan anak sesuai 5S 1R (senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan ramah), (2) membiasakan menata kegiatan main yang bervariasi, (3) membiasakan menata ruang dan alat main yang sanggup diperkirakan atau dikenal anak, (4) menyusun kegiatan harian yang bersifat rutin dan dinamis, (5) membangun kerekatan antara lingkungan dengan anak sehingga anak merasa tidak absurd dengan situasi di PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), (6) Menyampaikan jadwal kegiatan bila ada perubahan dari yang biasanya untuk membantu anak lebih hening dan siap mengikuti kegiatan yang berbeda/berubah, (7) Mendiskusikan sikap yang diharapkan dari anak sebelum memasuki kegiatan baru, (8) Membiasakan untuk menyiapkan hal-hal khusus pada setiap perubahan cuaca dan kondisi alam.

2.12. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap tanggung jawab.
Sikap tanggung jawab terlihat pada sikap anak yang memperlihatkan bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri, kesediaan diri untuk mendapatkan konsekuensi atau menanggung jawaban atas tindakan yang diperbuat baik secara sengaja maupun tidak disengaja, mau mengakui kesalahan dengan meminta maaf, merapihkan/membereskan mainan pada tempat semula, mengerjakan sesuatu hingga tuntas, mengikuti hukum yang telah ditetapkan, senang menjalankan kegiatan yang jadi tugasnya (misalnya piket sebagai pemimpin harus membantu menyiapkan alat makan, dst).
Upaya yang sanggup dilakukan oleh guru diantaranya: (1) mengenalkan dan membiasakan anak untuk melaksanakan kegiatan secara fokus, (2) meminta anak untuk melaksanakan kegiatan hingga tuntas, (3) membantu anak untuk melaksanakan tugasnya, (4) mencontohkan untuk menyimpan dan merawat milik sendiri ataupun milik satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), (5) menghargai anak yang berani mengakui kesalahan, (6) memberi selamat kepada anak yang berhasil menuntaskan kiprah hingga tuntas, (6) membiasakan untuk melaksanakan hukum yang sudah ditetapkan.

2.13. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap jujur.
Sikap jujur tercermin dari sikap anak yang berbicara sesuai fakta, tidak curang dalam perkataan dan perbuatan, tidak berbohong,
menghargai kepemilikan orang lain, mengembalikan benda yang bukan haknya, mengerti batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, terus terang, anak senang melaksanakan sesuatu sesuai hukum atau kesepakatan, dan mengakui kelebihan diri atau temannya.
Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya: (1) membiasakan berkata benar, (2) membiasakan menepati janji, (3) mendiskusikan sikap baik dan kurang baik dengan anak, (4) mendiskusikan bila ada anak yang tidak sanggup berkata jujur, (5) menanggapi secara positif ketika anak berkata jujur dan melaksanakan hal-hal yang benar.

2.14. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, guru, dan teman.
Sikap rendah hati dan santun tercermin dari sikap anak yang tidak angkuh, ramah menyapa siapapun, bermuka riang ketika berbicara dengan siapapun, tidak suka melebih-lebihkan diri sendiri, berbicara dengan santun dan bunyi lembut, sederhana, tenang, tidak pamer, mempunyai sikap terbuka, tidak ingin menang sendiri, sopan dan hormat pada siapapun, menghargai sahabat dan orang yang lebih renta usianya.
Upaya yang sanggup dilakukan guru diantaranya: (1) dengan membiasakan anak mengucapkan kata-kata santun menyerupai terima kasih, maaf, permisi dan tolong dengan cara yang sopan, (2) menegur bila ada yang mengejek atau mencela teman, (3) mencontohkan untuk selalu menghargai hasil karya orang lain, (4) mencontohkan sikap yang menghargai pemberian orang lain dengan mengucapkan kata terima kasih, (5) membiasakan anak untuk mendengarkan ketika orang lain bicara, sabar menunggu giliran untuk berbicara atau mengemukakan pendapat, (6) membiasakan mengucapkan salam ketika bertemu dan ketika berpisah, (7) mengenalkan dan membiasakan berkata dan bersikap sopan pada teman, guru, dan orang tua. (8) mencontohkan selalu meminta maaf bila berbuat salah, berterima kasih bila dibantu, (9) menghargai semua sahabat dan tidak suka mengolok-olok atau jahil pada teman.

KD-3 dan KD 4 Pengetahuan dan Keterampilan
KD3 mengembangkan kemampuan pengetahuan dimana anak mengenal aneka macam pengetahuan fundamental yang terkait dengan kehidupannya sehari-hari, sedangkan KD 4 penekanannya pada kemampuan keterampilan yang terkait dengan pengetahuan yang sudah didapatkannya. KD 3 dan KD 4
untuk anak usia dini tidak didapat dipisahkan, lantaran disaat anak memperlihatkan keterampilan tertentu menggambarkan pula pengetahuan yang ia miliki. Karenanya dalam membangun pemahaman materi kedua kompetensi dasar tersebut selalu dipasangkan.

3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntutan orang remaja Memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan kegiatan beribadah sehari-hari sesuai dengan agama masing-masing anak meliputi doa-doa (doa sebelum dan sehabis belajar, doa sebelum dan sehabis makan, doa sebelum dan bangun tidur, doa untuk kedua orang tua), mengenal ibadah sehari-hari, mengenal hari-hari besar agama dan ibadah yang terkait dengan hari besar tersebut, tempat ibadah, dan tokoh-tokoh
keagamaan sesuai agamanya.
Upaya yang sanggup dilakukan guru antara lain: (1) mencontohkan tata cara berdoa, (2) mengenalkan doa-doa, (3) mempraktikkan berdoa, tertib dan teratur, sehingga anak bisa mengikuti kegiatan ibadah dengan atau tanpa tuntunan dari guru.

3.2 Mengenal sikap baik sebagai cerminan etika mulia
4.2 Menunjukkan sikap santun sebagai cerminan etika mulia
Memiliki pengetahuan dan keterampilan wacana sikap baik dan santun diubahsuaikan dengan agama dan adat setempat, contohnya tata cara berbicara secara santun, cara berjalan melewati orang tua, cara meminta bantuan, cara memberikan terima kasih setelah mendapatkan bantuan, tata cara berdoa, tata cara makan, tata cara memberi salam, cara berpakaian, mau membantu teman, orang tua, dan guru.
Upaya yang sanggup dilakukan oleh guru diantaranya: (1) mengajak anak berdiskusi wacana sikap etika mulia sesuai pengetahuan anak, (2) menceritakan tokoh yang berperilaku baik dan tidak baik, (3) mendiskusikan sikap yang disenangi dan tidak disenangi oleh teman- temannya. (4) mencontohkan tata cara sopan santun dalam aneka macam aktivitas, (5) mengajak anak menggunakan kata maaf, terima kasih atau permisi dengan atau tanpa bimbingan guru lagi

3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembagan motorik garang dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik garang dan halus
Memiliki pengetahuan dan keterampilan wacana anggota tubuh dan fungsinya, termasuk mengenal nama anggota tubuh, fungsi anggota tubuh, cara merawat, kebutuhan untuk menjadi anggota tubuh tetap sehat, sanggup melaksanakan aneka macam gerakan terkoordinasi secara terkontrol, seimbang, dan lincah untuk melatih motorik garang dalam kekuatan, kestabilan, keseimbangan, kelenturan, dan kelincahan. Kegiatan untuk latihan motorik garang antara lain merangkak, berjalan, berlari, merayap, berjinjit, melompat, meloncat, memanjat, bergelantungan, menendang, berguling dengan menggunakan gerakan secara terkontrol, seimbang dan lincah dalam menirukan aneka macam gerakan yang teratur (misal: senam dan tarian dll). Keterampilan motorik halus untuk melatih koordinasi mata dan tangan, kelenturan pergelangan tangan, kekuatan dan kelenturan jari-jari tangan, melalui kegiatan antara lain; meremas, menjumput, meronce, menggunting, menjahit, mengancingkan baju, menali sepatu, menggambar, menempel, makan. Dapat mengikuti permainan dengan aturan, terampil menggunakan ajun dan kiri dalam melaksanakan sesuatu.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak untuk mengamati, mengenali bagian-bagian anggota tubuh, (2) mengajak anak melaksanakan gerakan motorik garang dengan bermain tradisional menyerupai ular-ularan, ayam dan elang, senam irama, senam dengan alat, bermain bola tangan, bola kaki, bola keranjang, dll., (3) mengajak anak melatih motorik halus melalui kegiatan menari, bermain playdough, membentuk dengan tanah liat, mencocok, menggunting bentuk, melukis, menggambar, bermain pasir, bermain air, dll.

3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
Memiliki pengetahuan dan keterampilan wacana cara merawat kebersihan diri (misal: mencuci tangan, merawat gigi, mulut, telinga, hidung, olahraga, mandi 2x sehari; menggunakan baju bersih), menentukan kuliner dan minuman yang sehat, kuliner yang diharapkan tubuh semoga tetap sehat, cara menghindarkan diri dari kekerasan termasuk kekerasan seksual (melindungi anggota tubuh yang terlarang: mulut, dada, alat kelamin, pantat; waspada terhadap orang asing/tidak dikenal), cara
menjaga keamanan diri dari benda berbahaya (pisau, listrik, pestisida, kendaraan ketika di jalan raya), cara menggunakan toilet dengan benar tanpa bantuan, kebiasaan-kebiasaan jelek yang merusak kesehatan (makan permen, nonton tv jangka waktu lama,makan kekenyangan, tidur larut malam, dll).
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak mempraktikan pengetahuan dalam kegiatan kasatmata sehingga anak bisa melaksanakan sendiri maupun dengan bantuan, menyerupai membuang sampah pada tempatnya, menentukan dan mengkonsumsi kuliner dan minuman yang bersih, sehat, dan bergizi, menolong diri sendiri (mandi, makan, menggunakan baju, dll), (2) menjaga keselamatan diri (misalnya berjalan ditepi, berpengangan tangan ke orang renta ketika menyeberang jalan, dsb), (3) selalu menempatkan semua anak dalam jangkauan penglihatan guru, (4) semua ruangan dipastkan dalam jangkauan dan pengawasan guru.

3.5. Mengetahui cara memecahkan duduk masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
4.5. Menyelesaikan duduk masalah sehari-hari secara kreatif
Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menuntaskan duduk masalah sehari-hari secara kreatif, ditandai dengan sikap yang kritis, logis, terbuka, percaya diri, berani bertindak sesuai dengan pikirannya sendiri, dan mengetahui apa yang ingin dituju sehingga anak menyadari adanya masalah, mengetahui penyebab masalah, mempunyai gagasan dalam mengatasi duduk masalah (misalnya menggunakan jaket hujan ketika mau keluar dalam kondisi hujan), mau mencoba dengan aneka macam cara untuk mengatasi duduk masalah dengan caranya sendiri.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya diawali dengan mengajak anak untuk: (1) mengenali masalah, (2) memberi kesempatan kepada anak untuk menuntaskan masalahnya sendiri dengan caranya sendiri, (3) memberi dukungan kepada anak setiap ia mecoba mengatasi masalahnya, (4) menghargai setiap perjuangan yang dilakukan anak, (5) mengajak anak
obrolan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (mengapa ….,
bagaimana…., apa yang terjadi bila…., jika….., dst) untuk merangsang/memunculkan kemampuan anak mengenal duduk masalah sederhana dan mencari solusi secara kreatif. Pertanyaan tersebut sanggup dilontarkan kepada anak ketika mereka sedang bermain untuk meningkatkan dan memperluas gagasan bermainnya. Disaat anak
mengemukakan pikirannya untuk mengatasi duduk masalah tersebut sudah terbangun dasar kemampuan memecahkan duduk masalah dengan ktreatif.

3.6 Mengenal benda-benda di sekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
4.6 Menyampaikan wacana apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui aneka macam hasil karya
Memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan benda- benda di sekitar anak. Benda-benda di sekitar sebagai alat permaian untuk membangun pengetahuan anak tentang: warna, bentuk dua dimensi (persegi, segi tiga, bulat, segi panjang), bentuk tiga dimensi (kubus, balok, limas, tabung), ukuran (panjang-pendek, besar-kecil, berat- ringan, sebentar-lama), bilangan (satuan, puluhan), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), bunyi (cepat-lambat, keras-halus, tinggi-rendah), pengelompokkan (berdasarkan warna, bentuk, ukuran, fungsi, warna- bentuk, warna-ukuran, ukuran-bentuk, warna-ukuran-bentuk), seriasi (kecil-sedang-besar, sangat kecil-lebih kecil-kecil-besar-lebih besar-paling besar), AB-AB, ABC-ABC, AAB-AAB).
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak mengenal nama, warna, bentuk, ukuran, tekstur, suara, sifat, fungsi, dan ciri-ciri benda/obyek yang ada di lingkungan sekitar batu, daun, ranting, alat makan, dst) untuk dipakai bermain matematika, menyerupai membilang, mengukur, mengelompokkan, mengurutkan, membandingkan, menyusun pola, menciptakan grafik, menciptakan seriasi, (2) memberikan dukungan ketika anak menggunakan bermacam-macam alat, benda dan materi dengan menyebutkan, membedakan, menyamakan, mengelompokkan, menyusun pola, mengurutkan, membandingkan bentuk, ukuran, warna, besar-kecil, banyak-sedikit, panjang-pendek berat- ringan, tinggi-rendah baik disampaikan melalui lisan, menggunakan benda langsung, melalui gerakan, maupun melalui hasil karyanya. (3) memfasilitasi kegiatan yang bermacam-macam dengan melibatkan anak secara aktif untuk membangun pengetahuan dan keterampilan wacana pengenalan benda -benda disekitarnya.

3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
4.7 Menyajikan aneka macam karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll wacana lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
Merupakan pengetahuan dan keterampilan mengenai lingkungan sosial yang terkait wacana kehidupan dan dinamika masyarakat. Misalnya wacana keluarga (hubungan dalam keluarga, peran, kebiasaan, garis keturunan, dst), sahabat (nama, ciri-ciri, kesukaan, tempat tinggal dst), lingkungan geografis (pedesaan/ pantai/pegunungan/kota), kegiatan orang-orang (di pagi/sore hari, dst), pekerjaan (petani, buruh, guru, dll), budaya (perayaan terkait adat, pakaian, tarian, makanan, dst), tempat- tempat umum (sekolah, pasar, kantor pos, kantor polisi, terminal, dst), aneka macam jenis transportasi (transportasi darat, air, udara, transportasi dahulu, dan sekarang).
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak mengamati pribadi apa yang ada di lingkungannya, (2) mengajak anak serta mendorong anak menuangkan pengetahuannya ke dalam aneka macam bentuk karya dan anak memberikan hasil karyanya.

3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah,air, batu- batuan, dan lain-lain)
4.8 Menyajikan aneka macam karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, wacana lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
Pengetahuan dan keterampilan mengenal lingkungan alam Indonesia yang sanggup menjadi sumber berguru yang sangat kaya dan menguntungkan untuk dikenalkan pada anak. Berbagai pengetahuan wacana hewan, misalnya: jenis (nama, ciri-ciri, bentuk), berdasarkan lingkungan hidup (darat, udara, air), kuliner (herbivore, omnivore, carnivore), kelompok hidup (hewan ternak/peliharaan/buas), tumbuhan dikenalkandengan jenis (tanaman darat/air, perdu/batang, buah/hias/kayu, semusim/tahunan) bermacam bentuk dan warna daun dan bermacam akar), berkembang biak (biji/stek/cangkok/beranak/membelah diri/daun), cara merawat tanaman, dst, tanda-tanda alam (angin, hujan, cuaca, siang-malam, mendung, siklus air, dst), tanah, batu, dst. Upaya yang dilakukan guru diantaranya :
(1) Memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi dengan aneka macam media yang ada di alam sekitarnya sehingga anak sanggup membangun pengetahuannya sendiri dengan pendekatan saintifik.
(2) Menggunakan aneka macam jenis tumbuhan dan binatang sebagai tema belajar.
(3) Memfasilitasi proses membangun pengetahuan dan keterampilan melalui bermain yang diwujudkan dalam aneka macam bentuk karya menyerupai nyanyian, puisi, gambar, lukisan, lipatan
(4) Mengenalkan tata cara ibadah dst.

3.9 Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menuntaskan kiprah dan kegiatannya
Pengetahuan dan keterampilan mengenai aneka macam benda dan alat yang biasa dipakai anak atau keluarganya sehari-hari termasuk ke dalam pengetahuan wacana teknologi. Pengetahuan teknologi meliputi nama benda, bagian-bagian benda, fungsi, cara menggunakan secara tepat, dan cara merawat. Alat dan benda yang dimaksud sanggup berupa peralatan sekolah, perabot rumah tangga, perkakas kerja, peralatan elektronik, barang-barang bekas pakai, cara menyusun benda berdasarkan seriasi ukuran, warna, dll.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi dengan aneka macam alat dan materi main berupa benda-benda bermuatan teknologi sederhana sehingga anak sanggup membangun pengetahuannya sendiri dengan pendekatan saintifik. (2) menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat permainan edukatif secara benar.

3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10 Menunjukka kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca) Kemampuan bahasa reseptif anak ditunjukkan dengan perilaku
yang: menjawab dengan tepat ketika ditanya, merespon dengan tepat ketika mendengar kisah atau buku yang dibacakan guru, melaksanakan sesuai yang diminta, menceritakan kembali apa yang sudah didengarnya.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya dengan mengembangkan kemampuan bahasa reseptif tersebut dengan cara: (1) mengajak anak berbicara, (2) bercerita, (3) membacakan buku, (4) serta meminta anak untuk menceritakan kembali.

3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
Anak mempunyai kemampuan berbahasa ekspresif ketika ia bisa mengugkapkan keinginannya, menceritakan kembali, bercerita wacana apa yang sudah dilakukannya, mengungkapkan perasaan emosinya dengan melalui bahasa secara tepat.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya :(1) memberikan kesempatan kepada anak untuk memberikan ide gagasan dan pendapatnya, (2) mengomuikasikan hasil pengalaman bermannya, dan (3) membiasakan anak menceritakan pengalaman mainnya sebelum kegiatan penutup.

3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam aneka macam bentuk karya
Kemampuan keaksaraan awal anak dimulai semenjak anak mengenal warna, bentuk, membaca gambar, membaca simbol, menjiplak huruf, mengenali huruf awal di namanya, menuliskan huruf-huruf namanya, menuliskan pikirannya walaupun hurufnya masih terbalik atau tidak lengkap, mengucapkan kata yang sering diulang-ulang tulisannya pada buku cerita, mengeja huruf, membaca sendiri, relasi bunyi dengan huruf, menyebutkan nama bilangan bisa ditunjukkan angka.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) membangun kemampuan keaksaraan awal pada anak melalui bermain dengan menyediakan alat tulis di setiap kegiatan pada setiap harinya, (2) mengajak anak membaca buku, (3) bermain kartu huruf, (4) memancing huruf namanya, (5) mencetak huruf-huruf, dan banyak lagi.

3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara masuk akal
Pengetahuan dan keterampilan wacana perasaan dirinya, contohnya memahami penyebab sedih, marah, gembira, kecewa, atau mengerti jikalau ia menganggu temannya akan marah, jikalau ia membantu temannya akan senang, jikalau bermain sanggup mengendalikan emosi dan saling berbagi.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) membiasakan anak bermain dalam kelompok, (2) menengahi secara adil ketika anak berselisih paham/bertengkar, (3) mengajak anak mendiskusikan perasaan diri dan orang lain, (4) membacakan buku kisah kemudian dikaitkan dengan perasaan anak, (5) memberikan kesempatan pada anak untuk memperlihatkan reaksi emosinya mulai ketika anak tiba hingga pulang yang dianjurkan melalui bahasa.

3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan minat diri dengan cara yang tepat
Pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri sendiri, contohnya dengan cara: mengungkapkan apa yang dirasakannya (lapar ingin makan, kedinginan memerlukan baju hangat, perlu payung semoga tidak kehujanan, kepanasan, sakit perut perlu obat), menentukan kegiatan main yang ditawarkan, mengambil kuliner sesuai kebutuhan, menggunakan alat main sesuai dengan gagasan yang dimilikinya, menciptakan karya sesuai dengan gagasannya, dst.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) memberikan kesempatan pada anak untuk memberikan ide gagasan, (2) menyediakan aneka macam kegiatan bermain, (3) melaksanakan penilaian otentik secara tepat sehingga kebutuhan, keinginan dan minat diri anak sanggup teridentifikasi dan terpenuhi, (4) memberi kebebasan anak menggunakan alat sepanjang sesuai dengan fungsi alat tersebut.

3.15 Mengenal aneka macam karya dan acara seni
4.15 Menunjukkan karya dan acara seni dengan menggunakan aneka macam media
Merupakan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenal Berbagai hasil karya dan acara seni gambar dan lukis, seni suara, seni musik, karya tangan dan lainnya. Upaya yang dilakukan guru diantaranya dengan memberikan kesempatan anak untuk bermain bereksplorasi dengan aneka macam materi dan alat main untuk menciptakan aneka macam hasil karya seni.
Pemetaan Lingkup Perkembangan dan Kompetensi Dasar
Karakteristik Kurikulum 2013 salah satunya dikembangkan dengan berdasar pada pendekatan standard dan pendekatan kompetensi. Pada implementasinya keduanya menjadi luluh lantaran saling terkait satu dengan lainnya.
Beberapa hal yang perlu dipertegas dalam pedoman ini yaitu pemahaman lingkup perkembangan dengan komptensi dasar dalam kurikulum. Sesungguhnya aspek perkembangan pencapaian perkembangan dalam STPPA terjabarkan ke dalam Kompetensi Dasar sebagai berikut.

E. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan (STPP)

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak merupakan kriteria minimal wacana kualifikasi perkembangan anak yang meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.

a. Nilai-nilai agama dan moral

Mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi) agama orang lain. Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaanNYA
1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan
2.1 Memiliki Perilaku yang mencerminkan sikap jujur
3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa
3.2 Mengenal sikap baik dan santun sebagai cerminan etika mulia
4.2 Menunjukkan sikap santun sebagai cerminan etika mulia

b. Fisik Motorik

1) Motorik Kasar: mempunyai kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, dan lincah serta mengikuti aturan.
2) Motorik Halus: mempunyai kemampuan menggunakan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam aneka macam bentuk.
3) Kesehatan dan Perilaku Keselamatan: mempunyai berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta mempunyai kemampuan untuk berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.1 Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk perkembangan motorik garang dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik garang dan halus.
3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat

c. Kognitif

1) Belajar dan Pemecahan Masalah: bisa memecahkan duduk masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru.
2) Berfikir logis: mengenal aneka macam perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal lantaran akibat.
3) Berfikir simbolik: mengenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang bilangan 1-10, mengenal abjad, serta bisa merepresentasikan aneka macam benda dalam bentuk gambar.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.2 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap ingin tahu
2.3 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kreatif
3.5 Mengetahui dan bisa cara memecahkan duduk masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
4.5 Menyelesaikan duduk masalah sehari-hari secara kreatif
3.6 Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya).
4.6 Menyampaikan wacana apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui aneka macam hasil karya.
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
4.7 Menyajikan aneka macam karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll wacana lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, kerikil batuan, dll).
4.8 Menyajikan aneka macam karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh,dll wacana lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll).
3.9 Mengenal dan menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll).
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menuntaskan kiprah dan kegiatannya.

Rekomendasi :   Sertifikasi Guru Berdasar Kinerja

d. Bahasa

1) Memahami (reseptif ) bahasa: memahami cerita, perintah, aturan, dan menyenangi serta menghargai bacaan.
2) Mengekspresikan bahasa: bisa bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui
3) Keaksaraan: memahami relasi bentuk dan bunyi huruf, menggandakan bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar :
2.14. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua, pendidik, dan teman
3.10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10. Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)
3.11. Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.11. Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12. Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam aneka macam bentuk karya.
e. Sosial-emosional

1) Kesadaran diri: memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta bisa mengikuti keadaan dengan orang lain.
2) Rasa tanggung Jawab untuk Diri dan Orang lain: mengetahui hak haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama.
3) Perilaku Prososial: bisa bermain dengan sahabat sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain; bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.5 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap taat terhadap hukum sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
2.7 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap sabar
2.8 Memiliki sikap yang mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu jikalau diminta bantuannya
2.10 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kerjasama
2.11 Memiliki sikap yang sanggup menyesuaikan diri
2.12 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap tanggung- jawab
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain secara wajar
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar

f. Seni

mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimaginasi dengan gerakan, musik, drama, dan bermacam-macam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta bisa mengapresiasi karya seni.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.4. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap estetis
3.15. Mengenal dan menghasilkan aneka macam karya dan acara seni
4.15. Menunjukkan karya dan acara seni dengan menggunakan aneka macam media.
F. Indikator perkembangan

1. Pengertian

Indikator perkembangan merupakan penanda kemampuan yang dicapai anak pada usia tertentu. Untuk mempertegas kedudukan indikator, maka indikator perkembangan harus dipahami sebagai berikut:
a. Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan penerima didik PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dari usia lahir hingga 6 tahun dan dijabarkan berdasarkan kelompok usia.
b. Indikator perkembangan yang dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar oleh setiap satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) merupakan hasil rumusan dari indikator perkembangan yang bersumber dari Permendikbud 146 dan Tingkat pencapaian perkembangan yang terdapat dalam Permendikbud 137.
c. Indikator perkembangan untuk KD pada KI 3 dan KI 4 menjadi satu untuk memberikan pemahaman bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan dua hal yang menyatu.
d. Indikator pencapaian perkembangan dikembangkan berdasarkan kelompok usia:
1) Lahir hingga usia 3 (tiga) bulan;
2) Usia 3 (tiga) bulan hingga usia 6 (enam) bulan;
3) Usia 6 (enam) bulan hingga usia 9 (sembilan) bulan;
4) Usia 9 (sembilan) bulan hingga usia 12 (dua belas) bulan;
5) Usia 12 (dua belas) bulan hingga usia 18 (delapan belas) bulan;
6) Usia 18 (delapan belas) bulan hingga usia 2 (dua) tahun;
7) Usia 2 (dua) tahun hingga usia 3 (tiga) tahun;
8) Usia 3 (tiga) tahun hingga usia 4 (empat) tahun;
9) Usia 4 (empat) tahun hingga usia 5 (lima) tahun; dan
10) Usia 5 (lima) tahun hingga usia 6 (enam) tahun.

