Home Parenting 5 Tips Membaca Rapor Sekolah Untuk Menggali Potensi Anak

5 Tips Membaca Rapor Sekolah Untuk Menggali Potensi Anak

86
0
Ilerning.com – Alhamdulillah dengan semangat pagi kami kembali dapat menuliskan tips-tips yang  insyaAllah bisa dirasakan manfaatnya oleh para orang tua dan anak-anaknya. Ayah bunda yang dirahmati oleh Allah, Bulan Desember ini adalah waktunya penerimaan raport buat para putra-putri kita. Kami ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini, dan ijinkan kami berbagi tips buat bapak/ibu semua.
5 Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, alhamdulillah. Karena tips ini bisa digunakan untuk mendeteksi potensi kecerdasan anak melalui rapor sekolah. Dan yang utama semoga bermanfaat untuk kita semua.
Raport adalah Progress Report Pembelajaran laporan perkembangan putra-putri kita selama satu semester dalam menempuh  seperangkat materi pelajaran dan BUKAN hasil akhir. Kita ketahui putra-putri kita disekolah harus bergelut dengan 12-18 mata pelajaran setiap satu minggunya. Dan hanya anak superior dan jenius yang mampu sempurna disemua mata pelajarannya. Oleh karena itu cobalah saat menerima raport putra-putri kita lakukan hal-hal  berikut :
1.  Tutup raport terlebih dulu! Tanyakan kpd ananda Pelajaran apa yg ia sukai dan siapakah guru yg ia sukai. Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport.
Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai2 belajar.
2. Buka raport. Fokus kepada nilai TERTINGGI yg ada di raport. Coba cek adakah signifikansi dengan pelajaran yang diminati anak dan gurunya yang dia sukai.
Sekali lagi FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI karena disitulah  KELEBIHAN putra-putri kita. Itulah Anugerah terindah  dari Allah yang diberikan. Terima dan Syukuri! 
Berikan senyuman dan ucapan dengan kalimat yang berisi pujian,  apresiasi dan penghargaan dengan tulus kepada putra-putri atas prestasinya.
3. Perhatikan nilai nilai yg tertinggi dan nilai nilai pelajaran yg rendah. Perhatikan pembagian  mata pelajaran secara sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan Oki (otak kiri) kelompok pelajaran Otak Kiri (matematika, IPA/Sains, Fisika, Kimia, Biologi, Teknik, dll) sendangkan Otak Kanan ( Bahasa, Seni, IPS/Sosial Hukum, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, dll).
Jika putra-putri kita dominannya di Oki maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya. Raport Ini juga bermanfaat untuk mendeteksi kecerdasan sekaligus  penjurusan sekolah putra-putri kita nantinya.
Jangan sekali kali memaksakan   anak yg dominan di pelajaran otak kanan, misalnya,  untuk kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan Otak Kiri semisal  Matematika, IPA , Kedokteran, Teknik, dll.
Selain kasihan kepada anak, karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu, akhirnya  hasilnya atau prestasinya menjadi kurang maksimal.
4. Tanyakan kepada putra-putri kita, nilai pelajaran apa yang rendah, mengapa bisa terjadi  dan bagaimana solusinya untuk selanjutnya! Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental anak. Melatih anak agar ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas atas kekurangan kita sebagai hamba Allah yang lemah, kurang, sehingga dapat memotivasi diri untuk memperbaiki. 
Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yang kokoh dibangun dengan melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus KELEMAHANNYA! Maka latihlah putra-putri kita untuk belajar menerima diri  apa adanya.
5. Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dengan anak lain! Karena anak Anda adalah unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya. Allah telah memberi Fitrah terbaik kepada anak kita berupa bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yang khas yang berbeda dengan anak lain. Jadi Jangan dibandingkan!!! Karena putra-putri Anda Tidak ada bandinganya.
Tulisan dari salah seorang sahabat berikut ini  juga layak untuk  diperhatikan :
1. BERHENTILAH anda memamerkan ranking puta-putri anda! 
Yang TERPENTING dari Pendidikan itu BUKAN ranking. Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak anda:
  • Mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan
  • Bisa berpikir logis
  • Tahu nilai-nilai benar & salah
  • Mampu mengembangkan bakatnya, dan
  • Punya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten.
Rekomendasi :   Permenristekdikti Nomor (No) 51 Tahun 2017

2. BERHENTILAH anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan !
Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK !!
  • Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk.
  • Saat anak anda bisa bepikir logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya.
  • Saat anak anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritas.
  • Saat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik.
  • Saat anak anda punya semangat juang maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup.

Dan itu semua tidak bisa diranking. Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan. 
Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya. 
Terakhir, 
Maknai nilai raport anak anda HANYA sebagai SALAH SATU indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul. 
Semoga dengan raportan yang Bapak dan Ibu terima, semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat minat buah hati Anda!
Raportan bukan Raport Amal Baik dan Buruk Hari Akhir, bukan!!!
Buku Raport putra-putri kita bukan catatan amal baik dan buruk hari akhir nanti, yang  tidak bisa diperbaiki.
Raport bukan hasil akhir, buku sederhana itu adalah catatan hasil belajar putra-putri kita yang masih bisa dievaluasi dan  diperbaiki !
Semoga Allah menganugerahkan kesolehan dan berkenan  mencerdaskan anak kita semua, yang mana kecerdasannya itu dijaga oleh-Nya. Aamiin
Apabila Anda merasakan manfaat dari artikel ini bisa Anda share/bagikan kepada saudara,teman, dan atau kerabat Anda, agar anak-anak bangsa ini bisa berguna untuk dirinya dan hari tua kedua orang tuanya kelak. Semoga bermanfaat dan salam bahagia.


Sumber http://www.mardiyas.com/

Rekomendasi :   Mengapa Anak Masuk Sd Harus Usia 7 Tahun?