Beranda Berita Berita Dihapusnya Pendidikan Agama Di Sekolah Terbukti Hoax!

Berita Dihapusnya Pendidikan Agama Di Sekolah Terbukti Hoax!

56
0
Kabar Peniadaan Pendidikan Agama di Sekolah Tidak Benar Alias Hoax I Berita Tentang Pengha Berita Dihapusnya Pendidikan Agama di Sekolah Terbukti Hoax!

Kabar Hoax Tentang Peniadaan Pendidikan Agama di Sekolah


Beberapa hari ini memang telah beredar kabar dan gosip yang cukup meresahkan baik untuk para guru, orangtua murid dan bahkan para siswa sendiri. Meluasnya kabar bahwa pendidikan Agama di sekolah akan dihapus dan ditiadakan mendapatkan balasan eksklusif dari pihak Kemendikbud melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (Ka BKLM) Ari Santoso, yang pada risikonya melaksanakan penjelasan atas validitas isu miring tersebut.

Beredarnya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kemendikbud akan menghapus Pendidikan Agama di sekolah yakni tidak benar alias Hoax. Upaya untuk meniadakan pendidikan Agama itu tidak ada di dalam kegiatan reformasi sekolah sesuai kode Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, demikian ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (Ka BKLM) Ari Santoso.

“Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan semakin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler,” dipaparkan Ari Santoso usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa sore (13/6).
Dijelaskannya bahwa pertanyaan wartawan kepada Mendikbud Muhadjir Effendy usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X dewan perwakilan rakyat RI, mengenai apakah dengan penerapan lima hari sekolah akan meniadakan madrasah atau mengaji. Pertanyaan tersebut dijawab Mendikbud dengan tegas bahwa sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017, sekolah sanggup bekerja sama dengan forum pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan abjad yang sesuai dengan nilai abjad utama religiusitas atau keagamaan.
“Judul pemberitaan peniadaan pendidikan Agama tersebut tidak tepat. Ada konteks yang terlepas dari pernyataan Mendikbud usai Raker dengan Komisi X tadi siang,” tegas Ari.
Beliau menambahkan, bahwa Mendikbud mencontohkan penerapan penguatan pendidikan karakter yang dilakukan beberapa kabupaten ibarat Kabupaten Siak yang memberlakukan pola sekolah hingga pukul 12 siang, kemudian dilanjutkan dengan mencar ilmu agama bersama para uztad. Siswa diberi makan siang yang dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kemudian Mendikbud juga memberikan pola yang diterapkan Kabupaten Pasuruan. Seusai sekolah, siswa mencar ilmu agama di madrasah diniyah.
Pernyataan Mendikbud telah sesuai dengan pasal 5 ayat 6 dan ayat 7 Permendikbud ihwal Hari Sekolah yang mendorong penguatan abjad religius melalui kegiatan ekstrakurikuler.



“Termasuk di dalamnya kegiatan di madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, retreat, katekisasi, baca tulis Al Alquran dan kitab suci lainnya,” tutup Ari.

Rekomendasi :   Perangkat Pembelajaran Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Kesimpulan, bahwa isu yang marak beredar belakangan ini baik di media umum maupun di tengah-tengah masyarakat terkait isu pembatalan pendidikan Agama di sekolah yakni Hoax dan sangat tidak sanggup dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kita boleh merasa lega dan semakin mantap dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah terkait dengan kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

*Sumber: Kemendikbud


Sumber http://www.informasiguru.com/