2. Fungsi

Agar lebih tepat dalam memaknai dan menggunakan indikator perkembangan, maka fungsi indikator hendaklah dipahami dengan cermat. Fungsi indikator secara lebih jauh adalah:
a. Indikator perkembangan menjadi pola untuk memantau/menilai perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya.
b. Indikator perkembangan tidak dibuat untuk menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi panduan yang dipakai pendidik dan
/atau pengasuh dalam melaksanakan stimulasi dan observasi kemajuan perkembangan penerima didik.
c. Indikator juga dapat:
1) Memberi pandangan gres dalam mengembangkan materi pembelajaran
2) Memberi pandangan gres dalam mendesain kegiatan pembelajaran
3) Memberi pandangan gres dalam mengembangkan materi ajar

Rumusan Indikator Perkembangan
Rumusan dan rincian indikator perkembangan anak terdapat di
Pedoman Penilaian.

Keterkaitan dan Hubungan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator
Perkembangan
Para guru hendaklah memahami keterkaitan dan relasi kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator perkembangan.
Hal-hal yang harus dipahami guru meliputi:
a. Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi Kompetensi
Dasar.
b. Kompetensi Inti merupakan pengikat Kompetensi Dasar.
c. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3) dan penerapan pengetahuan/ keterampilan (KI-4).
d. Keempat kelompok KI tersebut menjadi pola dalam pengembangan
Kompetensi Dasar.
e. Indikator perkembangan dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar
(KD).
f. Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan dan berguru penerima didik PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) pada usia lahir hingga dengan 6 tahun dan dijabarkan berdasarkan kelompok usia.
g. Indikator perkembangan untuk KD pada KI-3 dan KI-4 menjadi satu untuk memberikan pemahaman bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan dua hal yang menyatu.
G. Lama Belajar

Program Pengembangan dan Beban Belajar

Program

Pengembangan Kompetensi Usia 4-6 tahun
1. Nilai Agama dan

Moral

2. Fisik-Motorik

3. Kognitif

4. Bahasa

5. Sosial Emosional

6. Seni A.Sikap

Spiritual

B. Sikap Sosial C.Pengetahuan D.Ketrampilan 900 menit

perminggu terdiri atas 540 menit
tatap muka dan 360 menit pengasuhan terprogram 900 menitperminggu

150 menit untuk 6 pertemuan per minggu atau 180 menit untuk
5 pertemuan per minggu

BAB III
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru RA untuk melaksanakan kegiatan bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya dan kebutuhan individual) anak. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun planning pelaksanaan pembelajaran adalah:
1. Memahami STPPA sebagai hasil selesai acara pendidikan anak usia dini di Raudhatul Athfal (Kompetensi Inti)
2. Memahami Kompetensi Dasar sebagai capaian hasil pembelajaran
3. Menetapkan Materi pembelajaran sebagai muatan untuk pengayaan pengalaman anak

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk:
a. Mendukung pencapaian Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti
b. Mendukung keberhasilan pengelolaan pembelajaran yang bermakna
c. Mengarahkan guru dalam menyiapkan alat dan materi yang diperlukan
d. Mengarahkan guru untuk membangun sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dimiliki anak
e. Mendukung keberhasilan pelaksanaan pembelajaran
Penyusunan Pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru RA terdiri dari : A. Program Semester RA ( PROMES )
Penyusunan acara semester dilakukan dengan langkah berikut:
1. Membuat daftar tema satu semester. Pemilihan dan penentuan tema dilakukan guru sebelum awal semester kegiatan. Pembelajaran dimulai dengan memperhatikan prinsip pengembangan tema.
2. Mengembangkan tema menjadi sub tema dan atau sub-sub tema. Sub tema dan sub sub tema yang dikembangkan merupakan topik-topik yang lebih khusus dan lebih dalam. Kekhususan dan kedalaman sub tema dan sub-sub tema memperhatikan usia anak, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber berguru pendukung.
3. Menentukan alokasi waktu untuk setiap tema, sub tema dan atau sub-sub tema. Waktu pembahasan setiap tema/sub tema/sub-sub tema diubahsuaikan dengan minat anak, keluasan, kedalaman, dan sumber/media yang tersedia.
4. Menetapkan KD di setiap tema. Penentuan KD memuat seluruh aspek perkembangan nilai agama dan moral (nam), motorik (motr), kognitif (kog), sosial-emosional (sosem), bahasa (bah), dan seni.
5. Penulisan KD sanggup ditulis lengkap atau sanggup dituliskan kodenya saja.
6. KD sanggup diulang-ulang di tiap tema/sub tema/sub-sub tema yang berbeda.
7. Tema/sub tema/sub-sub tema yang sudah ditentukan di awal sanggup berubah bila ada kondisi tertentu dengan melibatkan anak tanpa harus merubah KD yang sudah ditetapkan.
8. Tulis landasan Al Qur’an dan hadist sebagai pedoman guru RA di dalam
menjelaskan pengetahuan yang sesuai tema kepada anak.

Dalam menentukan KD pada setiap tema meliputi enam acara pengembangan (nilai agama dan moral, motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, dan seni). Dalam menyusun perencanaan acara semester, forum diberikan keleluasaan dalam menentukan format. Untuk menentukan materi pembelajaran yang akan dipakai di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), forum RA harus menyusun cakupan materi pembelajaran setiap KD yang akan disampaikan kepada anak selama setahun melalui kegiatan bermain.
( Program Semester pada Lampiran Tabel C )

B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM dijabarkan dari Program Semester. RPPM berisi: (1) Identitas acara layanan, (2) KD yang dipilih, (3) materi pembelajaran, dan (4) planning kegiatan.

1. Identitas program

1) Nama Satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yaitu nama satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang menyusun RPPM
2) Semester /bulan/minggu yang keberapa
3) Tema/Sub Tema/Sub-sub Tema diambil dari tema/sub tema/sub-sub tema yang disusun di acara semester.
4) Kelompok usia anak diisi dengan kelompok sasaran program

Contoh
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MINGGUAN (RPPM) RAUDHATUL ATHFAL
Semester/Bulan/Minggu : I/Juli/Minggu ke 4
Tema : Diriku Sub Tema: Tubuhku Sub-sub tema: –
Kelompok : B (usia 5-6 Tahun)

Pada selesai satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema. Puncak tema merupakan kegiatan penyimpul bagi anak- anak terkait dengan semua konsep, acara yang dilakukan sepanjang tema berlangsung. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain pameran hasil karya, kunjungan wisata, kegiatan bersama orang tua, panen bersama, pertunjukan sosio drama, ekspo kuliner dan minuman hasil masakan anak dan orang tua, dan lain-lain. Sebagai contoh ketika mengambil tema Sepeda, puncak tema sanggup berupa kegiatan bersepeda gembira bersama keluarga. Ketika mengambil tema Kupu- kupu, kegiatan puncak temanya menanam tumbuhan bunga di sekitar halaman sekolah, atau melepas kupu- kupu hasil pembiakan anak.

2. Kompetensi Dasar

1. KD yang ditetapkan dalam RPPM sesuai dengan KD yang sudah ditetapkan di Program Semester atau jikalau dipandang penting sanggup dirubah sesuai kondisi.
2. Komposisi KD yang diambil mewakili seluruh acara pengembangan (nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial- emosional, dan seni)
3. KD untuk sub tema atau sub-sub tema sanggup diambil seluruhnya atau hanya sebagian dari KD yang ada di tema.
4. KD yang sudah dipilih sanggup diulang kembali untuk dipakai di tema lainnya.
5. Penulisan KD sanggup dituliskan dengan urutan angka atau dituliskan secara utuh.
6. Penempatan KD sanggup masuk ke dalam kolom atau ditulis di atas setelah identitas program.

CONTOH: KD untuk tema “Diriku” di acara semester terdiri dari:
– 1.1, 1.2, 3.1-4.1 (NAM),
– 2.1, 3.3-4.3, 3.4-4.4 (Fisik-Motr)
– 2.5, 2.6, 2.7, 2.8, 3.13-4.13 (Sosem),
– 2.2, 3.6-4.6, 3.7-4.7, 3.8-4.8 (kognitif ),
– 2.13, 3,10-4.10, 3.11-4.11, 3.12-4.12 (bahasa),
– 3.15- 4.15 (seni)

KD yang terpilih untuk RPPM dengan Sub tema “tubuhku” terdiri dari :
– 1.1, 3.1-4.1 (NAM)
– 2.1, 3.4-4.4 (Motr)
– 2.5, 2.6 (SDosem)
– 3.6-4.6 (Kog)
– 2.13, 3.10-4.10 (Bahasa)
– 3.15-4.15 (Seni)

Sub tema berikutnya sanggup menggunakan KD sisanya atau mengulang KD yang sama.

3. Materi Pembelajaran

1. Materi pembelajaran diambil dari materi pembelajaran yang sudah dijabarkan di KTSP (lihat contoh)
2. Banyaknya materi pembelajaran yang diambil diubahsuaikan dengan kemampuan berguru anak
3. Materi pengembangan sikap dimasukkan ke dalam SOP dan menjadi pembiasaan yang diterapkan sehari-hari sepanjang tahun.
4. Materi pengembangan sikap yang telah dimasukkan ke dalam SOP terus diterapkan walaupun tidak lagi dicantumkan dalam RPPM.
5. Materi pembelajaran dikaitkan dengan tema/sub tema/sub-sub tema.
6. Materi pelajaran untuk satu tema/sub tema/sub-sub tema akan diulang- ulang sesuai dengan alokasi waktu RPPM untuk penguatan kemampuan anak.

Contoh Materi Pembelajaran diKTSP:
KD1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaannya
Contoh Materi embelajaran untuk KD1.1 adalah:
Mengetahui sifat Tuhan sebagai pencipta, mengenal ciptaan-ciptaan Tuhan, membiasakan mengucapkan kalimat kebanggaan terhadap ciptaan Tuhan.
Contoh Materi Pembelajaran yang diambil untuk RPPM sub tema diriku, tubuhku ciptaan Tuhan

4. Rencana Kegiatan

1. Rencana kegiatan berisi beberapa planning kegiatan yang sanggup diikuti anak.
2. Rencana kegiatan harus menarik dan membolehkan belum dewasa untuk menentukan dari banyak kegiatan yang disiapkan guru.
3. Rencana kegiatan untuk 1 minggu harus bervariasi semoga anak tidak bosan.
4. Jumlah kegiatan yang disediakan setiap harinya minimal 4 kegiatan berbeda untuk tetap menjaga minat berguru anak dan semoga anak mempunyai pengalaman berguru yang beragam.
5. Rencana kegiatan harus sanggup mencerminkan pendekatan saintifik
6. Rencana kegiatan memperhatikan model pembelajaran (area, sentra, sudut, kelompok dengan kegiatan pengaman) yang dipakai di setiap satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).
7. Rencana kegiatan untuk satu minggu memberi pengalaman kasatmata anak dengan bermain balok, drama, alam, dll.
8. Materi pembelajaran diulang setiap harinya selama alokasi waktu yang ditetapkan di RPPM tetapi dengan kegiatan yang berbeda. Tujuannya semoga anak sanggup mencapai hasil berguru yang optimal dengan pengalaman berguru yang menarik sehingga tidak membosankan.
9. Rencana Kegiatan diubahsuaikan dengan tema.
10. Untuk memperlihatkan kebermaknaan pelaksanaan pembelajaran tematik, setiap selesai tema dikuatkan dengan kegiatan puncak tema.
11. Puncak tema sanggup betupa kegiatan antara alain menciptakan kue/makanan, makan bersama, pameran hasil karya, pertunjukan, panen tumbuhan dan kunjungan.
(Contoh RPPM ada pada Lampiran Tabel D)

C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yaitu pola untuk mengelola kegiatan bermain dalam satu hari. RPPH disusun dan dilaksanakan oleh pendidik. Format RPPH tidak harus baku tetapi memuat komponen- komponen yang ditetapkan. Komponen RPPH terdiri dari: (1) identitas program, (2) materi, (3) alat dan bahan, (4) kegiatan pembukaan, (5) kegiatan inti, (6) kegiatan penutup, dan (7) planning penilaian.

1. Identitas RPPH
Identitas sebuah RPPH memuat:
Nama RA yaitu nama forum RA yang menyusun RPPM Semester /bulan/minggu yang keberapa
Hari/tanggal
Tema / Sub Tema / Sub-sub Tema diambil dari tema/sub tema/sub-sub tema yang disusun di acara semester.
Kelompok usia anak diisi dengan kelompok sasaran
2. Materi
1. Materi diambil dari materi di telah dijabarkan di RPPM
2. Materi sejalan dengan tujuan yang telah dituliskan di atasnya
3. Materi sanggup dibedakan:
a. Materi untuk pengembangan sikap sanggup dituliskan di RPP kemudian masuk ke SOP atau pribadi dimasukkan menjadi kegiatan rutin dan diterapkan melalui pembiasaan serta diulang-ulang setiap hari sepanjang tahunnya (ditindaklanjuti dengan dimasukkan ke dalam SOP kegiatan).
b. Materi pengembangan pengetahuan dan keterampilan dikenalkan sesuai RPPH.
3. Alat dan Bahan
1. Alat dan materi sangat terkait dengan kegiatan yang akan dikelola guru pada hari itu.
2. Kegiatan diambil dari beberapa planning kegiatan yang ada di RPPM.
3. Kegiatan yang ditetapkan tergantung pada pengelolaan model pendekatan yang dipakai di forum RA tersebut.
4. Alat dan materi di tata untuk menarik minat berguru anak.
4. Kegiatan Pembukaan
1. Kegiatan pembukaan ditujukan untuk membantu membangun minat anak semoga anak siap bermain di kegiatan inti.
2. Kegiatan pembukaan penting untuk mengenalkan materi pembelajaran.
3. Kegiatan pembukaan dimanfaatkan guru untuk mengenalkan kegiatan bermain yang sudah disiapkan, hukum bermain, menerapkan pembiasaan-pembiasaan, dan sebagainya
5. Kegiatan Inti
1. Proses berguru menerapkan pendekatan saintifik yakni anak mengamati sesuai dengan tema yang dibahas, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.
2. Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik diterapkan secara lebih fleksibel dan lebih luas. Artinya bisa diterapkan di dalam ruangan, di luar ruangan, menggunakan sumber berguru yang ada, atau memanfaatkan sumber berguru lingkungan.
3. Kegiatan Inti memberi kesempatan anak untuk berakplorasi membangun pengalaman bermain yang bermakna.
4. Pada tahap mengomunikasikan ditekankan pada anak memberikan gagasannya melalui aneka macam kegiatan bermain yang disiapkan.
5. Kegiatan bermain diubahsuaikan dengan model pembelajaran sentra/area/sudut/ kelompok dengan kegiatan pengaman.
6. Jumlah kegiatan yang disediakan setiap harinya minimal 4 kegiatan yang berbeda untuk memfasilitasi anak semoga tetap fokus bermain. Pada kegiatan tertentu contohnya memasak, main peran/drama, atau pengenalan sain guru sanggup menyediakan 1 kegiatan saja.
7. Penguatan mengingat (recalling) merupakan potongan dari kegiatan main di
Inti. Recalling untuk menguatkan kembali pengalaman bermain dan konsep yang dipelajari anak.
6. Kegiatan Penutup
1. Kegiatan epilog dilakukan di selesai kegiatan hari tersebut.
2. Kegiatan epilog berupa transisi dari sekolah ke rumah. Diisi dengan aneka macam kegiatan yang menciptakan anak rileks.
3. Di kegiatan epilog sanggup mengulang kembali apa yang dilakukan pada ketika kegiatan pembukaan.
4. Kegiatan epilog juga sanggup isii dengan kegiatan rutin untuk memperkuat sikap yang diharapkan.
5. Kegiatan epilog dilakukan untuk menarik minat anak berguru esok harinya.
7. Rencana Penilaian
Rencana Penilaian memuat indikator perkembangan dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan.
1. Indikator perkembangan mengacu pada indikator yang tertuang pada lampiran Permendikbud Nomor 146 tahun 2014 wacana Kurikulum 2013
PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dan sanggup diperkaya oleh forum RA sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan kekhasan lembaga.
2. Indikator penilaian diubahsuaikan dengan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran.
3. Indikator penilaian sudah dikelompokkan ke dalam acara pengembangan untuk memudahkan dalam penyusunan laporan.
4. Format planning penilaian tidak bersifat baku. (Contoh RPPH terlampir pada Tabel E)

D. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pendidikan anak usia dini menekankan pada pembentukan sikap sebagai dasar bagi pengembangan karakter yang kuat. Pembentukan sikap memerlukan waktu yang jauh lebih panjang daripada pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Proses pembentukan sikap dilalui melalui pembiasaan yang konsisten diterapkan oleh semua unsur satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) secara berkelanjutan sepanjang hari dan sepanjang tahun sepanjang anak mengikuti acara pendidikan anak usia dini.
Seperti halnya proses pengembangan pengetahuan yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, maka pembentukan sikap pun harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Guru dituntut memahami bagaimana proses pembentukan sikap pada anak usia dini diterapkan secara menyenangkan dan terbebas dari keyakinan dan pemaksaan. Krathwohl mengemukakan bahwa pembentukan sikap dimulai dari menerima, merespon, hingga melaksanakan secara terus menerus hingga terinternalisasi dalam sikap anak.
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memuat 16 sikap yang diharapkan menjadi kompetensi anak, yakni; (1) mempercayai adanya Tuhan, (2)
menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, (3) sikap hidup sehat, (4) sikap ingin tahu, (5) kreatif, (6) estetis, (7) percaya diri, (8) disiplin, (9) sabar, (10) mandiri, (11) peduli, (12) toleran, (13) jujur, (14) tanggung jawab, (15) menyesuaikan diri, (16) rendah hati dan santun. Sesuai dengan cara berguru anak yang peniru, maka pembentukan sikap harus dimulai dari guru sebagai model perilaku. Keajegan sikap guru dalam membentuk sikap membantu anak memahami lebih gampang apa dan bagaimana berperilaku sesuai dengan sikap yang diharapkan. Untuk keperluan tersebut seharusnya satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) menciptakan atau menyusun Standar Operasinal Prosedur (SOP) kegiatan yang didalamnya memuat nilai-nilai sikap yang ingin terbentuk pada anak. Dalam upaya memudahkan guru menyusun SOP di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA)nya, maka disusunlah Pedoman Penyusunan Standar Opersional Prosedur Satuan Pendidikan Anak Usia Dini yang diterapkan dalam kegiatan harian satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) masing-masing.
Tujuan pedoman ini yaitu sebagai pola dalam menyusun:
1. Jadwal harian yang lebih bermakna, efektif, dan efisien.
2. Standar operasional mekanisme yang baku untuk satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).
3. Tata tertib di setiap satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Pedoman ini dipakai oleh:
1. Guru
2. Pengawas RA
3. Unsur lain yang membina dan melaksanakan layanan usia RA

1. Kegiatan Harian

Kegiatan harian mewadahi seluruh kegiatan yang dilaksanakan setiap hari oleh satuan RA. Kegiatan harian disusun untuk mewujudkan visi, misi, dan karakteristik atau keunggulan satuan RA. Kegiatan harian berisi kegiatan yang dirancang secara rutin dan kegiatan di sentra/area/kelompok. Kegiatan harian yang bersifat rutin ditujukan untuk pembentukan karakter anak. Penentuan kegiatan harian sebuah forum memperlihatkan acara pengembangan potensi anak dan kualitas keluaran layanan forum RA. Karena itulah maka penyusunan kegiatan harian harus dilakukan secara teliti dan menyeluruh.

2. Manfaat

1. Layanan RA lebih terarah
2. Acuan bagi guru dalam melaksanakan training dan pengelolaan kegiatan pembelajaran.
3. Petunjuk bagi orang renta dalam mengetahui dan memahami kegiatan yang diikuti anaknya selama di forum Raudhatul Athfal.

3. Unsur Yang Perlu Diperhatikan

Visi, misi, dan tujuan satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA): harapan yang ingin diwujudkan dalam visi dan tujuan harus dimasukkan kedalam jadwal. Misalnya, menimbulkan anak yang sehat, berarti ada kegiatan membiasakan untuk makan, membiasakan untuk kebersihan diri dan lingkungan yang menunjang anak sehat, dan sebagainya.
1. Sikap-sikap karakter yang diharapkan terbangun pada anak didik sesuai dengan visi dan misi lembaga, dan muatan pembelajaran yang sudah tertuang dalam KTSP.
2. Keruntutan: jadwal harian memperhatikan keruntutan kegiatan yang diikuti anak semenjak tiba hingga pulang.
3. Waktu: Alokasi waktu diubahsuaikan dengan kebutuhan anak untuk mengembangkan kemampuannya. Misalnya untuk bermain inti anak memerlukan waktu selama 1 jam, sedangkan main motorik garang memerlukan waktu 20 menit, dan waktu makan 20 menit.
4. Kesiapan pendidik: Pendidik sebagai pencetus utama dalam proses pembelajaran. Pendidik juga mengkoordinir kegiatan semenjak kedatangan hingga kepulangan. Pendidik harus menjadi tim yang kompak, jadi siapapun yang bertugas harus konsisten dalam melaksanakan kegiatan harian.
5. Komitmen: jadwal harian tidak hanya diperuntukan bagi belum dewasa tetapi juga untuk pendidik, pengelola, termasuk tenaga lain yang ada di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), contohnya tenaga kebersihan, tenaga administratif, dan lainnya.

4. Cara Penyusunan

1. Tetapkan kompetensi yang ingin dicapai dan karakter yang ingin dibuat dari visi, misi, dan tujuan satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang sudah ditetapkan sebelumnya dan diubahsuaikan dengan indikatornya.
2. Perhatikan berapa usang anak akan berada di forum PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dalam setiap harinya.
3. Siapkan acara yang akan dilakukan anak.
4. Menetapkan usang waktu yang dibutuhkan setiap acara itu dilaksanakan.
(Contoh Muatan Pembelajaran sanggup dilihat pada lampiran Tabel F )

Penyusunan Sop
Setiap satuan RA diwajibkan menciptakan SOP sebagai pengendali pelaksanaan kurikulum. SOP ini ditujukan semoga keseluruhan praktek pembelajaran di setiap satuan RA sanggup dilaksanakan secara optimal dan berkualitas. SOP pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran RA dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak. SOP menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja kapan, dimana, oleh siapa dan cara
bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur acara pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.
SOP Pembelajaran RA terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga selesai pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga selesai sanggup dijalankan secara runut, teratur dan produktif.
Tatacara penyusunan SOP Pembelajaran yang diharapkan oleh setiap satuan RA dipaparkan dalam pedoman khusus.

5. Fungsi

1. Memperlancar petugas di lingkungan satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dalam melaksanak an tugasnya.
2. Mempermudah inovasi kendala yang mungkin muncul dalam pelaksanaan kiprah baik kendala tersebut datangnya dari dalam maupun dari luar.
3. Mendisiplinkan semua pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan hukum yang disepakati bersama.
4. Membangun cara kerja yang lebih tertata dan disiplin.
5. Membangun konsistensi atau keajegan sikap pendidik yang diharapkan dalam mengembangkan karakter anak.

6. Manfaat

1. Semua orang yang ada di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) mempunyai standar yang sama dalam melayani dan memfasilitasi anak belajar.
2. Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik gres untuk mengenal cara memberikan layanan di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) tersebut.
3. Sebagai informasi terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang renta wacana layanan yang baik dan sistematis

7. Syarat

1. Praktis dilaksanakan oleh seluruh pendidik
2. Memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
3. Memuat langkah-langkah terang yang harus dilakukan.

8. Cara Penyusunan Sop

1. Menjabarkan setiap kegiatan dari jadwal kegiatan harian.
2. Identifikasi kemampuan yang ingin dibangun pada ketika kegiatan ini dilakukan.
3. Susunlah ke dalam langkah-langkah kegiatan yang teratur dan jelas.

Daftar Sop Minimal Di Satuan Raudhatul Athfal

1 SOP Penataan Alat Bermain 8 SOP Pijakan Sebelum Bermain

2 SOP Penyambutan
Kedatangan Anak 9 SOP Pijakan Selama Bermain

3 SOP Jurnal Pagi 10 SOP Pijakan Setelah Bermain

4 SOP Materi Pagi 11 SOP Makan Sehat dan
Pembiasaan Kebersihan Diri

5 SOP Bermain Motorik Kasar 12 SOP Jurnal Siang

6 SOP Kegiatan Transisi
Sebelum Sentra 13 SOP Kegiatan Penutup

7 SOP Makan Snack 14 SOP Penjemputan Anak

SOP sanggup terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Semakin banyak acara yang dijalankan satuan pendidikan semakin banyak SOP yang harus disiapkan.
(Contoh SOP pada Tabel G)

E. Beban Belajar

Pengorganisasian berguru sanggup diartikan pengaturan ruang berguru yang diubahsuaikan dengan bentuk layanan, jumlah anak, dan kelompok usia anak yang dilayani. Pengorganisasian ruang berguru memperhatikan:

1. Jumlah Anak

Idealnya setiap anak membutuhkan ruang bergerak di dalam ruangan 3M2. Namun demikian ruang berguru dalam bukan satu satunya tempat berguru anak. Jika satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) mempunyai ruang berguru luar yang cukup luas, maka sanggup menambah jumlah anak yang sanggup dilayani di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) tersebut. Oleh lantaran itu sebaiknya ruang berguru tidak disekat permanen dan setiap ruangan hanya dipergunakan oleh satu kelompok anak. Ruang berguru yang bersifat bergerak (moving class) menjadi solusi bagi jumlah ruangan terbatas dengan jumlah anak. Didik banyak. Jangan sekali- kali memaksakan semua anak masuk ke dalam ruangan yang terbatas.

2. Kelompok usia anak

Kelompok usia naka memengaruhi penataan ruangan dan jumlah anak yang sanggup diterima Kelompok usia anak memengaruhi penataan ruangan dan jumlah anak yang sanggup diterima di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Semakin muda anak yang dilayani, maka semakin luas keperluannya untuk bergerak. Disamping itu semakin muda usia anak maka rombongan belajarnya semakin kecil
Dalam Standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) ditetapkan:
1. Rombongan berguru untuk kelompok usia 0 – 2 tahun yaitu 4 anak/ kelompok
2. Rombongan berguru untuk kelompok usia 2 – 4 tahun yaitu 8
anak/kelompok
3. Rombongan berguru untuk kelompok usia 4 – 6 tahun yaitu 15 anak/kelompok
3. Waktu Belajar

Selain penggunaan ruangan dan kebutuhan pendidik, waktu berguru pun berbeda antara kelompok usia anak didik. Kebutuhan berguru anak yang dilakukakan melalui kegiatan bermain dalam satu hari minimal ….. jam. Kebutuhan tersebut tergantung pada kematangan perkembangan anak. Semakin muda anak didik yang dilayani, maka semakin sedikit frekuensi jumlah waktu layanan, kecuali bila layanannya berbentuk Taman Penitipan Anak.
1. Kelompok usia 0 – 2 tahun minimal layanan 2 jam per minggu.
2. Kelompok usia 2 – 4 tahun minimal layanan 6 jam per minggu.
3. Kelompok usia 4 –6 tahun minimal layanan 15 jam per minggu.
Layanan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) untuk kelompok 4-6 tahun yang diselenggarakan oleh Raudhatul Athfal, menyerupai RA, Guru RA, Yang layanannya tidak mungkin dilakukan setiap hari (90jam/minggu) maka kekurangan jam tatap muka digantikan dengan acara berguru di rumah dengan bimbingan orang tua. Contohnya:
RA memberi layanan untuk anak usia 4-6 tahun sebanyak 3 kali dari pukul
08.00 – 11.00. Seharusnya layanan untuk anak usia 4-6 tahun selama 90 jam/minggu. Berarti RA kekurangan 56 jam pelajaran. Maka kekurangan tersebut dilengkapi dengan acara pengasuhan yang disusun oleh Guru RA untuk orang renta penerima didik semoga melanjutkan kegiatan pembelajarannya di rumah melalui proses pengasuhan.

F. Ketuntasan Belajar

Pengaturan ketuntasan berguru merupakan waktu yang dipakai untuk memberi pengalaman usang berguru kepada anak dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun. Ketuntasan berguru dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka dengan durasi paling sedikit 900 menit per minggu. untuk kelompok 4-6 tahun yang tidak sanggup melaksanakan pembelajaran 900 menit perminggu wajib melaksanakan pembelajaran 540 menit dan ditambah
360 menit pengasuhan terprogram.

G. Alokasi Waktu

1. Alokasi waktu dimaksudkan yaitu jumlah jam kegiatan yang dilaksanakan setiap hari dan setiap minggu di RA.
2. Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka saja
3. Alokasi waktu kegiatan minimal untuk setiap kelompok usia anak berbeda jumlahnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia lahir–2 tahun jumlah jam
berguru paling sedikit 120 menit (2 jam) dalam seminggu.
b. Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 2–4 tahun jumlah jam berguru paling sedikit 360 menit (6jam) dalam seminggu.
c. Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 4–6 tahun jumlah jam belajar
paling sedikit 900 menit (15 jam) dalam seminggu.

Ketentuan:
RA yang menyelenggarakan layanan untuk kelompok usia 4-6 tahun sekurang-kurangnya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap minggu dan ditambah dengan kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang renta di rumah selama 360 menit (6 jam) setiap minggu. Contoh:
Alokasi pembelajaran di Raudhatul Athfal Al Furqon yaitu 21 jam @ 60 menit (1.260 menit) dalam seminggu. Kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan selama 5 hari dimulai dari pukul 07.30 –11.45. Jadwal kegiatan harian dilampirkan dalam lampiran KTSP.

H. Pindah Kelompok

Anak yang pindah dari satu kelompok ke kelompok berikutnya, dicatat perkembangannya dalam buku pindah kelompok. Fungsinya untuk mencatat perpindahan anak dari kelompok tertentu ke kelompok berikutnya. Jika seorang anak didik sudah berkembang dan mencapai usia perkembangan yang cukup untuk mengikuti kelompok siswa tertentu maka sang anak dimasukkan buku pindah kelompok tersebut.

I. Kalender Akademik

Kalender akademik yaitu pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun anutan yang meliputi permulaan tahun anutan yang meliputi permulaan tahun anutan yang meliputi permulaaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Kalender pendidikan juga berisi acara kegiatan tahunan yang meliputi kegiatan-kegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan-kegiatan puncak tema, kegiatan-kegitan forum ( misal rekeasi dan pentas seni )
BAB IV
MATERI PENDIDIKAN AGAMA DI RAUDHATUL ATHFAL

A. Landasan

1. Alquran :
Adz Dzariaat ayat 56

Artinya : Tidaklah saya ciptakan jin dan insan kecuali untuk beribadah
(menyembahku)
Al Baqoroh ayat 2

Artinya : Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

2. Hadis :

هيبن ةنسو ،الله باتك :امهب متكسمت ام اولضت نل نيرمأ مكيف تكرت
Artinya : Telah saya tinggalkan untukmu dua masalah dan kau tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya yaitu kitabullah dan sunnah Nabi.

B. Pendahuluan

Raudhatul Athfal/PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) (pendidikan anak usia dini) yaitu suatu upaya training yang ditunjukan kepada anak semenjak lahir hingga usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani semoga anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU no 20 tahun 2003 wacana sistem pendidikan nasional).
Usia dini merupakan masa sangat penting dalam keseluruhan tahap perkembangan manusia. Pada masa itu terjadi lonjakan perkembangan anak yang tidak terulang pada periode berikutnya. Sehingga para andal menyebutkan sebagai masa keemasan perkembangan. Oleh lantaran itu pembentukan dasar keimanan dan ketakwaaan, serta pembentukan tabiat dan karakter sangat tepat jikalau dilakukan pada usia dini.
Islam mempunyai anutan yang tepat dan komprehensif yang memberikan pedoman hidup senang didunia dan akhirat, sumber utama untuk mengatur kehidupan dunia dan alam abadi yaitu Alqur’an dan Assunnah (hadis). Alqur’an dan Assunnah merupakan pedoman hidup umat Islam, lantaran itu mengenalkan Alquran dan penanaman kecintaan kepada Alquran dan Assunnah merupakan sesuatu yang dipriortaskan dalam kehidupan kita terutama pada anak usia dini, sebagai mana hadis Nabi “Khoirukum man taallamal qur,an waalamahu”( sebaik-baik kalian yaitu yang berguru Alqur’an dan mengajarkannya (HR:Bukhori)
Berkaitan dengan pendidikan Al-Qur’an dan Assunnah (Hadis), bentuk
dan sifat-sifat agama anak tumbuh dipengaruhi oleh faktor luar diri mereka, yang terbagi menjadi (1) Unreflective (tidak mendalam) anak mendapatkan anutan agama tanpa kritik dan kebenaran yang diterima tidak mendalam
.(2)Egosentris; dalam duduk masalah keagamaan anak telah menonjolkan kepentingan dirinya dan telah menuntut konsep keagamaan yang mereka pandang kesenangan dirinya, (3) Antromorphis; konsep ketuhanan pada diri anak menggambarkan aspek kemanusiaan yang berdasarkan fantasi masing- masing (4) Verbalis dan ritualis,kehidupan agama pada anak sebagian besar tumbuh bermula secara verbal (ucapan) dengan menghafal secara verbal kalimat keagamaan dan ibadah keagamaan yang bersifat ritualis (praktek), (5) Imitatif ; tindak keagamaan yang dilakukan oleh anak pada dasarnya diperoleh dari menggandakan baik berupa pembiasaan maupun pengajaran yang intensif, (6) Rasa heran dan kagum, hal ini merupakan langkah pertama dari pernyataan kebutuhan anak akan dorongan untuk mengenal suatu pengalamAn yang
baru.
Penanaman/penerapan nilai-nilai kehidupan beragama menjadi acara unggulan RA yang diharapkan sanggup membentuk karakter anak yang mengasihi Yang Mahakuasa SWT sebagai Tuhan Maha Pencipta, Rasulullah sebagai utusan Yang Mahakuasa dan teladan dalam berperilaku, serta berkasih sayang terhadap makhluk-makhluk Yang Mahakuasa yang lainnya.
Penerapan nilai- nilai kehidupan beragama akan efektif dalam membentuk kepribadian dan karakter anak yang beriman dan berakhlakul karimah, jikalau penerapannya mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak dan bersumber dari Al-Qur’an dan hadis .
C. Materi Alqur’an dan Hadis Kelp A dan B
Materi Al-Qur’an dan Hadis untuk kelompok A (4-5 thn) dan B (5-6 thn )
terdiri dari :
1. Hafalan surah –surah pendek
2. Hafalan hadis – hadis
3. Hafalan kutipan ayat – ayat al-Qur’an
4. Doa Harian
5. Dzikir Harian (baik berupa Asmaul Husna maupun kalimat Thayyibah)

D. Materi Pendidikan Agama Islam (PAI)
1. Rukun Iman
2. Rukun Islam
3. Ihsan
4. Kisah nabi dan rasul
5. Lagu-lagu Islami (Terlampir)
Materi-materi tersebut diistilahkan dengan nama:
1. Dawaamul Qur’an : Berisi surah surah pendek yang dikenalkan dan dibaca secara kontinyu dalam kegiatan sehari-hari.
2. Mutiara Alqur’an : kutipan ayat alqu’an yang utuh atau penggalan ayat
yang mengandung hikmah dalam kegiatan sehari-hari.
3. Mutiara Hadis : Kutipan Hadis yang mengandung hikmah dalam kehidupan sehari-hari,
4. Doa Harian : Doa yang dikenalkan sesuai dengan kegiatan harian yang dibaca sehari-hari.
5. Dzikir Harian : Kalimat-kalimat thayyibah yang dipakai sehari-hari sesuai situasi dan kondisi,
6. Asmaul Husna; 99 nama Yang Mahakuasa yang dikenalkan baik melalui senandung maupun aplikasi dalam kehidupan sehari hari sesuai kondisi dan situasi

Materi Alquran dan Hadis kelompok usia 4-5 tahun (kelp A)

Kompetensi Inti 1 : Menerima anutan yang dianutnya

KD : 1.1 : Mempercayai adanya Yang Mahakuasa melalui ciptaan-Nya
KD : 1.2 : Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah

No Dawaamul
Qur’an Mutiara
Alquran Mutiara
Hadis
Doa
Dzikir Asmaul Husna
Senandung Aplikasi
1 Al Fatihah Al an’am : 54 Menyebarkan Doa sebelum Tasbih 99 Asmaul Ar Rosyiid,

salam dan sesudah
berguru Husna

2

An Naas

Ali Imran : 103 Sesama muslim bersaudara Sebelum dan sehabis Makan Tahmid .Al Khooliq

3

Al Falaq

Al Baqarah : 222 Kebersihan Sebelum dan sehabis kegiatan Tahlil

AlQowwiyyu

4
Al Ikhlas
Al Ashr : 3 Menjaga lisan Sebelum dan
sehabis tidur Takbir Ar Rozzaaq

5
Al Lahab
Al A’raaf : 199 Tidak boleh
murka Kedua orang
renta Istighfar Ash Shobuur

6
An Nasr
Al-Ankabut : 45 Mendirikan
Sholat Kebahagian dunia alam abadi An Naafi’

7

AlKaafiruun

An Nissa : 59 Ketaatan Masuk dan keluar kamar mandi As Samii’

8
Al Kautsar
Al Anbiya : 107 Kasih sayang Masuk keluar
rumah Al Bashiir

9
Al Maauun
Azzalzalah : 7 Beramal Doa naik
kendaraan As Salaam

10
Quraisy
Al Maidah ; 2 Berbuat baik Masuk dan
keluar masjid Al Jaami’

11

Al Fiil

Al-Alaq : 1 Belajar
Alqur’an Niat berwudhu

12

Al Ashr

At-Taubah : 40 Tidak boleh bersedih Setelah berwudhu

Materi Al Qur’an dan Hadis kelompok usia 5 – 6 tahun (kelp B)

Kompetensi Inti 1 : Menerima anutan yang dianutnya

KD : 1.1 : Mempercayai adanya Yang Mahakuasa melalui ciptaanya
KD : 1.2 :Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah

No Dawamul qur’an Mutiara
AlQur’an Mutiara
Hadis
Doa
Dzikir Asmaul Husna
Senandung Aplikatif

1

Al Lahab

(al an’am : 54) Menyebarkan salam Doa sebelum dan sehabis berguru Tasbih 99 Asmaul
Husna Ar Rosyiid,
2 An Nasr (Ali Imran : 103) Sesama Sebelum dan Tahmid Al Khooliq

54

muslim
bersaudara

3
Al Kaafiruun (al Baqarah :
222) Kebersihan sesudah
Makan Tahlil

AlQowwiyyu

4

Al Kautsar

(Al Ashr : 3) Menjaga lisan Sebelum dan sesudah
tidur Takbir Ar Rozzaaq

5
Al Maauun
Al A’raaf ; 199 Tidak boleh murka Kedua orang renta Istighfar Ash Shobuur

6
Quraisy
Al-Ankabut : 45 Mendirikan
Sholat Kebahagian dunia alam abadi Ta’jub An Naafi’

7

Al Fiil

An Nissa : 59 Ketaatan Masuk dan keluar kamar mandi Hawqola As Samii’

8
Al Humazah
Al Anbiya : 107 Kasih sayang Masuk keluar rumah istirja Al Bashiir

9
Al Ashr
Adzalzalah : 7 Beramal Doa naik kendaraan As Salaam

10
At Takatsur
Al Maidah ; 2 Berbuat baik Masuk dan keluar masjid Al Jaami’

11

Al Qooriah

Al-Alaq ; 1 Belajar
alQur’an Niat berwudhu

12
Al Aadiyaat
At-Taubah : 40 Tidak boleh bersedih Setelah berwudhu

E. Strategi /pengelolaan Pembelajaran Al Qur ’an dan Hadis

Materi-materi Al-Qur’an dan hadis akan tercapai jikalau melalui kegiatan yang terprogram yang terjadwal dalam acara tahunan, Program semester, mingguan dan harian), program-program tersebut akan gampang diterima anak jikalau materi tersebut sesuai dengan perkembangan anak dan mempunyai waktu/ kesempatan yang banyak serta dikemas menjadi kegiatan-kegiatan yang menarik sehingga anak menjadi senang dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Berikut kegiatan- kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran
AlQur,an , Hadis, doa dan Zikir

55

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
1 Alquran 1. Morning
AlQur’an • Kegiatan membaca dan mendengarkan alqur’an ketika kedatangan anak, guru sebagai modeling kemudian anak mengikut
• Suroh yang dibaca
mulai Al-Fatihah sd suroh terakhir yang dikenalkan di kelompoknya • Anak terbiasa mendengar alqur’an shingga akan cepat hafal
• Membangun ketertarikan dengan alqur’an
• Membangun
kepercayaan diri membaca Alqur’an
• Mencintai Al-
qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya
• Membangun
pemikiran saintifik dalam mengkaji
Al-Qur’an sesuai
tahap perkembanganny a • Dipagi hari
( jurnal Pagi)
minimal
• 30 menit
2. RA Bertadarus dan Talaqqi • Kegiatan membaca alqur’an secara bantu-membantu dan individual (Talaqqi) dimulai satu ayat satu hari atau satu suroh jikalau telah selesai
surohnya • Memberi contoh bacaan alqur’an kepada anak baik secara tajwid makhorijul huruf dan sifatulhuruf.
• Membiasakan membaca alqur’an yang dikenalkan
sehingga menjadi hafal.
• Mengetahui arti
suroh, jumlah ayat, tempat turunnya, isi
kandungan suroh • Satu surah dikenalkan dalam waktu satu bulan
• Kegiatan RA
bertadarus dalam kegiatan satu hari dilaksanakan pada:
• ketika Setelah
kegiatan ikrar dan kegiatan motorik kasar
• Sebelum
kegiatan inti

56

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
yang dikenalkan secara sederhana • Sebelum kegiatan penutup
• Ketika sholat
berjama’ah
3. Mutiara
AlQur’an • Ungkapan ayat Alqur’an wacana kehidupan sehari-hari • Menghafal ayat alqur’an yang berkaitan kehidupan sehari- hari
• Anak sanggup mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari • Satu mutiara alquran dikenalkan 1 bulan sekali

• Setelah RA bertadarus dan Talaqqi

• di waktu dan kondisi yang tepat dalam KBM
Contoh : Ketika anak tidak suka dengan kuliner tertentu guru memotivasi dengan mengungkapka n mutiara Al-
qur’an “ Kuluu
Wasyrobuu mir Rizqillah “ makan dan minumlah
rezeki dari Allah
(Qs. Al-Baqarah
: 60 )
4. ACHRA (Aksi Cilik
Hafidz/dzah
Raudhatul • Kegiatan Menampilkan kemampuan anak
dalam menghafal Al- • Membangun keberanian dan keperccayaan diri
anak Dilakukan 1x setiap selesai bulan.

57

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
athfaal) Qur’an dan Hadis
yang di instrusikan oleh guru di depan teman-temannya. • Mengevaluasi kemampuan hafalan alqur’an dan hadis kepada anak
2 Hadis 1. Mutiara
Hadis • Membaca satu hadis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari • Anak sanggup mengenal dan hafal Hadis Nabi yang bekaitan dengan
kehidupan sehari- hari
• Anak dapat
mengaplikasikan hadis Nabi dalam kehidupan sehari hari • Saat Ikrar
• Saat waktu kondisi yang tepat dalam KBM
• Contoh :
Ketika anak atau orang dewasa
minum sambil berdiri guru dan anak mengingatkan dengan mengucapkan
“ Laa Yasyroba
• nna Ahadukum Qooiman” Janganlah kau minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
3 Asmaul
Husna 5. Asmaul
Husna Bersenandung 99
Asmaul Husna dan aplikasinya • Anak sanggup menghafal 99
Asmaul Husna
• Anak sanggup Mengaplikasikan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari hari • Saat ikrar
• Saat waktu dan kondisi yang tepat dalam KBM
• Contoh :
Ketika anak sanggup melaksanakan kegiatan
menjumlah

58

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
secara sederhana, guru mengucapkan “Alhamdulillah Yang Mahakuasa ar- Rosyiid telah memberikan
kepandaian
kepada dinda”
Doa 7. Do’a harian • Kegiatan membaca
do’a yang Dilakukan secara aplikatif dan sesuai dengan kondisi • Anak sanggup menghafal do’a sehari-hari
• Anak sanggup membaca dan memahami ketika yang tepat untuk membacakan do’a tsb • Satu do’a
dikenalkan dalam satu bulan
• Do’a
dikenalkan dan dibaca setelah RA bertadarus
• Do’a dibaca
pada waktu dan kondisi yang sesuai
Dzikir 8. Dzikir harian • Kegiatan dzikir harian dilakukan setelah sholat berjama’ah
• Dilakukan pada
kejadian-kejadian yang sesuai • Anak senang berzikir
• Anak dapat
berdzikir sesuai insiden • Berdzikir dilakukan setelah melaksanakan sholat
berjama’ah
• Anak sanggup berzikir ketika insiden yang sesuai seperti
: ketika melaksanakan kesalahan anak
mengucapkan

59

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
istighfar
9. Mari berguru membaca
Al-Qur’an • Mengenalkan huruf- huruf hijaiyyah menggunakan metode sesuai sekolah masing- masing menyerupai : metode Tilawati, iqro, ummi • Anak mengenal huruf-huruf hijaiyyah secara benar
• Anak dapat
membaca Al-
Qur’an • Kegiatan mari berguru Al- Qur’an dilakukan setiap hari dengan waktu yang disesuaikan
dengan sekolah masing- masing diubahsuaikan dengan jadwal kegiatan di sekolahnya

60
BAB V
PENGELOLAAN DAN PENGORGANISASIAN KELAS

A. Latar Belakang

Lingkungan yaitu guru ketiga bagi anak. Dari lingkungan anak berguru wacana kebersihan, kerapihan, disiplin, kemandirian, semangat pantang mengalah dan banyak hal lainnya. Karena itu lingkungan pada Pendidikan Anak Usia Dini harus direncanakan, ditata, dimanfaatkanm dan dirawat secara cermat semoga bisa mendukung pencapaian hasil berguru yang telah ditetapkan bersama.

Lingkungan berguru baik di dalam maupun di luar menghipnotis apa dan bagaimana anak belajar. Lingkungan yang mengundang, mendorong dan membantu anak melaksanakan eksplorasi, bereksperimen, memanipulasi benda dan alat main secara bermakna, menyenangkan, dan menantang kemampuan berpikir mereka menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi semakin menyenangkan.

Lingkungan berguru tidak selalu identik dengan banyaknya alat permainan yang dimiliki, tetapi terlebih penting yaitu bagaimana semoga anak sanggup terlibat aktif di dalam lingkungan berguru tersebut. Tidak pula menjadi arif bila satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang terbatas luas halaman bermainnya tetapi diisi dengan alat permainan outdoor yang penuh sesak. Anggapan bahwa PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang tidak mempunyai alat bermain out door yaitu forum PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang kurang bermutu, sudah harus ditinggalkan.

Untuk kepentingan tersebut disusunnya Pedoman Pengelolaan Kelas sebagai rangkaian pedoman penerapan kurikulum tahun 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Harapannya semoga pedoman ini sanggup bermanfaat bagi penataan lingkungan berguru yang lebih baik.

B. Dasar

1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan
Nasional;
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 wacana Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional;
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2015 wacana Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan;
5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak
Usia Dini Holistik-Integratif;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 wacana Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 Tahun 2014 wacana Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 wacana Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013 pasal 7.

Menurut Peraturan menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 tahun 2014 wacana kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, Pengelolaan Pembelajaran terdiri dari:

1) Perencanaan pengelolaan kelas

Rencana pengelolaan kelas meliputi penataan lingkungan berguru serta pengorganisasian anak dan kelas (dapat didalam maupun diluar ruangan). Pengelolaan kelas diubahsuaikan dengan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Model-model pembelajaran tersebut diantaranya adalah:
a. Model pembelajaran Kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan b. Model pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman
c. Model pembelajaran berdasarkan area (minat)
d. Model pembelajaran berdasarkan sentra

2) Pelaksanaan Pembelajaran

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dipakai dalam kurikulum 2013 yaitu pendekatan tematik terpadu.Dalam model pembelajaran tematik terpadu di PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema yang dirancang untuk mencapai secara bantu-membantu kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dengan meliputi sebagian atau seluruh aspek pengembangan.
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran pribadi dan tidak pribadi yang terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran pribadi yaitu proses pembelajaran melalui interaksi pribadi antara anak dengan sumber berguru yang dirancang dalam Rencana Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Pembelajaran pribadi berkenaan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan Kompetensi Inti-4 (keterampilan).
Pembelajaran tidak pribadi yaitu pembelajaran yang tidak dirancang secara khusus namun terjadi dalam proses pembelajaran langsung. Melalui proses pembelajaran pribadi untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan akan terjadi dampak ikutan pada pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam Kompetensi Inti 1 (sikap spiritual) dan Kompetensi Inti 2 (sikap sosial).
Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam tahapan kegiatan pembukaan, inti, dan penutup.
a. Kegiatan Pembukaan
Kegiatan pembukaan dilakukan untuk menyiapkan anak secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini berafiliasi dengan pembahasan sub tema atau sub-sub tema yang akan dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang sanggup dilakukan antara lain: berbaris, mengucap salam, berdoa, dan bercerita atau menyebarkan pengalaman.

b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan upaya kegiatan bermain yang memberikan pengalaman berguru secara pribadi kepada anak sebagai dasar pembentukan sikap, perolehan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan Inti dilaksanakan dengan pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan.
1. Mengamati
Mengamati dilakukan untuk mengetahui objek diantaranya dengan menggunakan indera, menyerupai melihat, mendengar, menghidu, merasa, dan meraba.
2. Menanya
Anak didorong untuk bertanya, baik wacana objek yang telah diamati maupun hal-hal lain yang ingin diketahui.
3. Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan informasi dilakukan melalui bermacam-macam cara, misalnya: dengan melaksanakan mencoba, mendiskusikan dan menyimpulkan hasil dari aneka macam sumber.
4. Menalar
Menalar merupakan kemampuan menghubungkan informasi yang sudah dimiliki dengan informasi yang gres diperoleh sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik wacana suatu hal.
5. Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan merupakan kegiatan untuk memberikan hal-hal yang telah dipelajari dalam aneka macam bentuk, contohnya melalui cerita, gerakan, dan dengan pertanda hasil karya berupa gambar, aneka macam bentuk dari adonan, boneka dari bubur kertas, karya dari materi daur ulang, dan hasil anyaman.

c. Kegiatan Penutup
Kegiatan epilog merupakan kegiatan yang bersifat penenangan. Beberapa hal yang sanggup dilakukan dalam kegiatan epilog diantaranya adalah:
1. Membuat kesimpulan sederhana dari kegiatan yang telah dilakukan, termasuk didalamnya yaitu pesan moral yang ingin disampaikan
2. Nasihat-nasihat yang mendukung pembiasaan yang baik;
3. Refleksi dan umpan balik terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
4. Membuat kegiatan penenangan menyerupai bernyanyi, bersyair, dan bercerita yang sifatnya menggembirakan, dan;
5. Menginformasikan planning pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
3) Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yaitu cara yang dipakai pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran dirancang dalam kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan bagi anak.
Beberapa metode pembelajaran yang dianggap sesuai untuk PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), diantaranya yaitu sebagai berikut:
a. Bercerita
Bercerita yaitu cara bertutur dan memberikan kisah secara lisan. Cerita harus diberikan secara menarik.Anak diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Pendidik sanggup menggunakan buku sebagai alat bantu bercerita.
b. Demonstrasi
Demonstrasi dipakai untuk memperlihatkan atau memeragakan cara untuk menciptakan atau melaksanakan sesuatu
c. Bercakap-cakap
Bercakap-cakap sanggup dilakukan dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan pendidik atau antara anak dengan anak yang lain.
d. Pemberian tugas
Pemberian kiprah dilakukan oleh pendidik untuk member pengalaman yang kasatmata kepada anak baik secara individu maupun secara berkelompok.
e. Sosio-drama/bermain peran
Sosio-drama atau bermain kiprah dilakukan untuk mengembangkan daya khayal/imajinasi, kemampuan berekspresi, dan kreativitas anak yang diinspirasi dari tokoh-tokoh atau benda-benda yang ada dalam cerita.
f. Karyawisata
Karyawisata yaitu kunjungan secara pribadi ke objek-objek dilingkungan kehidupan anak yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas
g. Projek
Proyek merupakan suatu kiprah yang terdiri atas rangkaian kegiatan yang diberikan oleh pendidik kepada anak, baik secara individu maupun secara berkelompok dengan menggunakan objek alam sekitarmaupun kegiatan sehari-hari.

h. Eksperimen
Eksperimen merupakan pemberian pengalaman kasatmata kepada anak dengan melaksanakan percobaan secara pribadi dan mengamati hasilnya.

Dukungan pada pembelajaran
Untuk membantu pencapaian pembelajaran yang optimal, diharapkan dukungan diantaranya:
a. Media dan sumber berguru yang sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan;
b. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang relevan;
c. Keterlibatan orangtua; dan
d. Keterlibatan instansi terkait (misalnya: puskesmas, pemadam kebakaran, kepolisian,dll) dalam kegiatan pembelajaran yang sedang dilaksanakan.

C. Model-model pembelajaran di raudhatul athfal (RA)

1. Model Pembelajaran Klasikal

Model pembelajaran klasikal yaitu pola pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas (secara klasikal). Model pembelajaran ini merupakan model yang paling awal dipakai dipendidikan pra sekolah, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat individu anak. Seiring dengan perkembangan teori dan pengembangan model pembelajaran, model ini sudah banyak ditinggalkan.

2. Model Pembelajaran Kelompok

Model pembelajaran berdasarkan kelompok masih banyak dipakai RA di Indonesia, namun perkembangan model pembelajaran selalu berkembang.Kini sudah banyak RA yang menggunakan model pembelajaran yang lebih variatif.Dalam model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, yaitu pola pembelajaran dimana belum dewasa dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, dan masing-masing kelompok melaksanakan
kegiatan yang berbeda-beda. Dalam satu kali pertemuan, anak bisa menuntaskan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian. Apabila dalam pergantian kelompok, terdapat belum dewasa yang sudah menuntaskan tugasnya lebih cepat dari pada temannya, maka anak tersebut sanggup meneruskan kegiatan lain sejauh di kelompok lain tersedia tempat. Namun apabila tidak tersedia tempat, maka anak tersebut sanggup bermain pada tempat tertentu didalam kelas yang telah disediakan guru yang disebut dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat-alat yang lebih bervariasi dan sering diganti diubahsuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.

3. Model Pembelajaran Sentra

Model yang dikembangkan Creative Curiculum mengelola kegiatan pembelajaran yang seimbang antara bimbingan guru dengan inisiatif anak. Model ini dikenalkan di Indonesia oleh Dr. Pamela Phelp dari CCCRT Florida.
Bermain dipandang sebagai Otak sehingga anak diberi kesempatan untuk memulai dari pengembangan ide hingga tuntas menuntaskan hasil karyanya “Start and finish”. Dukungan guru memfasilitasi anak mengembangkan kecakapan berpikir aktif dan anak diberi keleluasaan untuk melaksanakan aneka macam kegiatan untuk mendapatkan pengalaman wacana dunia sekelilingnya. Sentra yang dikembangkannya tidak berbeda dengan sistem area. Perbedaan nampak dalam pengelolaan kelas. Dalam model area semua anak bebas bergerak di semua area yang dikelola oleh
seorang guru. Dalam model pusat anak bebas menentukan bermain yang disiapkan guru dalam satu sentra.
Didalam pusat dilengkapi dengan 3 jenis kegiatan bermain yaitu bermain sensorimotorik, main kiprah dan main pembangunan. Keragaman main atau disebut juga densitas main memfasilitasi untuk sanggup menentukan mainan sesuai dengan minatnya. Kelompok anak berpindah bermain dari satu pusat kesentra lainnya setiap hari. Tiap pusat dikelola oleh seorang guru. Proses pembelajarannya dengan menggunakan 4 pijakan yaitu pijakan penataan alat (pijakan lingkungan), pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan pijakan setelah bermain.
Model pembelajaran pusat yaitu pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam ‘lingkaran” (circle times) dan pusat bermain. Lingkaran yaitu ketika dimana guru duduk
bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan sbelum dan sehabis bermain.
Sentra bermain yaitu zona atau area dengan seperangakat sebagai pijakan lingkungan yang diharapkan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam aneka macam aspek perkembangan secara seimbang, serba seimbang.Sentra yang dibuka setiap harinya diubahsuaikan dengan jumlah kelompok di setiap RA.
Pembelajaran yang berpusat pada pusat dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan hingga selesai dan focus oleh satu kelompok usia RA dalam satu pusat kegiatan. Setiap pusat mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain yaitu bermain sensorimonitor atau fungsional, bermain kiprah dan bermain konstruktif (membangun pemikiran anak).
Bermain sensorimotor yaitu menangkap rangsangan melalui
penginderaan dan menghasilkan sebagai gerakan sebagai reaksinya.Anak RA berguru melalui panca inderanya dan melalui relasi fisik dengan lingkungan mereka.Misalnya menakar air, meremas kertas bekas, menggunting dan lain-lain.
Bermain kiprah terdiri dari bermain makro (besar) bermain peran
mikro/kecil (bermain simbolik), pura-pura, fantasi, imajinasi, atau bermain drama.Anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimilikinya.
Bermain konstruktif memperlihatkan kemampuan anak untuk
mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya menjadi sebuah karya nyata.Ada dua jenis bermain konstrusi, yaitu bermain konstruksi sifat cair (air, pasir, spidol, dll) dan bermain konstruksi terstruktur (balok-balok, lego,
dll).
Dalam mengoptimalkan perkembangan anak disentra yang perlu diperhatikan yaitu densitas dan intensitas.Densitas berkaitan dengan keragaman kegiatan yang disediakan, sedangkan intensitas berkaitan dengan waktu yang diperlukan.
Untuk membangun konsep dan memberikan gagasan pada penerima didik dalam model pembelajaran sentra, guru memberikan 4 pijakan.Pijakan (scaffolding process) yaitu dukungan yang berubah-ubah yang diubahsuaikan dengan perkembangan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.
Ada empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum bermain, pijakan selama bermain, dan pijakan setelah bermain.
1. Pijakan lingkungan bermain dilakukan dengan menata alat dan materi bermain yang akan dipakai sesuai planning dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk memberikan gagasan kepada anak semoga sanggup mengembangkan semua potensinya secara optimal.

Rekomendasi :   Mendikbud: Pendidikan Aksara Merupakan Poros Perbaikan Pendidikan Nasional

2. Pijakan sebelum bermain merupakan kegiatan awal dimana guru memberikan gagasan sebelum anak melaksanakan kegiatan bermain di sentra.

3. Pijakan selama bermain yaitu dukungan yang diberikan guru secara individual kepada anak sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan, untuk meningkatkan pada tahap perkembangan selanjutnya.
4. Pijakan pengalaman setelah bermain merupakan kegiatan dimana guru memperkuat konsep yang telah dipeoleh anak selama bermain.

4. Model Pembelajaran Area

Model ini dikembangkan oleh Highscope di Amerika Serikat dan dikenalkan di Indonesia oleh Children Resources Internasional. Inc. Model Area memfasilitasi kegiatan anak secara individu dan kelompok untuk pengembangan semua aspek. Area ditata secara menarik. Setiap anak mempunyai beberapa kegiatan yang menggunakan alat dan materi yang berbeda. Semua anak sanggup menentukan area mana yang paling sesuai dengan minatnya. Untuk semua area difasilitasi oleh seorang guru. Guru mengawasi belum dewasa yang bermain disemua area yang dibukanya.
Model pembelajaran berdasarkan Area lebih memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menentukan atau melaksanakan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelanjarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya dan menekankan peda pengalaman berguru bagi setiap anak, pilihan-pilihan kegiatan dan pusat-pusat kegiatan serta kiprah serta keluarga dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran area menggunakan sepuluh area, yaitu : area
ibadah/imtak, balok, bahasa, drama, matematika, IPA, music, seni/motorik halus, pasir dan air, membaca dan menulis.

Area berguru pada pembelajaran berdasarkan minat antara lain :
Area Ibadah/Imtak

Maket masjid, gambar tata cara shalat, ambar tata cara berwudu, sajadah, mukena, paci, kain sarung, kerudung, buku iqra, kartu huruf hijaiyah, tasbih, juz ‘amma, Alquran, dan sebagainya yang meliputi alat-alat permainan lima aspek rukun Islam dari syahadah hingga dengan haji.

Area Balok
Balok-balok aneka macam ukuran dan warna, logo, lotto sejenis, lotto berpasangan, kepingan geometri dan triplek aneka macam ukuran dan warna, kotak geometri, kendaraan tiruan (laut, udara dan darat), rambu-rambu kemudian lintas, kubus berpola, tusuk gigi, kubus aneka macam ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, bola aneka macam ukuran dan warna, dus-dus bekas, dan sebagainya.

Area Berhitung/Matematika
Lambang bilangan, kepingan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, konsep bilangan, kubus permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang pendek, ukuran tebal tipis, tutup botol, pensil, manik- manik, gambar buah-buahan, pnggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar bilangan, papan pasak, jam, kartu gambar, kartu berpasangan, lembar kerja, dan sebagainya.

Area IPA
Macam-macam gambar binatang, gambar-gambar perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses pertumbuhan tanaman, biji-bijian ( jagung, kacang tanah, kacang hiaju, beras), kerang, batu/kerikil, pasir, bunga karang, magnit, mikroskop, beling pembesar, pipet, tabung ukur, timbangan kue, timbangan sebenarnya, gelas ukuram, gelas pencampur warna, nuansa warna, meteran, penggaris, benda-benda garang halus (batu, batu-bata, amplas, besi, kayu, kapas, dll), benda-benda pengenalan aneka macam macam rasa (gula, kopi, asam, cuka, garam, sirup, cabe, dll), aneka macam macam bumbu (bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun salam, jahe, kunyit, jinten, dll).

Area Musik
Seruling, kastanyet, meracas, organ kecil, tamburin, kerincingan, triangle, gitar kecil, wood block, kulintang, angklung, biola, piano, harmonica, gendang, rebana, dan sebagainya.

Area Bahasa
Buku-buku cerita, gambar seni, kartu kategori kata, nama-nama hari, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu nama-nama- hari, kartu nama-nama bulan, majalah penerima didik, Koran, macam- macam gambar sesuai tema, dan sebagainya.

Area Membaca dan Menulis
Buku-buku perpustakaan, buku tulis, pensil warna, pensil 2B, kartu huruf, kartu kata, kartu gambar, dan sebagainya.

Area Drama
Tempat tidur penerima didik dan boneka, lemari kecil, meja-kursi kecil, meja tamu, boneka-boneka, tempat jemuran, tempat gosokan, setrikaan, baju-baju besar, handuk, bekas make-up, minyak wangi, sisir, kompor-komporan, penggorengan, dandang tiruan, piring, sendok, garpu, gelas, cangkir, teko, keranjang belanja, pisau mainan, ulekan (cobek), mangkok-mangkok, tas-tas, sepatu/sandal, rak sepatu, cermin, mixer, blender, sikat gigi, odol, telepon-teleponan, baju tentara dan polisi, baju dokter-dokteran, dan sebagainya.

Area Pasir/Air
Bak pasir/bak air, akuarium kecil, bejana kecil, gayung, garpu garuk, botol-botol, plastic, tabung air, cangkir plastic, literan air, corong, sekop kecil, saringan pasir, serokan, cetakan-cetakan pasir/cetakan-cetakan ager aneka macam bentuk, penyiram tanaman, dan sebagainya.

Area Seni dan Motorik
Meja gambar, meja-kursi penerima duduk, krayon, pensil berwarna, pensil 2B, kapur tulis, arang, buku gambar, kertas lipat, kertas Koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kertas bekas, materi sisa, dan sebagainya.

5. Pengaturan Ruangan Atau Kelas

Pengaturan ruangan atau kelas harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan, dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam berguru melalui bermain. Penataan alat main/kegiatan bermain mendorong anak untuk sanggup bereksplorasi, mendukung anak untuk sanggup berinteraksi dengan lingkungannya, sesuai
dengan tahapan perkembangan anak, memperhatikan karakteristik anak, kemampuan anak. Ruangan perlu diatur guna menumbuhkan atau membangkitkan minat bereksplorasi anak dengan cara meletakan media pembelajaran secara menarik. Pengaturan ruangan sanggup diubahsuaikan dengan tema.

Dalam pengaturan ruangan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
1. Susunan meja bangku anak sanggup berubah-ubah atau bersifat fleksibel.
2. Kegiatan tidak selalu di bangku tetapi sanggup dilakukan di tikar/karpet/lantai.
3. Penataan bangku atau alat main harus sesuai dengan kebutuhan anak sehingga cukup ruang gerak bagi anak.
4. Alat peraga harus sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, dan diubahsuaikan dengan usia serta perkembangan anak.
5. Peletakan dan penyimpanan alat bermain/sumber belajardiatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya, sehingga memudahkan penerima didik untuk menggunakan dan mengembalikan pada tempatnya setelah selesai digunakan
6. Penataan ruangan kelas, penataan perabotan, asesoris atau hasil pekerjaan anak di dinding hendaknya diubah-ubah secara periodic semoga selalu tercipta suasana kelas yang gres dan tidak membosankan.

BAB VI
KONSEP, TEKNIK DAN PROSEDUR PENILAIAN

Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA)
yakni Permendikbud no 137 Tahun 2014 pasal 18, dan Permendikbud no 146
Tahun 2014 wacana standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Dalam standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dinyatakan bahwa standar penilaian merupakan kriteria wacana penilaian proses dan hasil pembelajaran anak dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai tingkat usianya.
Sejalan dengan hal tersebut dalam Permendikbud No 146 tahun 2014 memutuskan bahwa penilaian proses dan hasil kegiatan berguru PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yaitu suatu proses mengumpulkan dan mengkaji aneka macam informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh, transparan, obyektif, bermakna, wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.

A. Konsep Penilaian

1. Pengertian Penilaian

Penilaian merupakan proses pengolahan data dengan cara pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kemampuan dan karya anak untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak.
Penilaian berdasarkan Sugihartono, dkk; 2007, suatu tindakan untuk menginterpretasikan hasil pengukuran berdasarkan norma tertentu dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendah nya sesuatu, berat ringannya sesuatu benda, atau baik buruknya suatu kondisi.
Penilaian merupakan proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kemampuan dan karya anak sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan yang bermanfaat bagi anak (NAEYC/NAECS dan SDE, 1991: Grace and Shore 1991; Kumano 2002)
Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No: 58 Tahun 2009. Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Sujarwo, Jakarta 2010)
2. Manfaat

Penilaian mempunyai manfaat bagi semua pihak, termasuk bagi anak itu sendiri. Dibawah ini beberapa manfaat melaksanakan penilaian di Raudhatul Athfal :
1. Manfaat bagi belum dewasa :
a. Memelihara pertumbuhan anak lebih sehat dan konsisten. b. Perkembangan anak menjadi lebih optimal.
c. Anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat dan perkembangannya.
d. Anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.
2. Manfaat bagi orang tua/ keluarga:
a. Orang renta memperoleh informasi wacana pertumbuhan, perkembangan dan minat anak di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).
b. Memudahkan orang renta dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan di rumah.
c. Membuat keputusan bersama antara orang renta dengan pihak satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dalam memberikan dukungan dan memenuhi kebutuhan anak.
3. Manfaat bagi guru :
a. Mengetahui perkembangan sikap, dan keterampilan anak.
b. Mendapatkan informasi awal wacana kendala atau gangguan dalam tumbuh kembang anak.
c. Mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan dengan kebutuhan perkembangan anak.
d. Dapat memberikan dukungan yang tepat kepada anak.
e. Memiliki data dan informasi wacana perkembangan anak untuk pembuatan planning pembelajaran serlanjutnya

3. Prinsip

Penilaian hasil berguru anak pada jenjang RA berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Mendidik
Proses dan hasil penilaian sanggup dijadikan dasar untuk memotivasi, mengembangkan, dan membina anak semoga tumbuh dan berkembang secara optimal.
2. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk mendapatkan citra wacana pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Objektif
Penilaian didasarkan pada mekanisme dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian sehingga menggambarkan data atau informasi yang sesungguhnya.
4. Akuntabel
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan kriteria yang terang serta sanggup dipertanggung jawabkan.
5. Transparan
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan hasil penilaian sanggup diakses oleh orang renta dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
6. Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan aneka macam instrumen.
7. Menyeluruh
Penilaian meliputi semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Penilaian mengakomodasi seluruh keragaman budaya, bahasa, sosial ekonomi, termasuk anak yang berkebutuhan khusus.
8. Bermakna
Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang renta dan pihak lain yang relevan.

4. Lingkup Penilaian

Lingkup penilaian di Raudhatul Athfal meliputi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkup penilaian pertumbuhan meliputi ukuran fisik diukur dengan satuan panjang dan berat, contohnya berat tubuh, tinggi badan/ panjang tubuh dan lingkar kepala.
Penilaian perkembangan meliputi informasi bertambahnya fungsi psikis dan fisik anak meliputi sensorik (mendengar, melihat, meraba, merasa dan menghidu ), motorik (gerakan motorik garang dan halus), kognitif (pengetahuan, kecerdasan), komunikasi (berbicara dan bahasa),
serta sikap religius, sosial-emosional dan kreativitas yang di rumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

5. Penilaian Otentik

Penilaian pada anak usia dini berupa penilaian otentik. Penilaian otentik yaitu jenis penilaian berdasakan kondisi kasatmata yang muncul dari sikap anak selama proses berkegiatan maupun hasil dari kegiatan tersebut.
Penilaian otentik dilakukan pada ketika anak terlibat dalam kegiatan bermain, harus dilakukan secara alami dalam kondisi yang direncanakan oleh guru. Contoh: Guru ingin mengetahui kemampuan anak mengenal bentuk- bentuk geometri, maka guru menyiapkan kegiatan bermain dengan alat main aneka macam bentuk di semua area/ sentra/ sudut. Guru melaksanakan pengamatan, bertanya dan mencatat hal-hal yang penting sesuai dengan kompetensi yang di harapkan muncul dari anak. Saat anak tengah bermain mencetak pasir dengan menggunakan cetakan berbagai
bentuk, guru sanggup mengajukan pertanyaan, seperti: “Ibu pesan kue
berbentuk lingkaran ya”. Guru mengamati kemampuan anak apakah anak sanggup menciptakan kuliner ringan manis berbentuk lingkaran, kemudian mencatat hasil pengamatannya.

B. Teknik Penilaian

Teknik yang dipakai untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yaitu sebagai berikut :
a. Pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan menggunakan lembar observasi, catatan, menyeluruh atau jurnal, dan rubrik.
b. Percakapan merupakan teknik penilaian yang sanggup dipakai baik pada ketika kegiatan terpimpin maupun bebas
c. Penugasan merupakan teknik penilaian berupa pemberian kiprah yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok serta secara berdikari maupun didampingi.
d. Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam bentuk pelaksanaan suatu acara yang sanggup diamati.
e. Penilaian hasil karya merupakan teknik penilaian dengan melihat produk yang dihasilkan oleh anak setelah melaksanakan suatu kegiatan
f. Pencatatan anekdot merupakan teknik penilaian yang dilakukan dengan mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnal kegiatan harian, mencatat kegiatan anak selama melaksanakan kegiatan setiap harinya.
g. Portofolio merupakan kumpulan atau rekam jejak aneka macam hasil kegiatan anak secara berkesinambungan dan catatan pendidik wacana aneka macam aspek pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu materi untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan

C. Prosedur Penilaian

1. Waktu Penilaian

Penilaian dilakukan mulai anak tiba di satuan RA selama proses pembelajaran, ketika istirahat, hingga anak pulang. Hasil penilaian sanggup dirangkum dalam kurun waktu harian dan bulanan.

2. Proses Penilaian

Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi wacana capaian hasil berguru untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki anak setelah melaksanakan kegiatan belajar.
Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yakni Permendikbud nomor 137/ 014 pasal 18 dan Permendikbud nomor 146/2014. Dalam standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dinyatakan bahwa Standar Penilaian merupakan kriteria wacana penilaian proses dan hasil pembelajaran anak dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai tingkat usianya. Sejalan dengan itu Pedoman penilaian lampiran Permendikbud nomor 146 tahun 2014 memutuskan bahwa Penilaian proses dan hasil kegiatan berguru PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yaitu suatu proses mengumpulkan dan mengkaji aneka macam informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.
Penilaian hasil berguru anak mengukur kompetensi dasar di setiap lingkup perkembangan dengan menggunakan tolok ukur indikataor
perkembangan per kelompok usia. Secara sederhana sanggup diilustrasikan dengan gambar ( siklus ) sebagai berikut :
Program Pengembangan terdiri dari : (1) nilai agama dan moral, (2) fisik motorik, (3) kognitif, (4) sosial emosional, (5) bahasa dan (6) seni. Program pengembangan meliputi semua kompetensi dasar yang berjumlah 46, dan untuk mengukur capaian perkembangan tersebut setiap tahun menggunakan indikator perkembangan perkelompok usia Perkembangan yang dipakai dalam penilaian merupakan penggabungan dari indikator perkembangan yang di permendikbud
137/2014 dengan permendikbud 146/2014.
Indikator tersebut menjadi referensi dalam proses analisa hasil penilaian. Penilaian dilakukan secara sistematis yang diawali dengan pengamatan yang dilakukan setiap hari, pencatatan harian, penganalisaan data setiap bulan, dan rekap perkembangan selama semester. Hasil analisa selama satu semester dijadikan sebagai materi pembuatan laporan semester. Dapat kita lihat proses yang dilakukan secara sistematis, sebagai berikut:

a. Penilaian harian
Penilaian harian merupakan proses pengumpulan data dengan menggunakan instrumen format penilaian harian yang tercantum dalam RPPH, catatan anekdot, dan hasil karya anak. Instrumen format penilaian harian dan catatan anekdot diisi dari hasil pengamatan guru di ketika anak bermain atau melaksanakan kegiatan rutin harian. Hasil karya anak sebagai dokumen yang didapat guru setelah anak melaksanakan kegiatan. Hasil karya anak hendaknyajelas tertulis tanggal pembuatan dan gagasan anak wacana karya tersebut ditulis oleh guru berdasarkan kisah yang diungkapkan anak.
Penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
1. Merupakan pengumpulan data dan informasi yang terkait pribadi dengan kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari
2. Menggunakan checklist (v) skala capaian perkembangan yang telah ditetapkan dalam RPPH.checklist (V) skala capaian perkembangan berisi indicator perkembangan untuk mengukur ketercapaian tujuan dan kompetensi dasar yang ditetapkan di RPPM.
3. Menggunakan catatan anekdot untuk mencatat sikap anak pada ketika berkegiatan, baik ketika bermain di kegiatan inti maupun kegitan rutin.
4. Menggunakan data /Informasi dari hasil karya anak.

Format checklist (v) skala capaian perkembangan. Format checklist (v) skala capaian perkembangan memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Contoh terlampir
1. Indikator dalam format sesuai dengan tercantum dalam RPPH
2. Setiap anak diukur ketercapaian perkembangannya sesuai dengan indikatornya.

Kolom pencapaian perkembangan diisi dengan kategori 1 (BB), 2 (MB),3 (BSH), dan (BSB)
1) 1 (BB) artinya Belum Berkembang : bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru.
2) 2 (MB) artinya Mulai Berkembang bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru.
3) 3 (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan : bila anak sudah sanggup melakukannya secara berdikari dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
4) 4 (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik : Bila anak sudah sanggup melakukannya secara berdikari dan sudah sanggup membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indicator yang diharapkan.

b. Penilaian bulanan
Penilaian bulanan berisi hasil pengolahan rekapitulasi data penilaian harian checklist (V), catatan anekdot, dan hasil karya anak selama satu bulan. Hasil pengolahan data diisikan ke dalam format penilaian.

c. Penilaian semester
Penilaian semester merupakan hasil pengolahan rekapitulasi data penilaian bulanan yang dicapai selama 6 bulan. Penilaian
semester dipakai sebagai dasar untuk menciptakan laporan perkembangan anak yang akan disampaikan kepada orang renta anak.

d. Pelaporan
Laporan semester berisi hasil pengolahan data wacana perkembangan anak yang di kumpulkan selama enam bulan atau satu semester. Pelaporan ditujukan kepada :
1. Orang renta anak sebagai pertanggung jawaban layanan yang telah diikuti oleh anak.
2. Satuan RA sebagai dokumen hasil pelaksanaan pembelajaran dan sebagai dasar untuk perbaikan maupun pengembangan layanan yang lebih baik.
3. Dinas Pendidikan sebagi institusi Pembina PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) di wilayahnya.

e. Sumber Data Penilaian Harian lainnya.
Data penilaian harian lainnya bersifat melengkapi data yang dikumpulkan melalui format checklist. Data penilaian harian lainnya sanggup dikumpulkan melalui:
1. Catatan Anekdot
Catatan anekdot awalnya dipakai untuk mencatat sikap dan sikap anak yang muncul dipakai untuk mencatat sikap dan sikap anak yang muncul secara tiba-tiba atau insiden yang terjadi secara incidental. Berbagai referensi terakhir menyatakan bahwa catatan anekdot dipakai untuk mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnall kegiatan harian mencatat kegiatan anak selama melaksanakan kegiatan setiap harinya. Catatan anekdot memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak yang indikatornya tercantum maupaun tidak tercantum pada RPPH.

Hal-hal pokok yang dicatat dalam catatan anekdot meliputi:
a. Nama anak yang dicatat perkembangannya
b. Kegiatan main atau pengalaman berguru yang diikuti anak
c. Perilaku, termasuk ucapan yang disampaikan anak selama berkegiatan.
Catatan anekdot dibuat dengan menuliskan apa yang dilakukan atau dibicarakan anak secara obyektif, akurat, lengkap, dan bermakna tanpa penafsiran subyektif dari guru. Akurat (tepat), obyektif (apa adanya, tanpa memberi label contohnya : cengeng,malas,nakal), spesifik (khusus/tertentu), sederhana (tidak bertele-tele), dan catatan guru terkait dengan indikator yang muncul dari sikap anak. Catatan dalam anekdot lebih berupa jurnal kegiatan akan lebih baik bila disertai foto kegiatan yang dilakukan setiap anak.
(Contoh Penilaan terlampir pada Tabel H)

2. Hasil Karya
Hasil karya yaitu buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk karya kasatmata sanggup berupa pekerjaan tangan, karya seni, atau tampilan anak, misalnya: gambar , lukisan, lipatan, hasill kolase, hasil guntingan, tulisan/Coret- coretan, hasil roncetan, bangunan balok, tari, hasil prakarya dll.

Rambu-rambu menciptakan Catatan Hasil Karya Anak.
a. Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini diharapkan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di waktu sebelumnya.
b. Tanyakan kepada anak wacana hasil karya yang dibuatnya tanpa perkiraan guru. Misalnya Aisyah menciptakan gambar banyak kepala dengan menyebarkan warna. Maka yang dikatakan guru adalah: ”Ada banyak gambar yang sudah kau buat, bisa
diceritakan gambar apa saja? warna apa saja yang kau pakai?”
dst.
c. Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengkonfirmasi hasil karya yang dibuatnya semoga tidak salah ketika guru menciptakan interpretasi karya tersebut.
d. Catatan dan hasil karya anak disimpan dalam portopolio dan akan dianalisa dalam penilaian bulanan. Hasil karya yang dianalisa yaitu hasil karya yang terbaik (menunjukkan tingkat perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasill karya tersebut bisa yang paling selesai atau sanggup pula yang ditengah bulan.
e. Perhatikan apa yang sudah dibuat oleh anak dengan teliti, hubungkan dengan indikator pada KD. Semakin guru melihat dengan rinci maka akan lebih banyak informasi yang didapatkan guru dari hasil karya anak tersebut.

Strategi Pelaksanaan Penilaian Harian
Setiap anak harusnya diamati setiap hari untuk mengetahui perkembangan yang dicapai atau kesulitan yang ditemuinya.Namun demikian seringkali guru kesulitan melakukannya.Salah satu pertanyaan yang seringkali dilontarkan guru terkait dengan penilaian yaitu bagaimana melaksanakan penilaian yang sanggup meliputi banyak kemampuan anak untuk jumlah anak yang banyak?

Salah satu seni administrasi yang sanggup dilakukan yaitu sebagai berikut :
1) Mengamati seluruh anak melalui langkah :
a. Mengidentifikasikan indikator yang ada di RPPH dengan kegiatan yang akan diikuti anak, contohnya Dengan pemetaan tersebut guru sanggup berkonsentrasi pada setiap sesi kegiatan dan melihat seluruh anak lebih fokus.
b. Mengelompokkan indikator disetiap kelompok kegiatan sesuai jadwal harian.

2) Mengamati fokus pada beberapa anak.
Jika seni administrasi 1 dan 2 tetap tidak sanggup dilaksanakan maksimal lantaran rasio guru dan anak yang besar, guru sanggup melaksanakan penilaian dengan fokus pada beberapa anak. Misalnya jumlah anak dalam rombongan berguru sebanyak 20 orang, guru sanggup memfokuskan sasaran penilaian pada 5 anak dengan tidak mengabaikan anak yang lainnya sebagai sasaran penilaian sehingga dalam 4 hari seluruh anak sanggup diobservasi. Bila dalam seminggu ada 5 hari belajar, maka 1 hari sisa dipakai untuk melihat kembali indikator dari semua anak yang belum muncul. Untuk memudahkan pelaksanaan baik menggunakan seni administrasi 1 ataupun 2, guru sanggup menggunakan satu format penilaian caranya:
1. Kolom nama anak sanggup pribadi diisi dengan pencapaian perkembangan misal dengan kode BB, MB, BSH, BSB. Bila ada
hal yang perlu dicatat di luar indikator yang ada, guru sanggup menggunakan catatan anekdot.
2. Guru selalu membawa catatan kecil yang berisi format di atas dengan pena di dalam saku sepanjang hari.
3. Guru juga sanggup mencatat dalam anekdot untuk kegiatan anak lainnya di luar yang sedang menjadi fokus hari itu, apabila dipandang ada sesuatu yang penting pada anak tersebut. Sesuatu yang penting tersebut sanggup berupa kemajuan perkembangan (misalnya anak tidak biasa berkomunikasi ternyata hari itu Nampak berbincang dengan temannya ) atau kemunduran perkembangan (misalnya anak yang tidak biasa berkomunikasi ternyata hari itu nampak berbincang dengan temannya) atau kemunduran perkembangan (misalnya anak biasanya ramah ternyata harii itu selalu marah-marah)

Memasukkan data ke Portofolio Anak
Data yang dicatat dalam anecdotal record yang diartikan sebagai jurnal harian dan hasil karya anak dimasukkan ke dalam buku portofolio masing-masing anak. Format portopolio sanggup dikembangkan oleh masing-masing lembaga, portofolio terdiri:
1. Sampul depan berisi foto dan identitas anak
2. Lembar isi berisi : foto kegiatan anak, catatan guru wacana kegiatan anak (ditulis ketika mengamati anak), dan analisa Kompetensi Dasar.

f. Penilaian Bulanan
Penilaian bulanan sebagai tindak lanjut dari penilaian harian. Penilaian bulanan lebih ditekankan pada analisa dan interpretasi guru terhadap data yang terkumpul dari penilaian bulanan dilakukan dengan langkah berikut :
1. Mengumpulkan Semua Data
Semua data yang didapat guru baik melalui pengisian format cheklist, dan data dalam portofolio yang berasal darii catatan anekdot dan hasil karya anak.
2. Menganalisa Data Penilaian
a. Seluruh catatan skala capaian perkembangan harian disatukan berdasarkan indikator dari KD yang sama. Walaupun dalam format cheklist (V) harian indikatornya memuat tema dan materi, tetapi untuk dimasukkan ke dalam penilaian bulanan cukup melihat indikator dari KD yang tercantum dalam format penilaian perkembangan umum. Apabila dalam indikator yang sama dalam satu KD terdapat perbedaan capaian, maka capaian perkembangan yang tertinggii dijadikan capaian akhir.

Misalnya :
Kemampuan makan Umar membaca doa sebelum dan sehabis makan, BB, BB, BB, MB, maka Umar mengarah pada kemampuan MB.
b. Analisa KD dalam portofolio yang berisi kemampuan anak dianalisa lanjut untuk mengetahui capaian kemampuan anak apakah berada pada kemampuan BB, MB, BBSH, atau BSB.
c. Untuk memudahkan menentukan kemampuan anak sebaiknya guru merujuk pada rubrik penilaian.

Dalam catatan anekdot dituliskan :
Umar menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting di luar garis bergambar bentuk geometri. Ia tersenyum sambil menyampaikan “ ini ban City Tour”
a. KD 3.9 menggunakan gunting dengan cara yang tepat, (dalam
indikator tercantum : melaksanakan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara kondusif dan bertanggung jawab). Capaian perkembangan BSH
b. KD 3.3 – 4.3 menggunting di luar garis bergambar bentuk
geometri lingkaran (dalam indikator tertulis : Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagaii aktivitas). Karena Umar masih menggunting di luar garis yang seharusnya usia 6 tahun seharusnya sudah sanggup
menggunting bentuk sesuai garis, maka Umar mencapaii perkembangan BB.
c. KD 2.5 memperlihatkan gambar sambil tersenyum (dalam indikator disebut” gembira memperlihatkan hasil karya). Karena Umar sesuai dengan indikator, maka Umar mencapaii perkembangan BSH.
d. KD 3.7 – 4.7 “ ini ban City Tour”
e. KD 3.11 – 4.11 “ ini ban City Tour” ( dalam indikator tertulis : Menceritakan kembali isi kisah secara sederhana). Umar sanggup bercerita dengan kalimat sederhana wacana sesuatu hal, capaian perkembangan BSH.

3. Kompilasi Hasil Penilaian Data
Hasil pengumpulan data selama satu bulan, kemudian dii analisa, dapatlah hasil perkembangan sebagai berikut:
Contoh terlampir

4. Mengisi Data Ke Dalam Penilaian Perkembangan Anak
Setelah semua data dianalisa langkah selanjutnya semua data dimasukkan ke dalam format penilaian perkembangan anak. Format perkembangan dipakai untuk mencatat perkembangan bulanan, juga dipakai untuk mencatat perkembangan anak selama satu semester.
Untuk mengisi kolom penilaian bulanan maupun hasil selesai semester, guru perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut :
a. Semua data yang diolah dijadikan materi analisa
b. Apabila menggunakan guru pusat yang berarti guru sebagai tim, maka penilaian ditetapkan secara bersama oleh semua guru yang menangani anak. Sedangkan pengisian laporan dilakukan oleh wali kelas.
c. Data capaian perkembangan anak niscaya cukup banyak sehingga dalam satu indikator bisa muncul data berulang- ulang dengan tingkat pencapaian yang berbeda. Untuk menentukan pengisian pada kolom capaian perkembangan, maka dipakai capaian terbaik dengan pengertian kemampuan anak tersebut. Contoh
untuk kemampuan kemandirian anak : BB–MB-MB-BSH-BSH–BSB
maka yang diambil BSB ( berkembang sangat baik) artinya kemampuan anak berkembang kearah sangat baik.

3. Pengolahan Penilaian

a. Penilaian proses dan hasil berguru anak dimasukkan dalam format yang disusun oleh pendidik setiap selesai melaksanakan kegiatan.
b. Catatan penilaian proses dan hasil berguru perkembangan anak dimasukkan ke dalam format rangkuman penilaian atau bulanan untuk dibuat kesimpulan sebagai dasar laporan perkembangan anak kepada orang tua.

4. Pelaporan

Pelaporan merupakan kegiatan menkomunikasikan dan menjelaskan hasil penilaian wacana perkembangan anak setelah mengikuti layanan/ kegiatan pembelajaran di satuan RA.

5. Etika Pelaporan

Pelaporan berupa deskripsi pertumbuhan fisik dan perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak.
Laporan perkembangan anak didik dibuat secara tertulis oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan secara tatap muka sehingga dimungkinkan adanya relasi dan informasi timbal balik antara pihak forum dengan orang tua. Dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, artinya bahwa data atau informasi wacana anak didik hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang renta anak didik yang bersangkutan atau tenaga andal dalam rangka bimbingan selanjutnya.
Para orang renta ingin tahu wacana kondisi perkembangan anaknya tetapi juga mempunyai keterbatasan waktu, lantaran itu ketika bertemu lebih difokuskan pada hal- hal berikut :
a. Keadaan anak waktu berguru secara fisik, sosial, dan emosional b. Partisipasi anak dalam mengikuti kegiatan di forum RA
c. Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak
d. Hal-hal yang harus dilakukan orang renta untuk membantu dan mengembangkan anak lebih lanjut.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

TABEL A. KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
KI-1. Menerima anutan agama yang dianutnya 1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya
1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa
syukur kepada Tuhan
KI-2. Memiliki sikap hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, bisa menghargai dan toleran kepada orang lain, bisa menyesuaikan diri, jujur, rendah
hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik, dan sahabat 2.1 Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat
2.2 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap ingin tahu
2.3 Memiliki sikap yang

mencerminkan sikap kreatif
2.4 Memiliki sikap yang

mencerminkan sikap Estetis
2.5 Memiliki sikap yang

mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap taat terhadap hukum sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
2.7 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) untuk
melatih kedisiplinan
2.8 Memiliki sikap yang

91

mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jikalau diminta bantuannya
2.10 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain
2.11 Memiliki sikap yang dapat

menyesuaikan diri
2.12 Memiliki sikap yang

mencerminkan sikap tanggungjawab
2.13 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap jujur
2.14 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, pendidik, dan teman
KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman,pendidik, lingkungan
sekitar, agama, teknologi, seni, dan budaya di rumah,tempat bermain dan RA dengan cara: mengamati dengan indera(melihat,
mendengar, menghidu, merasa, meraba);menanya;mengumpulkan informasi;menalar;
dan mengomunikasikan melalui kegiatanbermain 3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari- hari
3.2 Mengetahui cara hidup sehat
3.3 Mengenal sikap baik sebagai cerminan etika mulia
3.4 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik garang dan
motorik halus
3.5 Mengetahui cara memecahkan

duduk masalah sehari-hari dan berperilaku

92

kreatif
3.6 Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri- ciri lainnya)
3.7 Mengenal lingkungan sosial
(keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-
batuan, dll)
3.9 Mengenal teknologi sederhana

(peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
3.10 Memahami bahasa reseptif

(menyimak dan membaca)
3.11 Memahami bahasa ekspresif

(mengungkapkan bahasa secara verbaldan non verbal)
3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri
3.15 Mengenal aneka macam karya dan

acara seni
KI-4. Menunjukkan yang diketahui,

dirasakan, dibutuhkan, dan 4.1 Melakukan kegiatan beribadah

sehari-hari dengan tuntunan orang

93

dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan sikap anak berakhlak mulia dewasa
4.2 Menunjukkan sikap santun sebagai cerminan etika mulia
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik garang dan
halus
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
4.5 Menyelesaikan duduk masalah sehari-hari secara kreatif
4.6 Menyampaikan wacana apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciriciri lainnya)
melalui aneka macam hasil karya
4.7 Menyajikan aneka macam karya yang berafiliasi dengan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar,
bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh
4.8 Menyajikan aneka macam karya yang berafiliasi dengan lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batubatuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh

94

4.9 Menggunakan teknologi sederhana untuk menuntaskan kiprah dan kegiatannya (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan
membaca)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai
bentuk karya
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara

wajar
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan minat diri dengan cara
yang tepat
4.15 Menunjukkan karya dan acara seni dengan menggunakan aneka macam media

95

TABEL B. KOMPETENSI INTI, DASAR DAN INDIKATOR

Perkembangan yang dipakai dalam penilaian merupakan penggabungan dari indikator perkembangan yang di permendikbud 137/2014 dengan permendikbud 146/2014. Indikator penilaian Perkembangan untuk usia 5-6 tahun terdiri atas:

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
Nilai Agama dan Moral 1.1 Mengenal Tuhan melalui ciptaanNya
 Terbiasa menyebut nama Tuhan sebagai pencipta
 Terbiasa mengucapkan kalimat kebanggaan terhadap ciptaan Tuhan
1.2 Menghargai diri sendiri, oranglain dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada
Tuhan
 Menghormati (toleransi ) Agama oranglain
 Terbiasa mengucap rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan
 Terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan
2.13 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap jujur
 Terbiasa tidak berbohong
 Terbiasa menghargai kepemilikan orang lain
 Terbiasa mengembalikan benda yang bukan haknya
3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntutan orang dewasa
 Menggunakan doa-doa sehari-hari, melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya
(misal: doa sebelum memulai dan selesai kegiatan)
 Berperilaku sesuai dengan anutan agama yang dianutnya (misal: tidak bohong, tidak berkelahi)
 Menyebutkan hari-hari besar agama, tempat ibadah, tokoh keagamaan (misal: nabi-nabi)
 Menyebutkan tempat ibadah agama lain
 Menceritakan kembali tokoh-tokoh keagamaan (misal: nabi-nabi)

96

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
3.2 Mengenal sikap baik dan santun sebagai cerminan etika mulia
4.2 Menunjukkan sikap santun sebagai cerminan etika mulia
 Berperilaku sopan dan peduli melalui perkataan dan perbuatannya secara impulsif sesuai
dengan agama dan budaya
FISIK
MOTORIK 2.1 Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat
 Terbiasa makan kuliner bergizi seimbang
 Terbiasa memelihara kebersihan diri dan lingkungan
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik
garang dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik garang dan halus
 Mengenal anggota tubuh dan fungsinya
 Melakukan aneka macam gerakan terkoordinasi secara terkontrol, seimbang, dan lincah
 Melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam menirukan aneka macam gerakan yang teratur (misal: senam dan tarian)Melakukan permainan fisik dengan aturan
 Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam aneka macam acara (misal: mengancingkan baju, menali sepatu, menggambar, menempel, menggunting pola, menggandakan bentuk, menggunakan alat makan)
3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
 Melakukan kebiasaan hidup higienis dan sehat (misal: mandi 2x sehari; menggunakan baju bersih;
membuang sampah pada tempatnya, menutup hidung dan ekspresi ketika batuk dan bersin, membersihkan dan membereskan tempat bermain )
 Mampu melindungi diri dari percobaan kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan bullying
(misal dengan berteriak dan/atau berlari)
 Mampu menjaga keamanan diri dari benda-benda berbahaya (misal: listrik, pisau, pembasmi

97

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
serangga, kendaraan di jalan raya)
 Menggunakan toilet dengan benar tanpa bantuan
 Mengenal kebiasaan jelek bagi kesehatan (makan permen, jajan sembarang tempat)
KOGNITIF 2.2 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap ingin tahu
 Terbiasa memperlihatkan acara yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti:
aktif bertanya, mencoba atau melaksanakan sesuatu untuk mendapatkan jawaban)
2.3 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kreatif
 Kreatif dalam menuntaskan duduk masalah menggunakan ide, gagasan di luar
kebiasaan atau cara yang tidak biasa atau dengan menerapkan pengetahuan atau pengalaman baru
 Menunjukkan inisiatif dalam menentukan permainan (seperti: ”ayo kita bermain pura-
pura menyerupai burung”)

98

Prog.Pengembangan KD dan Indikator
3.5 Mengetahui dan bisa cara memecahkan duduk masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
4.5 Menyelesaikan duduk masalah sehari-hari secara kreatif
 Mengerti duduk masalah sederhana yang dihadapi
 Menyelesaikan kiprah meskipun menghadapi kesulitan
 Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan
3.6. Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat,
suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
4.6 Menyampaikan wacana apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui aneka macam hasil karya
 Mengenal benda dengan mengelompokkan aneka macam benda di lingkungannya
berdasarkan ukuran, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya
 Mengenal benda dengan menghubungkan satu benda dengan benda yang lain
 Menghubungkan atau menjodohkan nama benda dengan goresan pena sederhana melalui aneka macam aktivitas
 Mengenal konsep besar-kecil, banyak-sedikit, panjang-pendek, berat-ringan,tinggi- rendah dengan mengukur menggunakanalat ukur tidak baku
 Membuat pola ABCD-ABCD
 Mampu mengurutkan lima seriasi atau lebih berdasarkan warna, bentuk, ukuran, atau jumlah.
 Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran: “lebih dari”; “kurang dari”; dan “paling/ter”
 Mengklasifikasikan benda berdasarkan 3 variabel warna, bentuk, dan ukuran
 Menyebutkan lambang bilangan 1-10
 Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung
 Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan

99

Prog.Pengembangan KD dan Indikator
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya,
transportasi)
4.7 Menyajikan aneka macam karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll wacana lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
 Menyebutkan nama anggota keluarga dan sahabat serta ciri-ciri khusus mereka
secara lebih rinci (warna kulit, warna rambut, jenis rambut, dll)
 Menjelaskan lingkungan sekitarnya secara sederhana
 Menyebutkan arah ke tempat yang sering dikunjungi dan alat transportasi yang digunakan
 Menyebutkan peran-peran dan pekerjaan termasuk didalamnya perlengkapan/atribut dan tugas-tugas yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut
 Membuat dan mengikuti aturan
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
4.8 Menyajikan aneka macam karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll wacana lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
 Mengetahui relasi dirinya dengan alam
 Mengenal konsep sain dalam kehidupan sehari-hari
 Melakukan aneka macam percobaan sederhana bersifat sain
 Mengenal sebab-akibat wacana lingkungannya (angin bertiup menimbulkan daun bergerak, air sanggup menimbulkan sesuatu menjadi basah)
3.9 Mengenal dan menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumahtangga, peralatan
bermain, peralatan pertukangan, dll)
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga,peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menuntaskan kiprah dan kegiatannya

100

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara
kondusif dan bertanggung jawab.
 Membuat alat-alat teknologi sederhana (misal: baling-baling)
 Melakukan proses kerja sesuai dengan prosedurnya (misal: menciptakan teh di mulai dari menyediakan air panas)
BAHASA 2.14 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap santun kepada orangtua, pendidik, dan teman
 Terbiasa ramah menyapa siapapun dengan lembut dan santun
3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak danmembaca)
 Menceritakan kembali apa yang didengar dengan kosakata yang lebih banyak
 Melaksanakan perintah yang lebih kompleks sesuai dengan hukum yangdisampaikan
 Mengulang kalimat yang lebih kompleks
 Memahami informasi yang didengarnya (misal tata tertib, hukum permainan)
3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbaldan non verbal)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkanbahasa secara verbal dan non verbal)
 Mengungkapkan keinginan, perasa an, dan pendapat dengan kalimat sederhana
dalam berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa
 Senang membaca buku-buku bergambar
 Mengungkapkan perasaan, ide dengan pilihan kata yang sesuai ketikaberkomunikasi
 Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
 Menyebutkan kelompok gambar yang mempunyai bunyi yang sama
 Membuat kisah dengan merangkaikan gambar berseri
3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam aneka macam bentukKarya
 Menunjukkan bentuk-bentuk simbol (pra menulis)

101

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Mengenal bunyi huruf awal
 Menyebutkan lambang-lambang huruf sesuai suara/bunyi
 Menulis huruf-huruf dari namanya sendiri
 Menyebutkan kelompok gambar yang mempunyai bunyi/huruf awal yang sama.
 Mengenal arti kata dari gabungan beberapa huruf konsonan dan vokal
 Membaca nama sendiri
 Mengenal perubahan bunyi dan arti berdasarkan perubahan huruf dan posisihuruf
 Menuliskan kisah sendiri berdasarkan hasil karya yang dibuatnya
 Menyebutkan angka bila diperlihatkan lambang bilangan nya (Mengucapkanbunyi lambang bilangan)
SOSIAL 2.5 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap percaya diri
 Terbiasa menyapa guru ketika penyambutan
 Berani tambil didepan teman, guru, orang renta dan lingkungan.dan sosial lainnya
 Berani mengemukakan pendapat
 Berani memberikan keinginan
 Berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal sebelumnya dengan pengawasan guru
 Bangga memperlihatkan hasil karya
 Senang ikut serta dalam kegiatan bersama
 Tidak kuat penilaan oranng wacana dirinya
2.6 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap taat terhadap hukum sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
 Tau akan haknya
 Mentaati hukum kelas ( kegiatan, aturan)
 Mengatur diri sendiri
2.7 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap sabar
 Kesediaan diri untuk menahan diri
 Bersikap hening tidak lekas murka dan sanggup menunda keinginan

102

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Sikap mau menunggu giliran , mau mendengarkan ketika orang lain bicara
 Tidak menangis ketika berpisah dengan orang tuanya
 Tidak gampang mengeluh
 Tidak tergesa-gesa
 Selalu menyesaikan gagasan-gagasannya hingga tuntas
 Berusaha tidak menyakiti atau membalas kekerasan
2.8 Memiliki sikap yang mencerminkan kemandirian
 Terbiasa tidak bergantung pada orang lain
 Terbiasa mengambil keputusan secara mandiri
 Merencanakan, memilih, mempunyai inisiatif untuk berguru atau melaksanakan sesuatu tanpa harus dibantu atau dibantu seperlunya
2.9 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap peduli mau membantu jikalau diminta bantuan
 Mengetahui perasaan temannya dan meresponn secara wajar
 Berbagi dengan orang lain
 Menghargai/hak/pendapat/karya orang lain
 Terbiasa mengindahkan dan memperhatikan kondisi teman
 Mau menemani sahabat melaksanakan kegiatan bersama
 Senang memperlihatkan pemberian pada sahabat atau gurupeka untuk membantu orang lain yang membutuhkan
 Mampu menenangkan diri dan temannya dalam aneka macam situasai,
 Senang mengajak temannya untuk berkomunikasi,beraksi positif kepada semua temannya
2.10 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kerjasama
 Bermain dengan sahabat sebaya
 Menerima perbedaan sahabat dengan dirinya
 Menghargai karya teman

103

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Tidak ingin menang sendiri
 Menghargai pendapat pendapat sahabat dan mendengarkan dengan sabar pendapat teman
 Senang berteman dengan semuanya
2.11 Memiliki sikap yang sanggup menyesuaikan diri
 Memperlihatkan diri untuk menyesuaikan dengan situasi
 Memperlihatkan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal ( menumbuhkan kepercayaan kepada pada orang remaja yang tepat)
 Bersikap kooperatif dengan teman
 Menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menuntaskan duduk masalah (
menggunakan pikiran untuk menuntaskan masalah)
 Tetap hening ketika ditempat yang gres dengan situasai gres misal:saat bertemu, berada dipusat perbelanjaan, atau ketika bertemu dengan guru baru,
2.12 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap tanggung jawab
 Bertanggung jawab atas sikap untuk kebaikan diri sendiri
 Bersedia untuk mendapatkan konsekwensi atau menanggung jawaban atas tindakan yang diperbuat baik secara sengaja maupuntidak sengaja
 Mau mengakui kesalahan dengan meminta maaf
 Merapihkan/ membereskan mainan pada tempat semula
 Mengerjakan sesuatu hingga tuntas
 Senang menjalankan kegiatan yang jadi tugasnya (misalnya piket sebagai pemimpin harus membantu menyiapkan alat makan )
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain secara wajar
4.13 Menunjukkan reaksi emosi secara wajar
 mengenal perasaan sendiri dan orang lain
 mengelolanya secara masuk akal ( mengendalikan diri secara wajar)

104

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Berprilaku yang menciptakan orang lain nyaman
 Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada ( senang-sedih-antusias dsb )
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan,dan minat diri
4.14 Mengungkapkan kebutuhan , keinginan, dan minat diri dengan cara yang tepat
 Memilih kegiatan/ benda yang paling sesuai dengan yang dibutuhkan dari beberapa pilihan yang ada
 Mengungkapkan yang dirasakan ( lapar ingin makan, kedinginan, memerlikan baju hangat, perlu payung semoga tidak keehujanan, kepanasan, sakit perut perlu berobat)
 Menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
SENI 2. 4 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap estetis
 Menghargai keindahan diri sendiri, karya sendiri atau orang lain, alam dan lingkungan sekitar
 Menjaga kerapihan diri
 Bertindak /berbuat yang mencerminkan sikap estetis
 Merawat kerapihan, kebersihan, dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya
3.15 Mengenal dan menghasilkan aneka macam karya dan acara seni
4.15 Menunjukkan karya dan acara seni dengan menggunakan aneka macam media
 Membuat karya seni sesuai kreativitasnya misal seni musik, visual, gerak, tari yang dihasilkannya dengan menggunakan alat yang sesuai
 Menampilkan hasil karya seni baik dalam bentuk gambar
 Menghargai hasil karya baik dalam bentuk gambar

105

TABEL C CONTOH PROGRAM SEMESTER

PROGRAM SEMESTER I RA ……………………………..

No

Tema

Kompetensi Dasar

Sub Tema

Sub-sub Tema Alokasi waktu (Minggu)

1

Aku Hamba
Yang Mahakuasa
1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-
4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15)

Identitasku
Nama,usia,jenis kelamin, alamat rumah lengkap
1 Minggu

Tubuhku
Anggota tubuh, bagian-bagian anggota tubuh, fungsi, gerak, kebersihan, ciri-ciri khas, kesehatan dan keamanan diri

2 Minggu

Kesukaanku
Makanan.& minuman yang halal, mainan dan macam-macam kegiatan

2 Minggu

2

Keluarga
Sakinah 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-
4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15) Anggota keluargaku Ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, paman dan bibi
2 Minggu

Profesi anggota keluarga

Macam-macam pekerjaan

1 Minggu

106

No

Tema

Kompetensi Dasar

Sub Tema

Sub-sub Tema Alokasi waktu (Minggu)

3

Lingkunganku

1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-
4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15) Rumahku – Fungsi rumah
– Bagian-bagian rumah
– Jenis peralatan rumah Tangga, kursi, meja, tempat tidur, kasur, peralatan makan, lemari es, radio, televisi, kaset, CD, telepon
– Fungsi peralatan rumah tangga
– Cara menggunakan peralatan rumah tangga

2 Minggu

Sekolahku Gedung dan halaman sekolah, ruang belajar, tempat bermain dan alat-alat permainan orang-orang yang ada di
sekolah dan tata tertib di sekolah

1 Minggu

Mesjidku – Fungsi Mesjid
– Bagian-bagian mesjid
– Orang-orang yang ada di masjid
– Tata tertib di masjid

1 Minggu
1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-

Binatang
Qurban – Ibadah Haji
– Bagian-baguan tubuh binatang
– Makanan, bahaya, manfaat

1 Minggu
Binatang
Peliharaan – Bagian-baguan tubuh binatang
– Makanan, bahaya, manfaat
2 Minggu
Binatang – Bagian-baguan tubuh binatang 1 Minggu

107

No

Tema

Kompetensi Dasar

Sub Tema

Sub-sub Tema Alokasi waktu (Minggu)

4

Binatang ciptaan Yang Mahakuasa 4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15) Serangga – Makanan, bahaya, manfaat

Binatang Buas – Bagian-baguan tubuh binatang
– Makanan, bahaya, manfaat
1 Minggu

JUMLAH

17 Minggu

Kepala RA ………………………….. Guru

…………………………….…………………………….

……………..……………………….2015

PROGRAM SEMESTER II

108

RA …………………………..

No
Tema
Kompetensi Dasar
Sub Tema
Sub-sub Tema Alokasi waktu
(Minggu)

1

Tanaman
Ciptaan Yang Mahakuasa

1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8,
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-4.15) Tanaman buah – Macam-macam tumbuhan buah
– Bagian-bagian tumbuhan buah
– Manfaat tumbuhan buah
– Cara nenanam dan merawat tumbuhan buah

2 Minggu

Tanaman sayur – Macam-macam tumbuhan sayur
– Bagian-bagian tumbuhan sayur
– Manfaat tumbuhan sayur
– Cara nenanam dan merawat tumbuhan sayur

1 Minggu

Tanaman Hias – Macam-macam tumbuhan hias
– Bagian-bagian tumbuhan hias
– Manfaat tumbuhan hias
– Cara nenanam dan merawat tumbuhan hias

1 Minggu

Tanaman
Obat – Macam-macam tumbuhan obat
– Bagian-bagian tumbuhan obat
– Manfaat tumbuhan obat
– Cara nenanam dan merawat tumbuhan obat

1 Minggu

Tanaman
Umbi-umbian – Macam-macam tumbuhan umbi-umbian
– Bagian-bagian tumbuhan umbi-umbian
– Manfaat tumbuhan umbi-umbian
– Cara nenanam dan merawat tumbuhan umbi-umbian

1 Minggu

2
Kendaraan 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8, Kendaraan di
Darat – Jenis kendaraan di Darat
– Fungsi dan kegunaan
2 Minggu

109

No
Tema
Kompetensi Dasar
Sub Tema
Sub-sub Tema Alokasi waktu
(Minggu)
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-4.15) – Nama Pengemudi
– Tempat pemberhentian
– Bagian-bagian kendaraan

Kendaraan di
Air – Jenis kendaraan di Air
– Fungsi dan kegunaan
– Nama Pengemudi
– Tempat pemberhentian
– Bagian-bagian kendaraan

1 Minggu

Kendaraan di
Udara – Jenis kendaraan di Udara
– Fungsi dan kegunaan
– Nama Pengemudi
– Tempat pemberhentian
– Bagian-bagian kendaraan

1 Minggu

3

Alam
Semesta 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8,
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14),
(3.15-4.15)

Benda-benda alam – Jenis benda- benda alam (tanah, air, udara, api, pasir, batu, besi, emas, perak )
– Manfaat benda-benda alam

2 Minggu

Benda-benda langit – Jenis benda-benda langit (matahari, bulan, bintang)
– Manfaat benda-benda langit

1 Minggu

Gejala alam – Macam-macam tanda-tanda alam (siang, malam, banjir, gunung meletus, tanah longsor, ombak, pelangi, petir, hujan, gempa bumi )

2 Minggu

110

No
Tema
Kompetensi Dasar
Sub Tema
Sub-sub Tema Alokasi waktu
(Minggu)

4

Negaraku 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8,
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14),
(3.15-4.15) Tanah Airku – Nama Negara
– Lambang Negara
– Presiden dan Wakil Presiden
– Lagu Kebangsaan
– Bendera
– Pahlawanku

1 Minggu

Tempat
Wisata
– Wisata Laut
– Pegunungan
– Taman
– Museum
– Kebun Binatang

1 Minggu

JUMLAH
17 Minggu

Kepala RA ………………………….. Guru

…………………………….……………………………
TABEL D (Contoh RPPM) RPPM MODEL WEING Contoh 2 RPPM Model Webbing

……………..……………………….2015

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) Raudhatul Athfal
Semester/Bulan/Minggu : 1/September/ II Kelompok/Usia : A / 4-5 Tahun Sentra : Ibadah
Tema/Sub Tema : Haji Melatihku Bersabar/ Thawaf
KD: Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs (3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)

Sentra Balok/ Area Balok/ Kegiatan Sudut Balok/ Kegiatan Kelompok Balok:

Membangun Masjidil Haram dan Ka’bah, membaca buku, menciptakan tanda bangunan, menggunakan suasana di Masjidil Haram untuk bermain kiprah mikro

Sentra Musik/ AreaBahasa & Musik/ Kegiatan Sudut Musik/ Kegiatan Kelompok Musik:
Membaca buku kisah nabi Ibrahim
AsBernyanyi lagu nasional, daerah, dan tema, bersenandung lagu tema, bermain alat
musik perkusi (nuansa padang pasir).

Sentra Balok/ Area Matematika/ Kegiatan Sudut Matematika/ Kegiatan Kelompok Matematika: Menggambar tema haji, menggandakan goresan pena kosakata wacana haji, menghitung kerikil jumrah, mencocokkan lambang bilangan, puzzle haji, membaca buku wacana haji.

Sentra Main Peran Makro/ Area Main Peran Makro/ Kegiatan Sudut Main Peran Makro/ Kegiatan Kelompok Main Peran Makro:

Bermain kiprah dengan setting rumah, klinik, bank, pembuatan paspor, masjid.

Haji Melatihku Bersabar

Sentra Ibadah/ Area ibadah/ Kegiatan Sudut
Ibadah/ Kegiatan Kelompok Ibadah:

Praktek rukun haji, menggambar sesuai tema, membaca buku wacana haji, menyusun puzzle kalimat thayyibah, membaca suroh-suroh pendek

Sentra Olah Tubuh/ Area Olah Tubuh/
Sentra Bahan Alam/ Area Bahan Alam/ Kegiatan Sudut Bahan Alam/ Kegiata Kelompok Bahan Alam:
Bermain maket rukun haji, memompa air zamzam,
menciptakan kerikil jumrah, melukis, menggunting, Sentra Memasak/ Area Memasak/ Kegiatan Sudut Memasak/ Kegiatan Kelompok Memasak: Sentra Seni/ Area seni/ Kegiatan Sudut Seni/ Kegiatan Kelompok Seni:
Proyek menciptakan boneka masik
haji, menggambar Masjidil Haram, Kegiatan Sudut Olah Tubuh/ Kegiatan
Kelompok Olah tubuh:

Berjalan mengelilingi Ka’bah, melempar
jumrah, berlari-berjalan sa’i, menarik
bermain microplay pasir, bermain playdough Mengoles roti tawar persegi menjahit sajadah kurma, bersepeda, bermain bola, naik
pesawat.

Topik-topikTopik-topik

Qurban

Pemetaan / Mapping Tema Haji Melatihku Bersabar Alokasi waktu = 5 minggu

Ihram &
(Sub Tema)

Tema: Haji Melatihku Bersabar Qs. Ali Imran: 97
Asmaul Husna: As-
Shobuur

Wukuf (Sub
Tema)

Melontar Jumroh
(Sub Tema)

Sa’I & Tahallul
(Sub Tema)

Thowaf
(Sub Tema)

Topik-topik Topik-topikTopik-topik

– Kisah Melontar Jumroh
– Mabit di Muzdalifah
– Tempat dan Waktu
Pelaksanaan Jumroh
– Doa dan Cara Melontar
Jumroh

TABEL E. RPPH (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN)

Contoh Model Sentra
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Raudhatul Athfal
Semester/Bulan/Minggu: 1/September/ II Hari/Tanggal: Senin, 7 September 2015
Kelompok/Usia: A / 4-5 Tahun
Sentra : Ibadah
Tema/Sub Tema: Haji Melatihku Bersabar/ Thawaf
KD: Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs (3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)

Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
Materi dalam kegiatan :
• Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
• Memiliki sikap rasa ingin tahu
wacana ibadah haji, mengenal materi alam (seperti batu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) dan ukuran (tinggi- rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambang bilangan I. Pijakan lingkungan (penataan alat main) :
• menggambar sesuai tema haji (6)
• membaca buku wacana kisah nabi
Ibrahim dan Ismail (4)
• menyusun puzzle Haji (4)
• membaca doa-doa harian dan dzikir(4)
• Menempel bentuk Ka’bah dan dua
kalimat Syahadat (4)
• Maze Haji (2)
• Shalat Idul Adha berjamaah (11)

• Kertas gambar dan krayon
• Buku kisah Nabi dan Haji
• Puzzle Haji
• Kartu doa-doa harian
• Karton hitam persegi, goresan pena kalimat syahadat, lem, kertas
• Maze dan boneka haji
• Perlengkapan sholat

Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan

Rekomendasi :   Download Panduan Permohonan Perizinan Paud-Dikmas | Pdf

• Mendengarkan kisah wacana ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Membuat karya tiga dimensi
Ka’bah

Materi yang masuk dalam pembiasaan :

• Mengucapkan Kalimat Thayyibah, Asmaul Husna, kalimat Syahadat.
• Memiliki sikap mengikuti aturan
ketika beribadah haji, sabar menunggu giliran
• SOP basuh tangan
• SOP pendidikan makan
• SOP sikat gigi, wudhu II. PEMBUKAAN (120 menit)
• Jurnal Pagi: morning al-Quran, shalat dhuha
• Ikrar, mutiara Qs Ali Imran 103, mutiara
hadist sesama muslim bersaudara
• variasi bermain
• RA bertadarus dan talaqi
• Materi pagi : Landasan Tema haji Qs Ali
Imran 97

III. ISTIRAHAT (30 menit):
1. SOP basuh tangan
2. SOP sarapan
3. SOP toileting

IV. KEGIATAN INTI (60 menit) A. Pijakan Sebelum Main:
1. Membaca buku kisah nabi Ismail
2. Menggabungkan kosakata gres & memperlihatkan konsep yang mendukung: Nabi Ibrahim &

Buku gambar Alat sholat Spidol
Krayon Buku kisah Al-qur’an Playdough Lego
Permainan makro sesuai tema

Sabun, air dan lap tangan Makanan yang di bawa dari rumah
Sabun, air dan lap tangan

115

Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
• SOP sholat dzuhur berjama’ah
• SOP tilawati
• SOP kedatangan dan kepulangan Ismail, Haji, As Shobuur
3. Memberi gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan (mendemonstrasikan melekat kabah: kertas origami, goresan pena syahadat, lem)
4. Mendiskusikan hukum dan harapan untuk pengalaman main (SOP)
5. Menjelaskan rangkaian waktu
(SOP)
6. Mengelola anak untuk keberhasilan relasi sosial (SOP)
7. Merancang dan menerapkan urutan transisi main (SOP)

B. Pijakan ketika main :
1. Anak mengamati:
• Alat dan proses bermain kegiatan haji di pusat ibadah
2. Anak menanya:

116

Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
• Tentang kegiatan main yang sedang dilakukan di pusat ibadah
3. Anak mengumpulkan informasi:
• Melalui kegiatan bermain
4. Anak menalar:
• Anak mengekspresikan ide dan gagasannya ketika bermain dengan alat yang telah disediakan
5. Anak mengomunikasikan:
• Anak memperlihatkan dan menceritakan wacana konsep atau hasil karya yang anak temukan pada ketika bermain

C. Pijakan setelah bermain:
• Beres-beres
• Recalling:
Bagaimana perasaamu setelah bermain?
Siapakah yang pertama kali

Sabun, air dan lap tangan
Nasi, sayur, buah, protein hewani dan nabati, alat makan
Odol, sikat gigi

117

Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
membangun kabah?

V. PENUTUP (120 menit)
1. SOP basuh tangan
2. SOP pendidikan makan
3. SOP sikat gigi, wudhu
4. SOP sholat dzuhur berjama’ah
5. SOP tilawati
6. SOP kepulangan:
1. Menanyakan perasaan selama hari ini
2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai
3. Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari
5. Berdoa setelah berguru Alat sholat
Kartu huruf hijaiyyah, alat peraga dan buku

118

Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
Denah Sentra:

Kepala RA, Guru kelas

(…………………………………………..) (…………………………………………..)

Jakarta, ……………………….

119
Contoh Model Area / Sudut
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Semester / bulan / minggu ke: 1 / September / 2
Tema / Sub Tema: Haji Melatihku Bersabar / Thawaf
Kelompok / Usia: A / 4-5 tahun
Hari / Tanggal: Senin, 7 September 2015
KD : Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs
(3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)
Materi dalamkegiatan:
• Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
• Memiliki sikap rasa ingin tahu wacana ibadah haji, mengenal materi alam (seperti batu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) dan ukuran (tinggi- rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambang bilangan
• Mendengarkan kisah wacana ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Membuat karya tiga dimensi Ka’bah
Materi yang masukdalampembiasaan :
• Mengucapkan Kalimat Thayyibah, Asmaul Husna, kalimat Syahadat.
• Memiliki sikap mengikuti hukum ketika beribadah haji, sabar menunggu giliran
• SOP Kedatangan dan Kepulangan
• SOP basuh tangan
• SOP sebelum dan sehabis makan

AlatdanBahan:
• Kertas gambar dan krayon
• Buku kisah Nabi dan Haji
• Puzzle Haji
• Kartu doa-doa harian
• Karton hitam persegi, goresan pena kalimat syahadat, lem, kertas
• Maze dan boneka haji
• Perlengkapan sholat
A. Pembukaan (30 menit)
• Bernyanyi wacana Haji
• Do’a sebelum belajar
• RA berTadarus (1 surah)
• Mutiara QS Ali Imran : 103 dan mutiara hadist wacana sesama muslim bersaudara
• Berdiskusi wacana haji(landasan tema haji Qs Ali Imran ; 103, kisah nabi dan rasul)
• Diskusi yang harus dilakukan untuk mengikuti hukum ketika beribadah haji,
dan sabar menunggu giliran
• Berdiskusi wacana mencocokan dan mengelompokan lambang bilangan.

B. Inti (60 menit)
1. Anak mengamati:
• Alat dan proses bermain kegiatan haji di pusat ibadah
2. Anak menanya:
• Tentang kegiatan main yang sedang dilakukan di pusat ibadah
3. Anak mengumpulkan informasi:
• Melalui kegiatan bermain
4. Anak menalar:
• Anak mengekspresikan ide dan gagasannya ketika bermain dengan alat yang telah disediakan
5. Anak mengomunikasikan:
• Kegiatan kelompok 1 di area seni : menciptakan karya tiga dimensi Ka’bah
• Kegiatan kelompok 2 di area matematika : mencocokan dan mengelompokkan lambang bilangan
• Kegiatan kelompok 3 di area bahasa : mendengarkan kisah ibadah haji,
kisah nabi ismail dan ibrahim, buku kisah nabi
• Kegiatan kelompok 4 di area ibadah/ Imtaq : puzzle haji, perlengkapan
sholat, kartu do’a-do’a, dan goresan pena kalimat syahadat, maze boneka haji.

Recalling:
• Menanyakan urutan ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Menguatkan konsep mencocokkan dan mengelompokan lambang bilangan

C. Penutup ( 15 menit)
• SOP kepulangan:
1. Menanyakan perasaan selama hari ini
2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai
3. Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4. Menginformasikan kegiatan untuk esokhari
5. Berdoasetelah belajar.
Contoh model kelompok
Rencana Pelaksanaa Pembelajaran Harian (RPPH) Semester / bulan / minggu ke: 1 / September / 2
Tema / Sub Tema: Haji Melatihku Bersabar / Thawaf
Kelompok / Usia: A / 4-5 tahun
Hari / Tanggal: Senin, 7 September 2015
KD : Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs
(3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)
A. Materi dalamkegiatan:
• Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
• Memiliki sikap rasa ingin tahu wacana ibadah haji, mengenal materi alam (sepertibatu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) danukuran (tinggi- rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambing bilangan
• Mendengarkan kisah wacana ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Membuat karya tiga dimensi Ka’bah

B. Materi yang masukdalampembiasaan:
• Mengucapkan KalimatThayyibah, AsmaulHusna, kalimatSyahadat.
• Memiliki sikap mengikuti hukum ketika beribadah haji, sabar menunggu giliran
• SOP Kedatangan dan Kepulangan
• SOP basuh tangan
• SOP sebelum dan sehabis makan

C. Alat dan Bahan:
• Kertas gambar dan krayon
• Buku kisah Nabi dan Haji
• Puzzle Haji
• Kartu doa-doa harian
• Karton hitam persegi, goresan pena kalimat syahadat, lem, kertas
• Maze dan boneka haji
• Perlengkapan sholat

D. Pembukaan (30 menit)
• Bernyanyi wacana Haji
• Do’a sebelum berguru
• RA berTadarus (1 surah)
• Mutiara QS Ali Imran : 103 dan mutiara hadist wacana sesama muslim bersaudara
• Berdiskusi wacana haji ( landasan tema haji Qs Ali Imran ; 103, kisah nabi
dan rasul)
• Diskusi yang harus dilakukan untuk mengikuti hukum ketika beribadah haji, dan sabar menunggu giliran
• Berdiskusi wacana mencocokan dan mengelompokan lambang bilangan.

E. Inti (60 menit)
1. Anak mengamati :
• Alat dan proses bermain kegiatan haji di pusat ibadah
2. Anak menanya :
• Tentang kegiatan main yang sedang dilakukan di pusat ibadah
3. Anak mengumpulkan informasi:
• Melalui kegiatan bermain
4. Anak menalar :
• Anak mengekspresikan ide dan gagasannya ketika bermain dengan alat yang telah disediakan
5. Anak mengomunikasikan:
• Kegiatan kelompok 1 : menciptakan karya tiga dimensi Ka’bah
• Kegiatan kelompok 2 : mencocokan dan mengelompokkan lambang bilangan
• Kegiatan kelompok 3 : mendengarkan kisah ibadah haji, kisah nabi
ismail dan ibrahim , buku kisah nabi

Recalling:
• Menanyakan urutan ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Menguatkan konsep mencocokkan dan mengelompokan lambang bilangan

F. Penutup ( 15 menit)
• SOP kepulangan:
1. Menanyakan perasaan selama hariini
2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai
3. Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4. Menginformasikan kegiatan untu kesok hari
5. Berdoa setelah belajar. Contoh RPPM Model Format
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan
Tema/Subtema: Haji Melatihku Bersabar/ Ihram, Wukuf &Thowaf
Landasan: Qs. Ali Imran: 97
Semester/Minggu: 1/ 1 & 2
Mutiara Al-Quran: Qs. Ali Imran: 103
Kelompok: A
Mutiara Hadits: Hadits Sesama Muslim Bersaudara

KD Materi Kegiatan Sentra
NAM: 1.1

FM: 3.3,
4.3

KOG: 2.2,
3.6, 4.6

BHS: 3.10,
4.10

SOSEM:
2.6, 2.7 Haji, Kalimat Thayyibah (Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir), Asmaul Husna Ash- shobuur , kisah nabi Adam, Ibrahim, Ismail As, suroh- suroh pendek. Balok:
Membangun Masjidil Haram dan Ka’bah, membaca buku, menciptakan tanda bangunan, menggunakan suasana di Masjidil Haram untuk bermain kiprah mikro.

Persiapan:
Menggambar tema haji, menggandakan goresan pena kosakata wacana haji, menghitung kerikil jumrah, mencocokkan lambang bilangan, puzzle haji, membaca buku wacana haji.

Main Peran Makro:
Bermain kiprah dengan setting rumah, klinik, bank, pembuatan paspor, masjid.

Ibadah:
Praktek rukun haji, menggambar sesuai tema, membaca buku wacana haji, menyusun puzzle kalimat thayyibah, membaca suroh-suroh pendek.
Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
Memiliki sikap rasa ingin tahu wacana ibadah haji, mengenal materi alam (seperti batu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) dan ukuran (tinggi-rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambang bilangan

KD Materi Kegiatan Sentra

SENI:
3.15; 4.15

Olah Tubuh:
Berjalan mengelilingi Ka’bah, melempar jumrah, berlari-berjalan sa’i, menarik kurma, bersepeda, bermain bola, naik pesawat.

Musik:
Bernyanyi lagu nasional, daerah, dan tema, bersenandung lagu tema, bermain alat musik perkusi (nuansa padang pasir).

Bahan Alam:
Bermain maket rukun haji, memompa air zamzam, menciptakan kerikil jumrah, melukis, menggunting, bermain microplay pasir, bermain playdough

Seni:
Proyek menciptakan boneka masik haji, menggambar Masjidil Haram, menjahit sajadah (Perputaran 1)

Proyek menciptakan Ka’bah, menciptakan kerikil jumrah, menggambar Ka’bah (Perputaran II)

Memasak:
Mengoles roti tawar persegi (Perputaran
1)
Minuman segar (Perputaran II)
Mendengarkan kisah wacana ibadah haji, kisah nabi dan rasul
Memiliki sikap mengikuti hukum ketika beribadah haji,
sabar menunggu giliran
Membuat karya yang berkaitan dengan ibadah haji

125

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan
Tema/Subtema: Haji Melatihku Bersabar/ Sai, Tahalul& Melontar Jumroh
Landasan: Qs. Ali Imran: 97
Semester/Minggu: 1/1&2
Mutiara Al-Quran: Qs. Ali Imran: 103
Kelompok: A
Mutiara Hadits: Hadits Sesama Muslim Bersaudara

KD Materi Kegiatan Sentra
NAM: 3.1;
4.1

FM: 3.3,
4.3

KOG: 3.5;
4.5; 3.7;
4.7

BHS: 3.11;
4.11

SOSEM:
2.9 Doa-doa harian dan doa haji, Sholat Idul Adha, Haji, Asmaul Husna , kisah nabi Adam, Ibrahim, Ismail As. Balok:
Membangun Masjidil Haram dan Ka’bah, membaca buku, menciptakan tanda bangunan, menggunakan suasana di kota Makkah untuk bermain kiprah mikro.

Persiapan:
Menggambar tema haji, menggandakan goresan pena kosakata wacana haji, menghitung kerikil jumrah, mencocokkan lambang bilangan, membaca buku wacana haji, menjiplak huruf-huruf wacana haji, ular tangga haji, menjepit huruf-huruf.

Main Peran Makro:
Bermain kiprah dengan setting bandara, pesawat, Ka’bah, tenda Wukuf, Melontar jumroh, Tahalul, air Zam-zam, Miqot.

Ibadah:
Praktek sholat idul Adha, menggambar sesuai tema, membaca buku wacana haji, menyusun puzzle haji, membaca Dzikir dan doa-doa harian serta doa haji, maze haji dan melekat bentuk Ka’bah .
Memfungsikan anggota
tubuh untuk beribadah haji
Pemecahan masalah,
Mengenal tempat-tempat ibadah haji: Padang Arofah, Muzdalifah, Kota Makkah, bukit Shofa dan Marwa, Menggambar, bercerita, dan praktek pribadi manasik haji.

126

KD Materi Kegiatan Sentra

SENI:
3.15; 4.15

Olah Tubuh:
Thowaf mengelilingi Ka’bah, melempar jumrah, Sa’i, Wukuf, Egrang, bersepeda, bermain bola sepak dan basket, naik pesawat.

Musik:
Bernyanyi lagu tema Haji, bersenandung lagu tema, bermain alat musik perkusi.

Bahan Alam:
Menjepit batu, memompa air zam-zam, menciptakan kerikil jumrah, melukis, menggunting, bermain microplay pasir, bermain playdough

Seni:
Proyek menciptakan Ka’bah, menjahit sajadah, menggambar Masjidil haram.

Memasak:
Membuat teh manis, menggambar alat memasak.
Bercerita tentang
pengalaman, kegiatan ibadah haji, kisah nabi dan rasul.
Sikap peduli dengan
lingkungan ketika kegiatan bermain
Membuat karya yang
berkaitan dengan ibadah haji

127

LAMPIRAN JADWAL KEGIATAN 1 HARI

Jadwal Kegiatan Satu Hari
Raudhatul Athfal

Waktu Kegiatan
07.00-07.30 Morning Qur’an dan juranal pagi
07.30-08.15 Toileting, Ikrar dan main bebas
08.15-08.40 Bertadarus (Surat-surat pendek dan do’a)
08.40-09.15 Materi pagi ( pembhasan tema)
09.15-09.45 Penddikan makan pagi
09.45-11.45 Sentra
11.15-11.45 Pendidikan makan siang
11.45-12.15 Sholat Dzuhur
12.15-12.45 Tilawati
12.45-12.55 Recalling
12.55-13.00 Do’a dan pulang

128

LAMPIRAN
KALENDER PENDIDIKAN

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2015-2016
Raudhatul Atfhal (RA)

JULI 2015
Ramadhan – Syawal 1436 H Tema :
Orientasi Sekolah PJ:
Bu Zatiah dan Bu Ine
ME: 1 HE: 5 L : 26 Uraian Kegiatan
Minggu 5 12 19 26 1-26 Libur anak Smt II & Idul Fitri 1436 H

Senin
6
13
20
27 2-24 Libur guru Smt II & Idul Fitri 1436 H
17-18 Hari raya idul fitri 1436 H
Selasa 7 14 21 28 25 Sosialisasi acara untuk orangtua baru
Rabu 1 8 15 22 29 26 Ulang Tahun Madrasah

Kamis
2
9
16
23
30
27
Hari pertama anak gres & anak usang masuk tahun pelajaran 2015-2016
Jum’at 3 10 17 24 31 28 Sosialisasi tema bulan Agustus
Sabtu 4 11 18 25

AGUSTUS 2015
Syawal – Dzulqa`dah 1436 H
Tema :
Cinta Tanah Air sebagian dari Iman PJ:
Bu Zatiah dan Bu Ine
ME: 3 HE: 21 L: 1 Uraian Kegiatan
Minggu 2 9 16 23/30 1 Tabligh Akbar & Halal Bihalal
Senin 3 10 17 24/31 8 Aneka lomba pegawai
Selasa 4 11 18 25 17 HUT RI ke-70 Upacara guru dan siswa MI,MTs,MA
Rabu 5 12 19 26 22 Jalan santai & aneka lomba untuk siswa dan orang tua
Kamis 6 13 20 27 29-30 Pentas seni, Bazar, Pameran, Donor darah
Jum’at 7 14 21 28 14 Sosialisasi tema bulan September
Sabtu 1 8 15 22 29

129

SEPTEMBER 2015
Dzulqa’dah – Zulhijjah 1436 H Tema :
Sa’i Melatihku bersabar PJ :
Bu Ratih & pak Taufik
ME: 3 HE: 20 L: 2 Uraian Kegiatan
Minggu 6 13 20 27 1 Hari Kebangkitan Pancasila
Senin 7 14 21 28 5 Rapat orangtua murid
Selasa 1 8 15 22 29 8 Menu Sehat dan investigasi kesehatan
Rabu 2 9 16 23 30 19 Pendidikan Manasik Haji
Kamis 3 10 17 24 24-25 Libur Hari Raya Idul Adha 1436 H
Jum’at 4 11 18 25 26 Pendidikan Qurban Madrasah
Sabtu 5 12 19 26 11 Sosialisasi tema bulan Oktober

OKTOBER 2015
Zulhijjah 1436 H – Muharram 1437 H

Tema :
Masjid Sekolahku

PJ:
Bu Iis & Bu Titin
ME: 3 HE: 22 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 4 11 18 25 1 Hari kesaktian pancasila
Senin 5 12 19 26 3 Rapat orangtua murid

Selasa
6
13
20
27
6
Menu Sehat
Rabu 7 14 21 28 13 Kirab 1 Muharram 1437 Hijriyah
Kamis 1 8 15 22 29 14 Libur Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah
Jum’at 2 9 16 23 30 20 KPT ke Daqu Kids
Sabtu 3 10 17 24 31 28 Hari sumpah pemuda
16 Sosialisasi tema bulan November

130

NOVEMBER 2015
Muharram – Safar 1437 H
Tema :
TransJakarta/City tour alat Transportasi Karunia
Yang Mahakuasa

PJ :
Bu Juju & Bu Ine
ME: 4 HE: 21 L : – Uraian Kegiatan
Minggu 1 8 15 22 29 7 Rapat orangtua murid
Senin 2 9 16 23 30 12 Hari kesehatan Nasional dan sajian sehat
Selasa 3 10 17 24 13 Observasi Orangtua/ Wali Murid Kelp. B
Rabu 4 11 18 25 17 KPT naik transjakarta/ city tour ke lubang buaya
Kamis 5 12 19 26 Transisi klp B Ke MI
Jum’at 6 13 20 27 25 Hari Guru
Sabtu 7 14 21 28 28 Fun Games
13 Sosialisasi tema bulan Desember

DESEMBER 2015
Safar – Rabiul awal 1437 H
Tema :
Nabi Muhammad SAW Senang Minum Susu
PJ :
Bu Ratih & Bu Rahmah
ME: 2 HE: 14 L : 9 Uraian Kegiatan
Minggu 6 13 20 27 5 Rapat orangtua murid

Senin
7
14
21
28 Transisi klp B Ke MI
8 Pemeriksaan kesehatan
15 Memperingati maulid nabi Muhammad SAW

Selasa
1
8
15
22
29 18 Peringatan Hari Ibu KB-RA dan sajian sehat
19 Pembagian Raport smt I
10 KPT cibugari
Rabu 2 9 16 23 30 21-31 Libur smt I

Kamis
3
10
17
24
31 21-23 Raker Guru
22 Hari Ibu
Jum’at 4 11 18 25 24 Maulid Nabi Muhammad SAW
Sabtu 5 12 19 26 25 Hari natal
11 Sosialisasi tema bulan Januari

131

JANUARI 2016
Rabi’ul Awal – Rabi`ul Akhir 1437 H
Tema :
Lebah Binatang Ternak Karunia Yang Mahakuasa
PJ :
Bu Ine & Bu Juju
ME: 4 HE : 20 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 3 10 17 24/31 1 Libur Tahun gres 2016 Masehi

Senin
4
11
18
25 4 Hari pertama masuk smt II
4 PPDB Tahun Pelajaran 2016-2017
7 Menu sehat
Selasa 5 12 19 26 19 KPT peternakan lebah
Rabu 6 13 20 27 15 Sosialisasi tema bulan Februari
Kamis 7 14 21 28
Jum’at 1 8 15 22 29
Sabtu 2 9 16 23 30

FEBRUARI 2016
Rabiul Akhir – Jumadil Awal 1437 H

Tema :
Bumi Tempatku Beribadah

PJ :
Bu Zatiah & Bu Titin
ME: 4 HE: 20 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 7 14 21 28 6 Rapat orangtua murid
Senin 1 8 15 22 29 18 Libur Tahun Baru Imlek 2565
Selasa 2 9 16 23 17 KPT proyek kebun kecil, lubang biopori, jumsih, bola dunia dan peta
Rabu 3 10 17 24 12 Sosialisasi tema bulan Maret
Kamis 4 11 18 25
Jum’at 5 12 19 26
Sabtu 6 13 20 27

132

MARET 2016
Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1437 H
Tema :
Kedelai Tanaman Perdu Karunia Yang Mahakuasa
PJ :
Bu Ratih & Bu Rahmah
ME: 5 HE: 22 L : 1 Uraian Kegiatan

Minggu
6
13
20
27
5
Rapat orangtua murid

Senin
7
14
21
28
8
Menu Sehat & Pemeriksaan Kesehatan

Selasa
1
8
15
22
29
15
KPT ke pabrik kecap

Rabu
2
9
16
23
30
18
Observasi orang renta kelompok A
Kamis 3 10 17 24 31 24 Pemberian Raport Mid smt II
Jum’at 4 11 18 25 25 Libur Wafat Isa Almasih
Sabtu 5 12 19 26 11 Sosialisasi tema bulan April

APRIL 2016
Jumadil Akhir – Rajab 1437 H
Tema :
Yang Mahakuasa Al Qowwy memberiku kekuatan untuk bermain
Ooutbound
PJ :
BU Iis & Bu Titin
ME: 4 HE: 21 L : – Uraian Kegiatan
Minggu 3 10 17 24 2 Rapat orangtua murid
Senin 4 11 18 25 5 Menu Sehat
Selasa 5 12 19 26 21 Hari Kartini
Rabu 6 13 20 27 28 Outbound
Kamis 7 14 21 28 15 Sosialisasi tema bulan Mei
Jum’at 1 8 15 22 29
Sabtu 2 9 16 23 30

133

MEI 2016
Rajab – Sya’ban 1437 H Tema;
Aku Berani Tampil diPanggung
PJ
Bu Rahmah & Pak Taufik
ME: 21 HE: 4 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 1 8 15 22 29 2 Hari Pendidikan Nasional
Senin 2 9 16 23 30 5 Libur Isra Mi’raj / Kenaikan Isa Almasih
Selasa 3 10 17 24 31 7 Rapat orangtua murid
Rabu 4 11 18 25 10 Menu Sehat dan investigasi kesehatan
Kamis 5 12 19 26 27 KPT penampilan kreatifitas anak
Jum’at 6 13 20 27 13 Sosialisasi tema bulan Juni
Sabtu 7 14 21 28

JUNI 2016
Sya’ban – Ramadhan 1437 H
Tema :
Marhaban Yaa Ramadhan
PJ :
Bu Juju & Bu Iis
ME: 3 HE: 12 L : 10 Uraian Kegiatan

Minggu
5
12
19
26
2
Raport semester 11

Senin
6
13
20
27
4
Pelepasan
Selasa 7 14 21 28 6 Libur Awal Ramadhan 1437 H

Rabu
1
8
15
22
29
7-18
Pesantren Ramadhan
Kamis 2 9 16 23 30 20-30 Libur smt II
Jum’at 3 10 17 24
Sabtu 4 11 18 25

134

Jam Belajar: 6 jam (07.00-13.00)/hari Jumlah Minggu Efektif: 38 minggu Jumlah Hari Efektif : 210 hari
Jumlah Jam Belajar: 210 hari x 6 jam = 1260 jam
: 1260 jam x 60 menit =75600 menit
Catatan:
Pengaturan jumlah minggu efektif dan hari efektif mengacu pada ketentuan kegiatan berguru mengajar yang diatur dalam buku Petunjuk Teknis Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014 Bab V Pasal 7 “Jumlah Minggu Efektif dalam satu tahun minimum 34 minggu (204 hari) dan maksimum 38 minggu (228 hari) yang dipakai untuk kegiatan pembelajaran pada setiap tingkat satuan pendidikan”.

Jakarta, 01 Juli 2015
Kepala Raudhatul Athfal

…………………………………….

135
TABEL F. (CONTOH MUATAN PEMBELAJARAN RA)

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
1 Nilai Agama dan
Moral SIKAP

• Sikap yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan beragama yang berintikan pada :
Sikap 6 rukun Iman,Sikap 5 rukun Islam, Sikap Ihsan (hablum minallah)
• Sikap mengagungkan Allah
melalui Do’a-do’a secara tertib
(Adab doa)
• Membiasakan dan mengungkapkan Kalimat toyyibah
• Sikap Khusyu ketika beribadah
• Terbiasa menutup aurat

1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan Nya

• Sikap sopan santun ketika berbicara
• Sikap meminta maaf dan
memaafkan orang lain
• Berpakaian yang baik dan menutup aurat

1.2 Menghargai diri sendiri, orang Lain dan lingkungan sekitar sebagi rasa syukur kepada Allah
• Jujur
• Menepati janji 2.13 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap jujur.
• Rendah hati
• Santun
• Sederhana
• Sikap terbuka 2.14 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orangtua, pendidik, dan teman.

136

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
• Asmaul Husna, sifat dan
ciptaan-Nya
• Malaikat dan tugasnya
• Al-Qur’an sebagi kitab suci
umat Islam
• Kisah Nabi dan Rasul
• Hari selesai zaman dengan insiden peristiwa alam, musibah dl
• Qodho dan Qodhar melalui
insiden sehari hari
• Nama dan rakaat sholat Wajib
• Amaliah ramadhan
• Haji
• Sholat Ied

3.1 Mengenal kegiatan ibadah sehari hari

4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari- hari dengan tuntunan orang dewasa
PENGETAHUAN & KETERAMPILAN
• Syahadatain budpekerti wudhu,
sholat dan doa harian
• Melafadzkan adzan dan iqomah
• Membaca alquran melalui
metode tilawati
• Praktek zakat shodaqoh , puasa, solat hari raya dan manasik haji 3.2 Mengenal prilaku baik sebagai cerminan etika baik

4.2 Menunjukkan prilaku santun sebagai cerminan etika mulia
2 Fisik Motorik SIKAP
• Adab makan : Pembiasaan basuh tangan sebelum makan, makan pakai sendok, makan pakai tangan kanan, bicara ketika ekspresi kosong
• Adab minum
• Adab kamar mandi 2.1 Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat

137

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Adab mandi
• Adab BAK dan BAB
• Adab gosok gigi
• Pembiasaan kuliner gizi seimbang
• Adab membuang sampah
PENGETAHUAN & KETERAMPILAN
• Nama anggota tubuh
• Fungsi anggota tubuh
• Merawat anggota tubuh
• Variasi motorik kasar: berjalan, berlari, melompat, merayap, merangkak, berguling, dan bergelantungan dengan terkontrol, kuatan, kekoordinasi, seimbang, ketangkasan dan kelenturan
• Variasi motorik halus :
meremas, menjumput, menjepit, merobek, menggunting, meronce, menggulung, melipat, menggiling, menggores, memotong, mengocok, mengaduk, memompa, memeras, meraup, menumbuk dengan kekuataan, koordinasi mata dan tangan, kelenturan pergelangan tangan, dan kelenturan jari- jari tangan

3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakkannya untuk pengembangan motorik garang dan motorik halus

4.3 menggunakan anggota tubuh untuk mengembangkan motorik garang dan halus

3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup

138

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Pengetahuan sikat sisi yang benar
• Pengetahuan budpekerti minum
• Pengetahuan budpekerti kamar mandi
• Pengetahuan budpekerti mandi
• Pengetahuan budpekerti BAK dan
BAB
• Pengetahuan budpekerti gosok gigi
• Pengetahuan kuliner gizi seimbang
• Pengetahuan adab
membuang sampah
• Menutup aurat (melindungi anggota tubuh yang terlarang: mulut, dada, alat kelamin, pantat)
• Waspada terhadap orang
asing/tidak dikenal. sehat
3 Kognitif SIKAP
• Adab bertanya
• Mengamati
• Meneliti
• Mencoba
• Tertarik 2.2
Memiliki prilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu
Pengetahuan dan keterampilan
• Sebab akibat
• Mengenali masalah
• Menyelesaikan masalah
• Dialog /diskusi
• Mencari solusi secara kreatifdapi
• Tertarik pada suatu masalah
untuk diatasi
• Berani menghadapi tantangan 3.5
Mengetahui cara menuntaskan duduk masalah sehari- hari dan berperilaku kreatif
4.5.Menyelesaikan duduk masalah sehari-hari secara kreatif

139

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Senang melaksanakan hal-hal baru
• Tidak puas bila selalu
mengulang hal yang sama, menggnakan benda atau materi berguru untuk menciptakan sesuatu
• Selalu optimis
• Senang menceritakan impian- impiannya walaupun terkadang nampak berlebihan.
• Mengenal nama
• Warna
• Bentuk dua dimensi (persegi, segitiga, bulat, persegi panjang)
• Bentuk tiga dimensi (kubus,
balok, limas, tabung)
• Ukuran (panjang-pendek, dll)
• Tekstur
• Suara (cepat-lambat, keras- halus, tinggi-rendah).
• Sifat
• Fungsi
• Ciri-ciri benda yang ada di lingkungan sekitar
• Membilang
• Percobaan
• Mengukur
• Mengelompokkan
• Mengurutkan
• Membandingkan
• Menyusun pola
• Membuat grafik 3.6. Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola , sifat, suara,tekstur,fungsi dan ciri-cirinya.
4.6. Menyampaikan wacana apa dan bagimana benda-benda disekitar yang dikenalnya
(nama,bentuk,warna,ukur an,pola,sifat suara,tekstur,fungsi dan ciri-ciri) melalui aneka macam hasil karya.

140

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Membuat seriasi
• Penjumlahan
• Pengurangan
• Sama-dan tidak sama
• Banyak-sedikit
• Berat-ringan
• Besar-kecil
• Panjang-pendek
• Keluarga
• Teman
• Tempat tinggal
• Masjid
• Sekolah
• Budaya: makanan, bahasa, pakaian, tarian, kebiasaan, ciri khas suatu daerah
• Transportasi
• Lingkungan kota
• Lingkungan desa
• Pegunungan
• Pantai Pesisir 3.7 Mengenal lingkungan social (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
4.7 Menyajikan aneka macam karya yang berafiliasi dengan lingkungan
social (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) dalam
bentuk gambar,

141

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Cerita wacana lingkungan social
• Permainan tradisional
• Hasil karya
• Gerak dan lagu bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh.
• Hewan
• Tanaman
• Tanah
• Air
• Udara
• Batu-batuan
• Biji-bijian
• Cuaca
• Waktu (Pagi, siang, malam)
• Gejala alam
• Benda-benda langit
• Menanam
• Merawat
• Memelihara
• Menjaga lingkungan
• Cerita wacana lingkungan alam
• Nyanyian
• Puisi
• Gerak dan lagu
• Hasil karya 3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu- batuan, dll)
4.8 Menyajikan aneka macam karya yang berafiliasi dengan lingkungan alam
(hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh.

142

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Peralatan rumah tangga
• Peralatan bermain
• Peralatan pertukangan
• Peralatan sekolah
Peralatan Komunikasi
• Peralatan elektronik
• Bahan limbah rumah tangga
• Memfungsikan
• Merawat
• Membuat 3.9 Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll).
4.9 Menggunakan teknologi sederhana untuk menuntaskan kiprah dan kegiatannnya (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan
pertukangan, dll).
Bahasa PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
• Mendengar
• Menyimak
• Membaca 3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca).
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan
membaca).
• Berbicara
• Mengungkapkan keinginan/kebutuhan
• Menceritakan kembali
pengalamannya
• Merespon
• Bercerita
• Puisi/sajak
• Syair
• Menyanyi
• Pantun 3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non
verbal).
• Klasifikasi: warna, bentuk, ukuran
• Urutan
• Angka
• Huruf 3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan
awal dalam berbagai

143

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Menggambar
• Menulis
• Gerakan otot-otot kecil/motorik halus
• Membaca
• Bunyi huruf (fonem)
• Nama huruf
• Kosakata
• Kata
• Kalimat bentuk karya .
Sosial Emosi SIKAP
• Percaya diri
• Berani tampil di depan orang lain
• Bangga
• Senang 2.5 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap percaya diri.
• Disiplin
• Tanggung jawab 2.6 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap taat terhadap hukum sehari- hari untuk melatih
kedisiplinan.
• Sabar
• Tenang
• Antri 2.7 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain bicara) untuk melatih
kedisiplinan.
• Mandiri
• Inisiatif 2.8 Memiliki sikap yang mencerminkan
kemandirian.
• Tanggap dengan situasi
• Membantu
• Empati
• Simpati 2.9 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jikalau diminta

144

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Peduli
• Bersikap memberi kenyaman pada diri , orang lain dan lingkungan sekitar. bantuannya.
• Menghargai diri sendiri
• Menghargai orang lain
• Menghargai perbedaan
• Menerima orang lain apa adanya
• Tidak ingin menang
sendiri
• Mau berbagi
• Menghargai pendapat orang lain
• Berteman
• Mengucapkan terima kasih atas pemberian yang diterima.
• Mengucapkan maaf bila
bersalah.
• Mengucapkan permisi
• Mengucapkan tolong jikalau membutuhkan pemberian orang lain. 2.10 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain.
• Senyum
• Sapa
• Salam
• Sopan
• Santun
• Lingkungan main yang bervariasi
• Beradaptasi. 2.11 Memiliki sikap yang sanggup menyesuaikan diri.
• Tanggung jawab
• Konsekuensi 2.12 Memiliki sikap yang
mencerminkan sikap

145

No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Mengakui kesalahan
• Mengikuti aturan
• Fokus
• Tekun tanggung jawab.
Seni • Keindahan
• Kerapihan
• Keharmonisan
• Keteraturan
• Apresiasi
• Variatif
• Kreatif
• Menghargai hasil karya orang lain 2.4 Memiliki sikap yang mencerminkan sikap estetis.

146

TABEL G. (Contoh SOP )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA PENYAMBUTAN KEDATANGAN ANAK

Nama
Lembaga RA Kode Dok SOP/Proses-
Unit RA Standar Proses
Tanggal
disahkan 2015 Tanggal Revisi 2015
1 Judul kegiatan Kedatangan anak
2 Tujuan 1. Membiasaan mengucapkan salam dan bersalaman. (1.2; 2.14)
2. Melatih kemandirian anak (2.4; 2.6; 2.8)
3. Melatih sikap mengikuti keadaan terhadap lingkungan (2.11; 2.14)
4. Mengetahui kondisi awal anak baik secara fisik dan emosi anak. (4.13)
5. Memberikan anak rasa senang, aman, nyaman dan kekeluargaan pada ketika memasuki sekolah
6. Menjalin komunikasi dengan orang renta dan atau pengantar
7. Melatih kemampuan berkomunikasi anak.
8. Memberikan keteladanan & pembiasaan sikap senyum, salam, sopan, santun, dan
ramah.
3 Referensi 1. QS. Tentang penduduk suatu negeri yang bertaqwa (lau Anna)
2. Kemendikbud No.137 th.2014 tentang
Standar Kurikulum
3. Kemendikbud No.146 th.2013 tentang
Kurikulum 2013.
4. Kemendikbud No.160 tentang
Pemberlakuan Kurikulum 2013
5. Visi, Misi, dan wacana tujuan lembaga
6. Intruksi kepala sekolah

147

4 Pihak-pihak
terkait Kepala sekolah, Guru-guru, pengantar anak
5 Dokumen Buku absensi, pulpen, buku pesan orangtua. Jadwal guru piket pagi, buku catatan
perkembangan anak
6

Prosedur Penyambutan merupakan kegiatan untuk melewati proses transisi dari rumah kesekolah.

Penyambutan kedatangan anak mempunyai langkah-langkah sebagai berikut:
1. Guru piket 06.55 WIB menginformasikan kepada seluruh guru untuk berada di tempat kiprah masing-masing.
2. Guru piket berada & membuka pintu gerbang pada pukul 07.00 WIB.
3. Guru piket mengucapkan : “SELAMAT
DATANG DI KB-RA JAKARTA” sambil
membuka kedua tangan dan senyum.
4. Guru piket memberi intruksi pada anak untuk menciptakan barisan kemudian mengucapkan salam bantu-membantu dengan ucapan salam dan anak bersalaman dengan guru piket.
a. Guru piket menyambut kedatangan anak dengan senyum, mensejajarkan diri dengan anak dan memberi kesempatan pada anak untuk mengucapkan salam sambil berjabat tangan kemudian anak mencium tangan guru dengan hidung/pipi/dahi. Jika ada orangtua guru piket bersalaman dengan orangtua tersebut.
b. Guru mengusut kondisi fisik anak ( suhu badan, wajah, kaki dan tangan).
c. Guru piket mempersilahkan anak

148

untuk menyimpan sepatu dan tas diloker masing-masing
d. Untuk belum dewasa yang membutuhkan waktu transisi pada ketika kedatangan diberikan waktu sesuai kebutuhan anak berdasarkan kesepakatan bersama antara guru, orangtua, dan anak.
e. Guru piket mengingatkan orangtua untuk mengantar anak hanya hingga pintu gerbang. Jika orangtua ingin mengantar anak ingin BAK/BAB yang mendampingi anak tersebut yaitu guru kelompok/ guru atau karyawan lainnya.
f. Guru piket mengingatkan orangtua untuk menuliskan pesan di buku pesan (tentang kebutuhan anak atau butuh bertemu dengan guru
kelas).

149

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA KEPULANGAN
Nama
Lembaga PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) Terpadu Kode Dok
Unit KB- RA Standar Pengelolaan
Tanggal
disahkan Juli 2015 Tanggal Revisi Maret 2015
1 Judul Kepulangan
2 Tujuan
(lht visi & misi )
3 Referensi • Permendiknas n0. 58 th 2009
• Permen dikbud 137, 146 th 2013
• Intruksi kepala sekolah
4 Pihak-pihak
terkait Kepala sekolah, Guru-guru, pengantar anak
5

Prosedur Kepulangan merupakan proses transisi bagi anak setelah beraktifitas satu hari disekolah bersama guru dan teman-teman untuk kembali kerumah bersama keluarganya.

Kegiatan kepulangan memilii langkah-langkah sebagai berikut:
1. Guru piket jam 12.30 WIB keluar ruangan untuk melihat penjemput yang sudah datang, kemudian mengajak anak yang sudah dijemput keluar ruangan untuk pulang.
2. Guru piket jam 12.45 WIB member salam dan member arahan waktu pulang sudah tiba.
3. Guru piket Jam 12.55 WIB menginformasikan kelompok A& B untuk siap-siap di panggil pulang.
4. 13.00 WIB guru piket mulai memanggil
anak kelompok A&B yang sudah dijemput.

150

5. Anak yang pulang bersalaman dengan guru dan sahabat kelompoknya. Guru kelas mengucapkan salam anak menjawab salam.
6. Guru kelompok menemani kepulangan anak hingga jam 13.20 WIB.
7. Jam 13.20- 13.30 WIB semua anak yang belum dijemput bergabung di pusat mikro bersama guru piket .
8. Jam 13.30 WIB anak yang belum dijemput diantar ke TPA lantaran sudah masuk waktu
keterlambatan.

151

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEGIATAN INTI (BERMAIN DI SENTRA)
Nama
Lembaga PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) TERPADU KB-RA Kode Dok.

Unit
RAUDHATUL ATHFAL
Standar
Pengelolaan

Tgl disahkan
Tgl revisi

1
Judul
Kegiatan Inti (Bermain di Sentra)

2

Tujuan • Mengamalkan nilai-nilai kehidupan beragama semenjak dini yang berintikan pada
6 (enam) rukun iman, 5 (lima) rukun islam dan ihsan.
• Mengembangkan sikap kebangsaan alam
kehidupan sehari-hari berdasarkan budaya nasional.
• Melaksanakan proses kegiatan belajar
mengajar berbasis sains, informasi dan teknologi.
• Mengembangkan system pendidikan yang
bermutu sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

3

Referensi
• Permendikbud 137 tahun 2014 wacana standar kurikulum
• Permendikbud 146 tahun 2013 wacana kurikulum
• Permendikbud 160 tahun 2014 wacana pemberlakuan kurikulum
• Instruksi Kepala Sekolah

4
Pihak-pihak
Terkait
Kepala Sekolah, Guru-guru

5
 Kegiatan INTI merupakan kegiatan di dalam Sentra yang sudah diprogramkan sesuai dengan perencanaan guru. Setiap

152

Prosedur

anak diberikan kesempatan untuk menentukan kegiatan yang diminati (paling sedikit 3 kesempatan main).
 Sentra merupakan pusat kegiatan pembelajaran dengan metode berguru melalui bermain integrasi nilai-nilai kehidupan beragama yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anaksebagai karunia dari Allah.

Kegiatan Inti (Bermain di Sentra) mempunyai langkah-langkah sebagai berikut:
1. Apersepsi (Pijakan Pengalaman Sebelum
Bermain)
• Guru dan anak membaca doa sebelum kegiatan di Sentra.
• Guru mengucapkan salam dan selamat tiba kepada anak, anak mejawab salam dan mengucapkan terima kasih kepada guru.
• Guru membacakan buku yang berkaitan dengan tema dan pengalaman.
• Guru mengenalkan kosakata gres yang berkaitan dengan tema dan konsep yang akan dikenalkan di Sentra.
• Guru memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan main.
• Guru memberi informasi wacana kegiatan apa saja yang telah disediakan dan akan dilakukan anak berikut jumlah kesempatan mainnya.
• Guru mengelola anak untuk keberhasilan relasi sosial anak dengan mendiskusikan bersama anak hukum bermain dan harapan untuk

pengalaman main (prosedur kerja).
• Guru menjelaskan rangkaian waktu main.
• Guru merancang dan menerapkan urutan transisi main dengan mempersilahkan anak untuk bergiliran menuju kegiatan bermain yang dipilih anak.

2. Bermain (Pijakan Pengalaman Main)
• Guru memberikan anak waktu untuk mengelola dan meneliti pengalaman main mereka.
• Guru mencontohkan komunikasi yang tepat.
• Guru memperkuat dan memperluas bahasa anak.
• Guru meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan relasi sahabat sebaya.
• Guru mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak.

3. Beres-beres (Pijakan Setelah Bermain)
• Guru memberi tanda pada anak batas waktu bermain di Sentra.
• Guru bersama anak merapihkan dan meletakkan kembali alat-alat dan bahan-bahan main ditempatnya secara terklasifikasi, sebagai pengalaman berguru positif melalui pengelompokan, urutan, dan penataan lingkungan main secara tepat.

4. Recalling (Pijakan Setelah Bermain)
• Guru mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya.
• Guru dan anak berdoa sehabis kegiatan bermain di Sentra.
• Guru menutup kegiatan di Sentra dengan mengucapkan salam dan anak menjawab salam guru.
TABEL H (CONTOH PENILAIAN)

Penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
1. Merupakan pengumpulan data dan informasi yang terkait pribadi dengan kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari.
2. Menggunakan checklist (V) skala capaian perkembangan yang telah ditetapkan dalam RPPH. Checklist (V) skala capaian perkembangan berisi indikator perkembangan untuk mengukur ketercapaian tujuan dan kompetensi dasar yang ditetapkan di RPPM
3. Menggunakan catatan anekdot untuk mencatat sikap anak pada ketika berkegiatan, baik ketika bermain di kegiatan inti maupun kegiatan rutin.
4. Menggunakan data/informasi dari hasil karya anak.

Format checklist (V) skala capaian perkembangan. Format checklist (V) skala capaian perkembangan memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Untuk lebih jelasnya lihat Pedoman Perencanaan Pembelajaran, contohnya sebagai berikut :
A. Format checklist (V) skala capaian perkembangan

Format Skala Capaian Perkembangan Harian Kelompok :………………… Hari/Tanggal: ………………

No Indikator Penilaian Dina Beni Nia Dewi Tia Ihsan Dst
1 Terbiasa mengucapkan rasa syukur
terhadap ciptaan Tuhan 3 (BSH)
2 Berdoa sebelum dan sesudah
berguru 2 (MB)
3 Terbiasa mencuci tangan dan
menggosok gigi 2 (MB)
4 Menyebutkan nama anggota
tubuh dan fungsi anggota tubuh 3 (BSH)
5 Terbiasa merawat diri sesuai
tatacaranya 2 (MB)
6 Terbiasa berlaku ramah 3 (BSH)
7 Terbiasa mengikuti hukum 2 (MB)
8 Mengelompokkan berdasarkan
warna (merah, biru, kuning) 1 (BB)
9 Menjawab pertanyaan terkait
kisah yang dibacakan 3 (BSH)
10 Menyanyikan lagu “Aku Ciptaan
Tuhan” 3 (BSH)

Keterangan:
1. Indikator dalam format sesuai dengan tercantum dalam RPPH
2. Setiap anak diukur ketercapaian perkembangannya sesuai dengan indikatornya.
Kolom pencapaian perkembangan diisi dengan kategori 1 (BB), 2 (MB),
3 (BSH), dan 4 (BSB).
a. 1 (BB) artinya Belum Berkembang: bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru;
b. 2 (MB) artinya Mulai Berkembang: bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru;
c. 3 (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan: bila anak sudah sanggup melakukannya secara berdikari dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru;
d. 4 (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik: bila anak sudah sanggup melakukannya secara berdikari dan sudah sanggup membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan.

B. Sumber Data Penilaian Harian lainnya.
Data penilaian harian lainnya bersifat melengkapi data yang dikumpulkan melalui format cheklist. Data penilaian harian lainnya sanggup dikumpulkan melalui :
1. Catatan Anekdot
Catatan anekdot awalnya dipakai untuk mencatat sikap dan sikap anak yang muncul secara tiba-tiba atau insiden yang terjadi secara insidental. Berbagai referensi terakhir menyatakan bahwa catatan anekdot dipakai untuk mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnal kegiatan harian mencatat kegiatan anak selama melaksanakan kegiatan setiap harinya. Catatan anekdot memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak yang indikatornya tercantum maupun tidak tercantum pada RPPH.
Hal-hal pokok yang dicatat dalam catatan anekdot meliputi :
a. Nama anak yang dicatat perkembangannya
b. Kegiatan main atau pengalaman berguru yang diikuti anak
c. Perilaku, termasuk ucapan yang di sampaikan anak selama berkegiatan.
Catatan anekdot dibuat dengan menuliskan apa yang dilakukan atau dibicarakan anak secara obyektif, akurat, lengkap dan bermakna tanpa penafsiran subyektif dari guru. Akurat (tepat), objektif (apa adanya, tanpa memberi label misalnya: cengeng, malas, nakal), spesifik (khusus/tertentu), sederhana (tidak bertele-tele), dan catatan guru terkait dengan indikator yang muncul dari perilakuanak. Catatan dalam catatan anekdot lebih berupa jurnal kegiatan akan lebih baik bila disertai foto kegiatan yang dilakukan setiap anak.
CATATAN ANEKDOT Usia/Kelas: 5 th/TK B Tanggal: ……………

Gambar Aktivitas Anak
Catata Peristiwa/Perilaku
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil menyampaikan “Ini gambar
ayahku”.
Rinto berjalan menuju tempat Alfin dan menyenggol Rieka hingga krayonnya jatuh. Rinto berhenti kemudian menghampiri Rieka, membantu mengambil krayon
dan berucap “maaf ya saya tidak
sengaja.. sakit ya..”

2. Hasil Karya
Hasil karya yaitu buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk karya kasatmata sanggup berupa pekerjaan tangan, karya seni atau tampilan anak, misalnya: gambar, lukisan, lipatan, hasil kolase, hasil guntingan, tulisan/coretan-coretan, hasil roncean, bangunan balok, tari, hasil prakarya dll.
Rambu-rambu menciptakan Catatan Hasil Karya Anak.
a. Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini diharapkan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di waktu sebelumnya.
b. Tanyakan kepada anak wacana hasil karya yang dibuatnya tanpa perkiraan guru. Misalnya Dina menciptakan gambar banyak kepala dengan aneka macam warna. Maka yang dikatakan guru adalah: ”ada banyak gambar yang sudah kau buat, bisa diceritakan gambar apa saja? warna apa saja yang kau pakai?” dst.
c. Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengkonfirmasi hasil karyayang dibuatnya semoga tidak salah ketika guru menciptakan interpretasi karya tersebut.
d. Catatan dan hasil karya anak disimpan dalam portofolio dan akan dianalisa dalam penilaian bulanan. Hasil karya yang dianalisa yaitu hasilkaryayangterbaik(menunjukkantingkat
perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasil karya tersebut bisa yang paling selesai atau sanggup pula yang ditengah bulan.
e. Perhatikan apa yang sudah dibuat oleh anak dengan teliti, hubungkan dengan indikator pada KD. Semakin guru melihat dengan rinci maka akan lebih banyak informasi yang didapatkan guru dari hasil karya anak tersebut.

Contoh Hasil Karya Anak:

Nama Anak : Dina
14 Juli 2014

Hasil Karya Anak Hasil Pengamatan
Tanggal: 14 Juli 2014 – Huruf-huruf belum terangkai
– Gambar kepala, tangan dan kaki tanpa tubuh Warna biru, hijau, dan merah
– Gambar mama, papa, anak, dan adik
(berdasarkan kisah anak)
– Beberapa bentuk lingkaran dan garis
– Menjawab pertanyaan dengan tepat.
– Aku mau main yang lainnya (ketika
– ditanyakan mau bermain apa lagi)
Tanggal: 28 Juli 2014 – Bentuk segi empat, dan persegi panjang
– Layar dan antena tv
– Huruf-huruf belum terangkai
– Cerita memperlihatkan karyanya sambil
– kisah “TV di rumahku”

C. Strategi Pelaksanaan Penilaian Harian
Setiap anak harusnya diamati setiap hari untuk mengetahui perkembangan yang dicapai atau kesulitan yang ditemuinya. Namun demikian seringkaligurukesulitanmelakukannya.Salahsatu
pertanyaan yang seringkali dilontarkan guru terkait dengan penilaian yaitu bagaimana melaksanakan penilaian yang sanggup meliputi banyak kemampuan untuk jumlah anak yang banyak?
Salah satu seni administrasi yang sanggup dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Mengamati seluruh anak melalui langkah:
a. Mengidentifikasi indikator yang ada di RPPH dengan kegiatan yang akan diikuti anak, misalnya:

– Mengucapkan rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan Penyambutan
– Berdoa sebelum dan sehabis Belajar Pembukaan
– Mencuci tangan dan menggosok Gigi Sebelum makan
– Menyebutkan nama anggota tubuh dan fungsi anggota tubuh – Inti
– Merawat diri sesuai tatacaranya – Penutup
– Berlaku ramah – Penyambutan
– Mengikuti aturan
– Mengelompokkan berdasarkan warna (merah, biru, kuning)
– Menjawab pertanyaan terkait kisah yang dibacakan – Inti
– Menyanyikan lagu “Aku Ciptaan Tuhan” – Penutup

Dengan pemetaan tersebut guru sanggup berkonsentrasi pada setiap sesi kegiatan dan melihat seluruh anak lebih fokus.
b. Mengelompokkan indikator di setiap kelompok kegiatan sesuai jadwal harian, contohnya :

Kegiatan INDIKATOR Dina Beni Nia Dewi Dst
Penyambutan – Berlaku ramah,
– Memberi salam
– Mengucapkan rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan BSH BSH MB – – – –
Pembukaan – Bersyukur dirinya sebagai ciptaan
TuhanBerdoa sebelum dan sehabis belajar
– Menyebutkan nama anggota tubuh,
fungsi anggota tubuh, cara merawat BB

MB BSH –


Inti – Mengikuti aturan
– Mengelompokkan berdasarkan warna (merah, biru, kuning)
– Menjawab pertanyaan terkait kisah yang dibacakan BSH MB BSH – – – –
Penutup – Menyanyikan lagu Aku Ciptaan Tuhan MB – – –

2. Mengamati fokus pada beberapa anak.
Jika seni administrasi 1 dan 2 tetap tidak sanggup dilaksanakan maksimal karenaratio guru dan anak yang besar, maka guru sanggup melaksanakan penilaian dengan fokus pada beberapa anak. Misalnya jumlah anak dalam rombongan berguru sebanyak 20 orang, guru sanggup memfokuskan sasaran penilaian pada 5 anak dengan tidak mengabaikan anak lainnya sebagai sasaran penilaian sehingga dalam4 hari seluruh anak sudah diobservasi. Bila dalam seminggu ada 5 haribelajar, maka 1 hari sisa dipakai untuk melihat kembali indikatordari semua anak yang belum muncul.
Untuk memudahkan pelaksanaan penilaian baik menggunakan seni administrasi 1 ataupun 2, guru sanggup menggunakan satu format penilaian menyerupai contoh di atas, caranya :
a. Kolom nama anak sanggup pribadi diisi dengan pencapaian perkembangan misal dengan kode BB, MB, BSH, BSB. Bila ada hal yang perludicatatdi luar indikator yang ada, guru sanggup menggunakan catatan anekdot.
b. Guru selalu membawa catatan kecil yang berisi format di atas dengan pena di dalam saku sepanjang hari.
c. Guru juga sanggup mencatat dalam catatan anekdot untuk kegiatan anak lainnya di luar yang sedang menjadi fokus hari itu, apabila dipandang ada sesuatu yang penting pada anak tersebut. Sesuatu yang penting tersebut sanggup berupa kemajuan perkembangan (misalnya anak yang tidak biasa berkomunikasi ternyata hari itu nampak berbincang dengan temannya) atau kemunduran perkembangan (misalnya anak yang biasanya ramah ternyata hari itu selalu marah-marah).

D. Memasukkan data ke Portofolio Anak
Data yang dicatat dalam Anecdotal record yang diartikan sebagai jurnal harian dan hasil karya anak dimasukkan ke dalam buku portofolio masing- masing anak. Format portofolio sanggup dikembangkan oleh masing- masing lembaga. Portofolio terdiri :
a. Sampul depan berisi foto dan identitas anak
b. Lembar isi berisi: photo kegiatan anak, catatan guru wacana kegiatan anak (ditulis ketika mengamati anak), dan analisa Kompetensi Dasar.
Contoh Portofolio
Hal depan

Halaman/Lembar Isiaan
Tanggal:8 Juli 2014

Aktivitas / Hasil
Karya Anak Catatan Guru Analisa KD
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil menyampaikan “Ini gambar ayahku”. – Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara kondusif dan ber- tanggungjawab (KD 3.9-
4.9)
– Terampil menggunakan ajun dan kiri dalam aneka macam aktivita s (KD 3.3 – 4.3)
– Menyebutkan nama
anggota keluarga (KD
3.7 – 4.7)
– Berani mengemukakan pendapat (KD 2.5)
– Mengungkapkan perasaan, ide, gagasan dengan kata yang
sesuai (3.11 – 4.11)

Tanggal: 14 Juli 2014

Aktivitas / Hasil Karya
Anak
Catatan Guru
Analisa KD
– Huruf-huruf belum terangkai
– Gambar kepala, tangan dan kaki tanpa badan
– Warna biru, hijau, dan merah
– Gambar mama, pa pa, anak, dan adik (berdasarkan kisah anak) 3.12-4.12 Mengenal bunyi huruf awal dari nama benda di sekitarnya
3.3-4.3 Terampil menggunakan ajun dan kiri dalam aneka macam aktifitas
3.6-4.6 Mengklasifikasikan benda berdasarkan 3 variabel warna, bentuk, dan ukuran
3.7-4.7 Menyebutkan nama anggota keluarga dan sahabat serta ciri-ciri khusus mereka secara lebih rinci
– Beberapa bentuk lingkaran dan garis
– Menjawab pertanyaan dengan tepat
– Aku mau main yang lainnya (ketika ditanyakan mau bermain apa lagi) 3.15 – 4.15 menampilkan hasil
karya seni dalam bentuk gambar

3.11 – 4.11 menjawab pertanyaan yang lebih kompleks

2.5 berani mengemukakan pendapat

2.5 berani memberikan keinginan

165
3. CONTOH PENILAIAN BULANAN

Penilaian bulanan sebagai tindak lanjut dari penilaian harian. Penil aian bulanan lebih ditekankan pada analisa dan interpretasi guru terhadap data yang terkumpul dari penilaian harian. Penilaian bulanan dilakukan dengan langkah berikut:

A. Mengumpulkan Semua Data
Semua data yang didapat guru baik melalui pengisian format cheklist, dan data dalam portofolio yang berasal dari catatan anekdot dan hasilkarya anak.

B. Menganalisa Data Penilaian
1. Seluruh catatan skala capaian perkembangan harian disatukan berdasarkan indikator dari KD yang sama. Walaupun dalam format checklist (V) harian indikatornya memuat tema dan materi, tetapi untuk dimasukkan ke dalam penilaian bulanan cukup melihat indikator dari KD yang tercantum dalam format penilaian perkembangan umum. Apabila dalam indikator yang sama dalam satu KD terdapat perbedaan capaian, maka capaian perkembangan yang tertinggi dijadikan capaian akhir.
Misalnya :
Kemampuan Dina membaca doa sebelum dan sehabis makan,BB, BB, B B, MB, maka Dina mengarah pada kemampuan MB.

2. Analisa KD dalam portofolio yang berisi kemampuan anak dianalisa lanjutan untuk mengetahui capaian kemampuan anak apakah berada pada kemampuan BB, MB, BSH atau BSB.

3. Untuk memudahkan menentukan kemampuan anak sebaiknya guru merujuk pada rubrik penilaian.

166

Contoh: Data dari portofolio Dina

Catatan Guru
Analisa KD Kemampuan
yang dicapai
8 Juli 2014
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari.
Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil menyampaikan “Ini gambar
ayahku”. – (3.9-
4.9) Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat t eknologi
sederhana sesuai fungsinya s ecara
kondusif dan ber- tanggungjawab
– (3.3 –
4.3) Terampil menggunakan ajun dan kiri dalam aneka macam aktivitas
– (3.7–
4.7)Menyebutkan nama anggota keluarga
– (2.5) Berani mengemukakan pendapat
– (3.11 –
4.11) Mengungkapkan perasaan, ide, gagasan deng an kata
yang sesuai BSH BB BSH BSH BSH
14 Juli 2015
– Huruf-huruf belum terangkai
– Gambar kepala, tangan dan kaki tanpa badan
– Warna biru, hijau, dan merah
– Gambar mama, papa,
anak, dan adik 3.12-4.12 Mengenal aneka macam macam lambang huruf vokal d an konsonan
3.3-4.3 Mengenal anggota tubuh dan fungsinya
3.6-
4.6 Mengenal benda dengan mengelompokkan aneka macam benda MB BSH BSH BSH

167

(berdasarkan kisah di lingkungannya berdasarkan ukuran, warna, sifat, suara, te kstur,
fungsi, dan ciri-ciri lainnya
3.7-
4.7 Menyebutkan nama anggo ta
keluarga dan sahabat serta ciri-
ciri
Anak)
-Beberapa bentuk lingkaran dan garis
– Menjawab pertanyaan dengan tepat.
Aku mau main yanlainnya ( ketikaditanyakan mau ber main apa lagi) Khusus mereka secara rinci
3.15- 4.15 Menampilkan hasil karya seni dalam bentuk gambar
3.11-4.11 Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
2.5 berani mengemukakan pendapat
2.5 berani memberikan keinginan

MB BSH BSH BSH

Dalam catatan anekdot dituliskan:
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil
menyampaikan “Ini gambar ayahku”.
Berdasarkan data di atas, perkembangan Dina sebagai berikut:
a. KD3.9–4.9 menggunakan gunting dengan cara yang tepat, (dalam indikator tercantum: melaksanakan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara kondusif dan bertanggungjawab). Capaian perkembangan BSH.
b. KD 3.3 – 4.3 menggunting di luar garis bergambar kepala (dalam
indikator tertulis: Terampil menggunakan ajun dan kiri dalam aneka macam aktivitas). Karena Dina masih menggunting di luar garis yang seharusnya usia 6 tahun seharusnya sudah sanggup menggunting bentuk sesuai garis, maka Dina mencapai perkembangan BB.
c. KD 2.5 memperlihatkan gambar sambil tersenyum (dalam indikator disebut “Bangga memperlihatkan hasil karya). Karena Dina sesuai dengan indikator, maka Dina mencapai perkembangan BSH.
d. KD 3.7 – 4.7 “ini gambar ayahku” (dalam indikator tertulis:
Menyebutkan nama anggota keluarga dan sahabat serta ciri-ciri khusus mereka secara lebih rinci), berarti Dina mengerti nama anggota keluarga, capaian perkembangannya BSH.
e. KD 3.11 – 4.11 “ini gambar ayahku” (dalam indikator tertulis:
Menceritakan kembali isi kisah secara sederhana). Dina sanggup bercerita dengan kalimat sederhana wacana sesuatu hal, capaian perkembangan BSH.

C. Kompilasi hasil penilaian data
Hasil pengumpulan data selama 1 bulan, kemudian di analisa, dapatlah hasil perkembangan sebagai berikut:
Contoh:
KOMPILASI DATA Nama : Dina Bulan : Juni 2014

Lingkup
Perkembangan
Kompetensi dan Indikator
Cheklis
Portofolio Capaian
Akhir
Nilai Agama dan
Moral 1.1 – Terbiasa menyebut nama
Tuhan sebagai pencipta BSH BSH
3.1 4.1 Mengucapkan doa-doa pendek, melaksanakan ibadah
sesuai dengan agama nya MB MB
Fisik Motorik 2.1 Terbiasa Melakukan kegiatan
kebersihan diri MB MB
3.3-4.3 Mengenal anggota tubuh
dan fungsinya BSH BSH
3.3-4.3 Terampil menggunakan ajun dan kiri
dalam aneka macam acara BB BB
3.4, 4.4 Melakukan kebiasaan
hidup higienis dan sehat MB MB

Sosial emosional 2.5 Berani mengemukakan
pendapat dan keinginan BSH BSH BSH

Lingkup
Perkembangan
Kompetensi dan Indikator
Cheklis
Portofolio Capaian
Akhir
Kog 3.6 – 4.6 Mengenal benda dengan
mengelompokkan aneka macam benda di lingkungannya MB BSH BSH
3.7 Menyebutkan nama anggota keluarga dan sahabat serta ciri-
ciri khusus mereka BSH BSH
3.9 Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya
secara kondusif dan bertanggung jawab BSH BSH
Bahasa 2.14 Terbiasa ramah menyapa
siapapun, BSH BSH
3.10 – 4.10 Menceritakan kembali
apa yang didengar dengan kosakata yang lebih banyak BSH BSH
3.11 – 4.11 Mengungkapkan
perasaan, ide dengan pilihan
kata yang sesuai ketika berkomunikasi BSH BSH
3.11 – 4.11 Menjawab pertanyaan
lebih komplek BSH BSH
3.12-4.12 Mengenal aneka macam macam lambang huruf vokal
dan konsonan MB MB
Seni 3.15 – 4.15 Membuat karya seni
sesuai kreativitasnya BSH BSH BSH

D. Mengisi Data ke dalam Penilaian Perkembangan Anak
Setelah semua data dianalisa langkah selanjutnya semua data dimasukkan ke dalam format penilaian perkembangan anak. Format perkembangan dipakai untuk mencatat perkembangan bulanan,
juga dipakai untuk mencatat perkembangan anak selama satu semester.
Untuk mengisi kolom penilaian bulanan maupun hasil selesai semester, guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Semua data yang diolah dijadikan materi analisa.
b. Apabila menggunakan guru pusat yang berarti guru sebagai tim, maka penilaian ditetapkan secara bersama oleh semua guru yang menangani anak. sedangkan pengisian laporan dilakukan oleh guru wali.
c. Data capaian perkembangan anak niscaya cukup banyak sehingga dalam satu indikator bisa muncul data berulang-ulang dengan tingkat pencapaian yang berbeda. Untuk menentukan pengisian pada kolom capaian perkembangan, maka dipakai capaian terbaik dengan pengertian kemampuan anak berkembang tersebut. Contoh untuk kemampuan kemandirian anak : BB-MB-MB-BSH-BSH-BSB maka yang diambil BSB (Berkembang Sangat Baik) artinya kemampuan anak berkembang kearah sangat.

Demikian goresan pena wacana

Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) (KTSP dan 2013) Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489 Tahun 2016 .

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu!
Sumber http://www.informasiguru.com/